
''Aku tunggu di ruang kerja Daddy sekarang juga.'' Ucap Daddy Bagas berlalu pergi.
''Hmm, Sayang kita keruang kerja Daddy ku sekarang.'' Menggenggam tangan Kia istri nya, beranjak dari duduk nya.
''Tapi____''
''Tidak ada tapi-ta___''
Sedangkan Daddy Bagas melirik sekilas ke arah putranya. Yang ingin mengajak istrinya juga beberapa waktu. Dari anak tangga ke atas, menuju ruang kerjanya. ''Aku ingin berbicara empat mata denganmu saja Kenzo.'' Sela Daddy Bagas cepat, seraya melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kerja nya tinggal beberapa langkah lagi.
''Hah, Maaf Sayang. Aku tinggal kamu disini tidak apa-apa kan, hanya sebentar setelah itu kita pulang ke Apartemen.'' Ujar Kenzo memberi pengertian kalau semua akan baik-baik saja. Karena Kenzo sudah paham kalau istrinya sedari tadi sudah gelisah. Gerakan kaki, gerakan dari posisi nya dia duduk dan tidak lupa, jemari tangan nya selalu bergerak kecil di bawah meja. Semua itu tidak luput dari ekor mata milik Kenzo.
__ADS_1
''Iya sayang, di sini masih ada Mom kok.'' Ucapnya dengan melirik kearah Mom Siska berada. ''Tidak perlu cemas ya, aku baik-baik saja, pergilah jangan membuat Daddy mu menunggumu terlalu lama.''
''Baiklah,'' Jawab Kenzo beranjak berdiri, berlalu memberi kecupan singkat di pucuk kepala istrinya. Baru dia melangkah pergi menyusul Daddy nya, yang pasti sudah menunggu nya.
''Mom,'' Panggil Kenzo. ''Aku titip istri ku sebentar.''
Mendengar panggilan dari putranya, Mom Siska meliriknya ke arah Putranya beberapa waktu. Tidak ada niatan untuk membalas Putranya, yang menurutnya berlebihan.
''Mom, Mom dengarkan apa yang ku minta.?''
Bisa-bisanya Putra satu-satu nya memiliki pikiran yang begitu sempit. Memiliki sebuah menantu yang sudah dia impikan sedari dulu. Dulu yang berharap bisa hamil lagi, setelah melahirkan putra laki-laki nya yaitu Kenzo. Namun semua itu sirna di kala dia di vonis sama Dokter kalau dirinya mengidap Tumor di rahim nya. Dan di haruskan dia menjalani operasi mengangkatan rahim nya.
__ADS_1
''Issh, jadi ingat lagi.'' Gumam nya pelan.
Badahal dulu dia ingin sekali memiliki anak lagi dan seorang perempuan, dan waktu itu yang ada di pikiran nya iyalah memiliki seorang menantu. Setelah sudah menjadi kenyataan, justru kini dia yang di tuduh menjadi sang mertua yang begitu jahat. Mengusir menantu nya atau bermulut pedas, ''Isssh menyebalkan.''
'' Nah, itu Mom sudah paham. Apa yang ku maksud? Menjadi lah sosok mertua yang baik sama menantu nya sendiri.''
''Kau, kau sudah berani ya melawan Mom mu ini.'' Mendelik tajam ke arah putranya. Dan tidak begitu lama, di susul senyuman penuh arti dari Mom Siska.
''Aku tidak yakin, kalau kamu berhasil bernegosiasi terhadap Daddy mu.'' Seraya meminum jus jeruk di depan nya hingga habis tak tersisa.
DEG
__ADS_1
''Oh iya, sayang. Menantu Mom ini mau melanjutkan kuliah nya di mana.?'' Menaruh gelas yang sudah kosong ke atas meja, dan beralih menatap sang menantu nya yang terlihat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari nya. Mom Siska beralih arah ke putranya yang masih setia di tempat nya.
''Kenzo, sampai kapan Daddy mu yang harus menunggu kamu di ruang kerja nya.? Kalau kamu hanya diam berdiri di situ saja.'' Bentak Mom Siska tertahan. Dia tidak ingin pertemuan pertama nya dengan menantu nya yang terkesan buruk.