MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
bab21


__ADS_3

KIa sangat ketakutan saat ini, melihat dua preman di depan nya yang penuh dengan semangat maju ke arah nya.


Dua laki-laki tersebut mencoba melucuti kembali, pakaian yang di kenakan oleh Kia.


Di jalan yang begitu sepi, tentu saja tidak ada yang mendengar suaranya yang meminta tolong.


''Saya mohon, tolong lepasin aku, aku berjanji akan memberi kan kamu uang berapa pun kalian minta. Tapi, aku mohon, tolong lepasin aku.'' Dengan terisak Kia memohon ke pada dua preman tersebut.


Tak henti-henti nya Kia terus memohon kepada kedua preman itu, yang kini semakin bersemangat menjalankan aksinya kembali.


''Kemarilah, kami tidak akan melepaskan kamu, cantik. Kami juga tidak akan menyakiti kamu kok. Kami berdua hanya mau mengajak kamu untuk bersenang-senang.''


Kia terus berjalan mundur, dengan tangan bersilang ke dada. Ketika dua preman tersebut semakin maju ke arah nya.


''Berhenti, aku mohon. Apa kamu gak takut bakal masuk ke penjara?'' lirih Kia dengan nada memelas.


Ucapan Kia tidak di gubris oleh dua preman di depannya sekarang ini. Justru di anggap hanya angin berlalu saja.


Satu preman tersebut mencoba mencium Kiana, namun Kia memalingkan wajahnya ke arah samping. Hingga membuat preman itu marah seketika.


''Plak.'' Satu tamparan di layang kan ke pipi mulus milik Kia, sampai meninggalkan bekas merah di pipi nya.


''Auwww, sakit hiks-hiks.''


''Beraninya kau membuatku marah.'' Dengan gerakan cepat, satu tangan preman itu mencekik leher Kiana dengan ditekan. Hingga membuat Kia, terbatuk-batuk tidak bisa bernafas dengan normal, bibir nya mulai terlihat pucat.''


🍃


🍃


🍃


Didalam sebuah mobil hitam seorang pemuda yang sedang menggerutu karena kesal. Penyebabnya yang tak lain adalah Aurel Sanjaya.


Dia lah Kenzo Mahesa, malam ini ia berada di sebuah Club Malam yang sudah sering dia datangi dari malam sebelum nya.


Berbeda dengan hari ini, dia yang berakhir dengan kesal. Sedari tadi Aurel Sanjaya terus menghubunginya tanpa henti.

__ADS_1


Akhirnya Kenzo memilih untuk mengalah, lalu dia keluar dari Club Malam tersebut. Untuk segera menemui Aurel Sanjaya. Dan Kenzo juga memilih jalan pintas yang ia tempuh saat ini. Tidak dengan jalan yang biasa nya dia tempuh.


Di tengah perjalan yang begitu sepi, tiba-tiba ban mobil milik Kenzo meledak begitu cepat.


''Duar.''


Begitu nyaring suaranya, karena kondisi di jalan yang di tempuh sangat lah sepi.


Mobil Kenzo sempat oleng ke kiri, ke kanan.


Sret,


Mobil Kenzo berhenti mendadak hampir ke balik. Dia berusaha keluar dari dalam mobil untuk mengejek ban mobilnya.


''Sial,'' Umpat nya dengan menendang ban mobilnya sendiri.


Lalu ekor mata nya menatap di sekitar lokasi, ''Benar-benar sepi.'' Gumam Kenzo


Brak,


Kenzo menggebrak mobil nya berulang kali, karena di buat kesal. Sekian detik Kenzo, terperanjat kaget mendengar teriakan seseorang yang minta tolong.


Kenzo terduduk beberapa waktu, merasa pendengara nya kian menajam dan suara itu begitu jelas di telinganya.


Kenzo, masih tidak percaya, dan masih tak bergeming dari tempatnya sekarang ini.


Tapi dia merasa suara minta tolong, kini semakin jelas dan memilukan di telinganya. Pada akhirnya, dia celingukan mencari sumber arah suara tersebut.


Kenzo berjalan mengendap-endap menuju asal suara itu. Dia mendengar suara itu dari gang jalan ini. Begitu Kenzo sudah tau, ia sangat terkejut, saat melihat perempuan yang suaranya tadi yang memminta tolong.


Kenzo meringis, perempuan diujung sana dapat sebuah tamparan dari tangan besar milik preman itu. tidak lupa tangan nya yang mencekik leher sang wanita itu hingga sampai terbatuk-batuk.


Dirinya emang jago dalam bela diri, hal ini diharuskan selaku pewaris tunggal, dan pemilik Hotel Salfin yang ia kelola sendiri tanpa bantuan orang tuanya itu. Hanya modal pertama yang sudah di kembali kan oleh dia.


Tapi mau bagaimana pun jago bela diri, tetap harus memiliki strategi untuk mengalahkan musuh.


Kenzo mencari sesuatu yang bisa ia pakai di sekitarnya. Kenzo melihat potongan besi agak besar, lalu ia berjalan maju pelan-pelan mendekati preman tersebut.

__ADS_1


Perempuan itu yang melihat Kenzo, ingin membuka mulutnya, Dengan cepat di kode oleh Kenzo untuk diam.


''Deg''


''Saling pandang, beberapa waktu.''


''Kenzo.'' Batin Kia.


''Kiana.''


''Kenzo tersadar dan____''


''Bugh''


''Bugh''


''Bugh''


Dengan gerakan cepat dan berturut-turut, Kenzo menyerang preman di bagian punggung nya. Sampai preman itu melarikan diri, sambil memegang punggungnya dengan tertatih-tatih langkah kaki nya.


Kenzo beralih melihat perempuan tadi, yang tak lain adalah Kiana. Satu sekolah dan satu kelas pula. Ke adaan Kiana sangat mengenaskan, dengan pakaian yang nyaris terbuka sempurna.


Kenzo menelan saliva nya sendiri, susah payah mengendalikan sesuatu yang sesak di bawah sana. Dia pria normal, yang di suguhkan pemandangan yang tak seharusnya.


''Kamu tidak apa-apa??'' Tanya Kenzo berlutut melihat Kia yang terus menangis.


Kia mengangguk lemah


''Aku antar pulang,''


Bukan menjawab, Kia semakin menangis memeluk lututnya begitu erat.


Kenzo mencoba memegang bahu Kiana, untuk menenangkan Kia tanpa ada niat lainya.


''Oooh, jadi ini yang kita dengar meminta tolong tadi.?'' Tanya salah satu dari warga yang berkumpul.


''Iya Pak, anak muda itu yang mencoba perkosa gadis itu. Makanya kami memberitahukan pada bapak-bapak sekalian.'' Ucap seseorang yang Kenzo tau itu, adalah preman yang mencoba memperkosa Kiana tadi. Yang saat ini Kia sedang bersamanya.

__ADS_1


Para warga tersebut saling berbisik-bisik, entah apa yang mereka bicarakan? Kenzo sendiri tak tau itu.


__ADS_2