MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab112


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk memberi restu kepada putri nya, kini mereka sudah berdiri di sekitar Pak Andre yang berbaring di bed hospital tersebut. Untuk memperjelas lagi hubungan pernikahan mereka berdua yang mau di bawa kemana.?


Dengan kesunyian yang sedari tadi melanda di ruang yang mendominasi warna putih tersebut. Dan hanya terdengar detak jarum kecil yang selalu berputar di telinga mereka.


Di tengah malam seperti ini kebanyakan pasien untuk beristirahat. Menyambut esok hari dengan tubuh lebih baik lagi untuk mempersiapkan kepulangan ke rumah masing-masing. Bagi yang di perbolehkan untuk pulang dengan jaminan sehat dan tidak ada keluhan yang dirasakan oleh pasien.


Berbeda lagi di ruang inap Pak Andre Sanjaya yang mendominasi warna putih tersebut. Semenjak kedatangan anak-anaknya dan kedatangan sang menantu nya. sejak sore tadi, selalu menegang dengan susana yang mencengkam menguasai ruangan yang mendominasi warna putih tersebut.


''Aku, aku merestui kalian berdua dengan satu syarat.'' Suara Pak Andre memecahkan keheningan ruangan yang mendominasi warna putih tersebut.


Aldo dengan Kiana terkejut, dan juga berpikir. Semudah itukah Papa nya memberi restu kepada nya.


Berbeda lagi dengan Kenzo yang sudah mengetahui nya sejak tadi. tidak dengan satu syarat yang di ajukan sekarang ini. Kira-kira syarat apa lagi yang di ajukan oleh Papa mertua nya ini.?


Kenzo hanya mengetahui syarat untuk bisa memperjuangkan putri nya saja.


''Satu syarat,'' Kenzo mengerutkan kening nya beberapa waktu. 'Syarat apa lagi Papa mertua ingin kan.?'' Ucap Kenzo yang penasaran.


''Hubungan kalian tetap seperti semula, sebelum lulus sekolah, dan Daddy mu juga harus sudah memberi lampu hijau kepada putri ku. Sebelum kalian berdua menjalani pernikahan sesungguhnya, dan satu hal___''


''Aku setuju dengan syarat yang Papa mertua ajukan.''


''Suka sekali memotong ucapan ku yang belum selesai. Tidak seperti Tuan Kenzo yang ku kenal selama ini.'' Sindir nya.

__ADS_1


Kenzo yang mendengar sindiran dari Papa mertua terkekeh pelan. ''Ini lah aku asli nya Papa mertua, berbeda lagi saat di luaran sana yang harus menjaga image. Memperlihatkan kita memiliki kepribadian yang tenang dan berwibawa. Papa mertua pasti nya sudah tahu bukan, di kala dalam urusan pekerjaan.''


''Hmm, bisa aku lanjutkan tuan Kenzo yang terhormat.'' Kesalnya.


Kenzo tertawa ringan, ''Ayolah Papa mertua, tidak senang kah memiliki menantu seperti diriku ini.'' Bangga Kenzo.


''Terserah, apa yang kau ucapakan.? yang inti nya, kamu tidak boleh melibatkan putri ku dengan masalahmu bersama wanita yang sudah kau lamar kala itu. Kalau sampai aku mendengar nya, yang kini lampu hijau akan menjadi lampu merah. Apa kau mengerti tuan Kenzo Mahesa.?'' Ancam nya.


''Aku mengerti Papa mertua.''


🍃


🍃


🍃


SATU MINGGU KEMUDIAN.


Satu minggu telah berlalu, Pak Andre telah pulang ke rumah. Tiga hari yang sudah di tentukan oleh Dokter yang menangani nya selama Pak Andre di rawat inap di Rumah Sakit.


Sedangkan Kiana, pulang pergi dari rumah utama yang berada di Kota A setiap harinya. Dengan di antar jemput oleh sopir pribadi milik Papa Andre.


Dan untuk perihal pernikahan nya bersama Kenzo, seperti semula sebelum dapat restui dari Papa Andre. Ada jarak yang memisahkan mereka selama Ujian akhir sekolah telah berlangsung. Kenzo juga tidak berani melanggar aturan yang di ajukan oleh Papa mertua selama Ujian berlangsung.

__ADS_1


Kini Kenzo sedang fokus berusaha membujuk ke dua orang tuanya. Untuk menggagalkan keinginan nya, yang akan mengirim dia ke luar Negeri. Untuk melanjutkan Pendidikan nya di sana yang terbilang bagus.


Bukan nya Kenzo memiliki IQ yang tinggi, namun bagi Daddy nya itu belum apa-apa sebelum mendapat gelar dari University dari luar Negeri.


MALAM HARI DI MEJA MAKAN.


''Ayolah Pa, pendidikan di Indonesia tidak kalah bagus nya yang ada di sana. Buktinya semua orang tidak harus melanjutkan pendidikan nya di luar sana juga, meskipun mereka memiliki banyak uang.''


''Keputusan ku sudah bulat Ken, tidak bisa di tawar lagi.''


''Ayolah Mom, masa Mom ingin berjauhan sama putra Mom satu-satu nya ini, yang ganteng ini, tidak merindukan putramu ini kah. Rindu itu sangat berat loh Mom.'' Bujuk Kenzo beralih memelas ke pada Mommy nya.


''Kalau rindu sama kamu, tinggal mendatangi mu ke luar Negeri, sayang. Sekalian Mom bisa jalan-jalan, berkeliling ke luar Negeri.'' Ujar Mom Siska senang dan santai.


''Terserah, Mom sama Daddy deh.'' Ucap Kenzo lesu. ''Aku sudah kenyang, aku ke kamar Mom, Dad.'' Pamit nya berlalu ke arah anak tangga.


''Mas yakin,''


''Yakin, dong Mom. Supaya Putra mu lebih dewasa lagi dalam pemikirkan sesuatu. Tidak mudah membina rumah tangga yang belum memiliki kedewasaan yang cukup matang. Sebelum mereka tinggal bersama, lebih baik di pisahkan dahulu sebelum tinggal satu atap. Kita bisa melihat, sampai mana cinta mereka bertahan.''


''Putramu juga kali Mas, yang bikin tanpa jeda.'' Kesalnya.


''Oh, iya Mas Lupa. Bagaiman kita ulangi lagi biar Mas tidak lupa,? sayang.'' Dengan mengedipkan sebelah matanya kearah Mom Siska.

__ADS_1


''Issh, apaan sih Mas. Ingat ya, Mom ini masih tanggal merah.''


''Yaaah, gagal.''


__ADS_2