MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
bab13


__ADS_3

''Sudah sampai, yang mana kos-kosan mu Ki.'' Kenzo.


''Kak,'' Panggil Kia.''Bukannya tadi Kakak ingin membicarakan sesuatu denganku.'' Menoleh ke arah Kenzo.


Kenzo membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobil nya.''Apa kamu tidak ingin, turun. Atau masih ingin di sini.?''


Kia yang mendengar, hanya menarik nafas kesalnya.


''Ok,'' Dengan gerakan cepat, Kia keluar dari dalam mobilnya. Menutup pintu mobil tersebut, dengan begitu keras. Sampai - sampai menimbulkan suara.


Brak


Kenzo yang melihat tingkah nya Kia tersenyum tipis''Kamu marah, gara - gara aku tidak menjawab pertanyaan mu itu.'' Goda nya.


''Tidak, ''


''Bagus lah, itu yang ku harapakan. Karena kita impas.'' Jawab Kenzo santai tanpa beban.


''Kau, Hah, baiklah terserah kau saja.'' Putus nya mengalah.


''Seorang pria di larang masuk ke area kos - kos an seorang wanita. Dan juga, aku mengucapkan terima kasih yang sudah mau mengantar kan aku pulang ke kos-kos an, meskipun bukan aku yang meminta.'' Dengan kesal Kia tetap mengucapakan terima kasih ke pada Kak Kenzo.


Di saat Kia melangkah masuk. Dan menyadari kalau Kak Kenzo ikut melangkah masuk juga.''Ish,''


Mau tidak mau Kia harus mengulang kembali ucapan nya tadi.''Di area sini, di larang keras membawa seorang pria,Kak.'' Tanpa membalik ke arah belakang.


Kenzo nampak menaikan ujung bibirnya. Menarik, batin nya.


''Tidak masalah bagiku, masuklah.!'' perintah Kenzo sembari balik arah dan memasuki mobil dan menghidupkan mesin nya.


Setelah kepergian Kenzo, Kia melanjutkan langkah kakinya memasuki kos - kos an nya itu.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


''Kia,'' teriaknya lalu menghambur memeluk Kia begitu erat.

__ADS_1


''Sesak, Chik.''


''Oh, maaf-maaf Ki. Terlalu kangen.'' Tersenyum tanpa dosa.


''Ini, beneran kamu kan, Ki.''


''Astaga, ini tidak lagi bermimpi kan. Ini beneran nyata kan, akhirnya kau pulang juga.'' Tanya Chika yang begitu antusias bahagia.


''Aduh Chik, jangan teriak-teriak seperti ini. Malu nanti di dengar sama orang. Sampai kapan? kita berada di sini.'' Kesal Kia.''Bukan, di suruh masuk, kini di suruh berdiri.''


''Ya ampun Ki, aku lupa,'' sembari menepuk jidatnya sendiri.''Masuk lah, Kia sayang.'' Lebay Chika.


🥀


🥀


🥀


''Eh mau kemana?'' Tanya Kia, yang hendak menutup pintu kamar nya. Kini justru ada Chika berada di belakangnya.


''Maksudnya,'' Bingung Chika.


''Ya, kamu memang mau kemana? Bukannya kamarmu ada di situ.'' tunjuk kamar di sebelahnya.


''Tapi Chik, ini sudah jam sepuluh.'' Lihatlah menyodorkan jam tangannya ke depan Chika. ''Aku sangat lelah, besok, ya.'' Dengan wajah memelas.


''Huh, baiklah,'' Jangan memasang wajah seperti itu, Mana tega aku. batin Chika.


''Good night.''


''Night juga, semoga mimpi yang indah Chik.''


Kia menutup pintu nya dengan pelan, merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang beberapa hari dia tinggal. Kia terdiam beberapa waktu menatap langit-langit di kamar nya.


Lelah biasanya sang Mama selalu perhatian, apa Mau di buatin teh,? Atau dipijat dulu agar lelahnya cepat hilang. Aku buatin susu di minum dulu ya, sebelum tidur.


''Mama Kiana kangen.'' Lirih nya. Di lubuk hatinya yang paling dalam, Kia sangat-sangat merindukan pelukan dari sang Mama.


Kia menjadi teringat kembali pesan Mama yang terakhir.


SEBELUM NYA🥀

__ADS_1


Sekolah yang rajin, sayang. Jadilah anak yang sangat membanggakan untuk orang tua. Apa pun yang terjadi di masa depan, ingatlah, Mama selalu ada di hatimu, sayang. Doa Mama selalu menemani setiap langkahmu. Hidup ini terus berjalan, raihlah cita-citamu untuk menjadi orang yang sukses, kelak. Menurut lah dengan Papa kamu dan kakak kamu, sayang.


Sebelum di nyatakan kritis. Ucapan sang Mama yang selalu terngiang di telinganya.


Suara lembut nya yang tidak akan pernah dia dengar kembali. Butiran kristal mengalir begitu deras di pipinya. Saat Dokter menyatakan kalau Nyonya Maulia Sanjaya, telah mengembuskan nafas terakhirnya dua menit yang lalu.


Dunia Kiana terasa runtuh seketika di kala itu. Sepuluh hari, Kiana mengurung diri nya di dalam kamar. Dengan pandangan nya kosong lurus ke depan.


Tidak mudah bagi Kiana untuk melewati hari -hari nya tanpa seorang Mama. Yang hampir membuat Kiana depresi, yang di harus kan sering-sering datang ke Psikolog.


Psikolog memiliki peran yang cukup mendalam, untuk melakukan pencegahan mendiagnosis dan mengetahui penyebab gangguan pada kesehatan mental.


Kiana mengalami gejala ringan kala itu, tiga bulan sudah, Kiana dinyatakan sembuh oleh Dokter nya yang selalu mematau kesehatan nya Kia. Dari awal mengurung diri di dalam kamar, sampai di nyatakan sembuh oleh Dokter nya.


SAAT INI🥀


''Kenapa putrimu ini sangat cengeng Ma.?'' Menghapus air matanya yang tidak mau berhenti sedari tadi.


''Ayolah Kia,!'' mengkipas-kipas jari tangan nya ke wajah nya, tarik nafas, keluarkan lalu tarik lagi, huuff.


Beranjak dari ranjang nya, berniat untuk membersihkan tubuh nya sebelum dia tidur.


Kiana melangkah masuk ke dalam bathroom. Tidak membutuh kan waktu yang cukup lama, Kia segera keluar memakai jubah mandi nya dengan wajah sembabnya. Lalu mengambil piyama di dalam lemari nya yang bermotif Hello Kity.


Selesai berganti baju, Kiana sudah duduk di kursi di depan meja riasnya. Untuk memakai krim malam, yang selalu di pakai setiap malam nya.


🥀


🥀


🥀


Di tengah perjalanan pulang, Kenzo selalu kepikiran ucapan yang keluar dari mulut Tante nya itu. Kenzo memang masih ragu, saran yang di berikan dari Tante Daby soal Kiana. Yang sebelum nya juga, dia yang baru mengenal nya.


''Tidak mungkin kan, melibatkan dia ke dalam pokok permasalah an aku.'' Pikir nya.


Kenzo mengingat kembali ucapan Tante Deby. Kalau kamu memiliki seorang kekasih, kemungkinan besar perjodohanmu bisa di batalkan.


Sekian banyak cewek yang selalu mengejar - kejar dia. Tidak berniat sedikit pun untuk menjadikan nya seorang kekasih.


Berbeda dengan satu ini, dari tatapan matanya saja. Tidak ada ketertarikan sama sekali dengannya.''Apa mungkin, pesonaku ini sudah luntur.? Apa itu penyebab nya Kia tidak melirik ku sama sekali.? Atau aku ini sudah tidak tampan lagi seperti dulu.'' Kenzo menggelengkan kepalanya pelan.''Itu tidak mungkin.''

__ADS_1


Haah


__ADS_2