MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab48


__ADS_3

✋✋✋Hai para pembaca cerita MARRIED YOUNG yang setia.


MOMY SIU mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. 🙏🙏🙏


AUTHOR MOMY SIU juga meminta maaf jika ada kata - kata yang menyakiti pembaca MARRIED YOUNG.di bulan yang suci ini kita saling memaafkan kan.


JANGAN LUPA LIKE, FAVORID, KOMEN DAN VOTE. UNTUK SEMANGATIN AUTHOR NYA.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN.


🍃


🍃


🍃


MAAF JIKA ADA KATA-KATA YANG TIDAK ENAK DI BACA.


Sedari awal Kia mekangjag masuk Hotel, gerak gerik nya tidak lepas dari mata hazel milik Kenzo Mahesa.


Raga nya memang berada di panggung, yang sibuk sedang berjabat tangan. Sama para tamu undangan yang mengucapkan selamat sebelum meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


Berbeda lagi, isi di dalam kepala nya yang di penuhi dengan satu nama. Kiana Maulia, yang sedari tadi duduk dan di meja yang sama dengan Digo pratama. Digo yang tidak kalah tampan dari nya. Di tambah lagi latar belakang nya juga tidak kalah oke sama diri nya.


''Apa kah Kenzo bisa di bilang lagi cemburu. ?'' Jawaban nya, iya dia lagi Cemburu. Di tambah lagi Kenzo melihat adegan Digo sedang memeluk Kia yang lagi terjatuh, wow.


''Sial, mencari Kesempatan.'' Geram Kenzo mengepalkan ke dua tangan nya yang begitu erat, sampai urat nya kelihatan memerah.


Persetanan, kalau semua orang pada tau, tentang hubungan nya dengan Kia nantinya.


Yang terpenting sekarang, menolong Kia dari laki-laki lain, yang mencari kesempatan. Dengan gerakan cepat Kenzo melesat turun dari panggung menuju di mana Kia terjatuh.


''Lepaskan dia,'' Teriak nya lalu menarik Kia ke dalam pelukan nya.


Semua mata tertuju ke pada Kenzo atas perbuatan nya. Pertanyaanan demi pertanyakan sudah siap Kenzo akan dengarkan nanti.


'-Auw sst sakit,'' Uawab Kia meringis menahan sakit.


''Baiklah,''


Lalu menggendong Kia keluar dari Hotel, menuju Parkiran yang tak begitu jauh. Kenzo tidak memperdulikan semua orang yang sedang menatap nya dengan mata tajam nya. Kenzo juga mengabaikan teriak-teriakan yang keluar dari bibir Aurel dari atas panggung dana.


Di saat Pak Andre yang ingin berbalik arah menuju ke luar Hotel. Belum dia sempat melangkah, terpaksa harus berhenti saat mendengar.

__ADS_1


''Apakah, kamu tak ingin menyapa seseorang yang duduk di kursi roda ini. ?''


Pak Andre menoleh sekilas, ke arah seseorang yang duduk di kursi roda. Yang berjalan mendekat ke pada nya dengan bantuan seseorang di belakang nya. Yang mengingatkan kembali, apa yang terjadi di masa lalu.?


Huuhf


''Maaf Tuan, sepertinya kita tidak saling mengenal, dan ada yang lebih penting dari pada menyapa kalian tuan, saya permisi.''


''Ayo, Al!'' Baik Pa, saya permisi juga tuan.? Pamit Aldo.


''Ini hanya sekedar ke salah faham an saja. Ini perlu di lurus kan, kak Andre Sanjaya.


Deg


Andre Sanjaya, Kak.


''Ada apa ini, sebenar nya. ?''batin Aldo


Aldo menoleh ke papa Andre, dengan penuh tanda tanya.


Yang di toleh hanya terdiam di tempatnya, tanpa berniat menjawab maupun bergerak melangkah keluar dari tempat ini.

__ADS_1


''Itu sudah berlalu, tidak perlu di bahas lagi. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, yang sekarang, biarlah yang sekarang. Melangkah Keluar dari City Hotel dengan langkah tergesa-gesa.


Saat ini pikiran nya tengah tertuju kepada putri nya, yang di bawa oleh rekan bisnis nya. Sejak kapan putri nya kenal seorang pengusaha yang terlihat begitu dekat. Apa lagi saat ini rekan bisnis nya memiliki seseorang wanita.? Apakah putri nya menjadi orang ke tiga yang ingin merusak hubungan milik orang lain.


__ADS_2