MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab144


__ADS_3

''A aku, ''


''Hmm, apa boleh, ?''


Kia menggigit bibir bawah nya, ada gelayar aneh mulai merambat ke seluruh saraf dan aliran darah nya.


Kia meremang, kala ujung lidah Kenzo yang kasar menyapu permukaan kulit punggung nya ke arah bawah menuju perut nya.


''Sayang,?'' Suara serak Kenzo membuat Kia tak mampu untuk menolak nya. Pada akhir nya Kia menganggukkan kepala nya pelan.


Sejujur nya Kia ingin menolak nya, saat mengingat bagian intim nya yang masih terasa perih dan nyeri. Namun Kia juga tidak enak untuk menolak nya, apa lagi suaminya sudah terbakar gairah nya.?


Toh tadi malam dia sudah meminum pencegah kehamilan untuk sementara, selama kita berdua masih tinggal terpisah. Jadi dia tidak perlu khawatir lagi soal tersebut. Dan dia ingin melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri yang nurut sama suaminya saat ini.


''Terima kasih sayang, '' Ucap nya seraya ingin memulai nya.


Dengan perlahan Kenzo mengungkung Kia di bawah nya. Dengan gerakan lembut, bibir Kenzo melu mat, meng hisap bibir bawah Kia istri nya yang sudah bengkak karena ulah nya semalam.


Satu tangan nya berada di atas kepala istrinya. Untuk memegang kedua tangan istri nya. dengan satu tangan yang lain. Mere mas secara bergantian dua benda kenyal yang di depan mata. Tidak lupa bagian ujung benda kenyal tersebut, sudah berada di dalam mulut nya.

__ADS_1


Ahhh


"Kenapa kedua tangan ku kau pegang Ken.? " Dengan suara tertahan Kia mulai mengeluh.


''Tangan mu selalu menghalangi nya tadi sayang.''


''Karena aku belum sikat gigi Ken, aaahh ma sih bau.'' Suara Kia terbata-bata. merasakan bagian bawahnya sudah sesak di masukin milik suaminya tanpa memberi tau.


Kia meringis, ''Kenapa masih terasa sakit Ken. ?'' Membuat Kenzo berhenti sejenak, ''Maaf, '' Bisik nya yang merasa bersalah.


''Hmm, lanjutkan aja sayang.!'' Ucap Kia, yang merasa bersalah dari ucapan nya tadi.


''Seriously, ''


''Yes, ''


Ponsel milik Kia berbunyi di dalam tas kecil yang berada tidak jauh dari mereka berdua.


''Lepas sayang, biar aku cek dulu. Siapa yang menghubungi ku. ?''

__ADS_1


''Tidak bisa, sudah berada di dalam, nanggung sekali, sayang.'' Protes Kenzo.


''Bukan itu, '' Ucap Kia , dengan kedua mata nya mengarah ke bawah sana yang sudah siap keluar masuk kedalam. ''Lalu,'' Heran Kenzo menyipitkan sebelah mata nya.


''Kedua tangan ku, yang masih kau pegang.'' Membuat Kenzo cepat melepaskan kedua tangan Kia yang dia pegang.


''Nah, gini kan bisa di gunakan untuk mengangkat ponsel ku.'' Meraih ponsel di sebelah nya.


''Bagaimana dengan ini? Apa bisa di lanjut kan.?'' Tanya Kenzo berharap, tidak mungkin kan, dia harus menunggu sampai sang istri selesai mengangkat ponsel nya. Bisa-bisa di bawah sana nanti nya, sudah melemas dan tidak mempunyai semangat empat lima lagi, seperti sekarang ini, cemas Kenzo.


''Aurel, '' Lirih nya.


''Kenzo menatap lekat manik istrinya, ''Aurel, Aurel ngapain? Menghubungi kamu. ?''


''Mana Aku tau. ?''


''Terserah, bisa di lanjut, sayang.?'' Tanpa menunggu jawaban nya, Kenzo mulai Mengulum pu***g nya, me re mas, meng hisap sampai meninggalkan bekas merah di bagian dada istri nya.


''Aauuw sss pelan-pelan, jangan terlalu banyak Kenzo, nanti bisa merah semua.'' Protes nya.

__ADS_1


''Iya, hanya satu kok, '' Membuat Kia males mendengar nya. ''Satu bagaimana, ? Tidak lihat kah di dada ku ini merah semua. '' Kesal nya.


''Iya, iya,'' Kenzo tersenyum Pepsodent. ''Tidak lagi deh, ''


__ADS_2