
Setelah Kenzo memutuskan untuk berbagi masalahnya ke pada Kia. Malam ini Kenzo mengajak Kia ke Apartemen nya. Tempatnya lebih nyaman untuk menjelaskan pokok masalah yang ia hadapi sekarang ini.
Tifak mungkin kan mengajak nya ke cafe atau ke sebuah Club malam. Dan ini juga, pertama kali nya Kenzo mengajak seorang cewek ke Apartemen nya selain sang Mom. Yang sering datang ke Apartemen dengan alasan, kalau Mom kangen ke padanya.
Mulqi malam ini ia ingin terbuka sama Kia, termasuk dengan pertunangan nya, yang akan di gelar minggu depan. Dengan begini, dia berharap Kia mau mengerti. Dan masih mau bersama dengan nya.
Sekarang ini mereka berdua duduk berdampingan di sofa ruang tamu Apartemen nya.
Sudah setengah jam berlalu, mereka berdua masih sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Tiba - tiba suara Kia terdengar di telinga nya, dan membunyarkan lamunan Kenzo Mahesa.
''Kak, bukan nya tadi ada yang perlu di bicarakan, antara kita berdua yang kata nya begitu penting. Hingga kak Kenzo mengajak ku ke sini.'' Tanya Kia di sela-sela ia menguap karena ngantuk. Kia melirik sekilas jam yang di pakai Kak Kenzo. Ini sudah jam dua belas lebih Kak, Kia sudah mengantuk.'' Kia sudah mengeluh.
Kenzo menarik nafas nya dalam, sebelum dia angkat bicara.
''Kalau aku, aku akan bertunangan minggu depan.'' Akhir nya lolos juga kata-kata itu keluar dari mulut nya.
''Maksud nya'' Kia menoleh menghadap kak Kenzo, Kia masih bingung dengan kata tunangan. Siapa yang akan bertunangan? Batin Kia.
__ADS_1
''Iya, bertunangan dengan Aurel.'' Jawab Kenzo dengan membalas tatapan dari Kia.
''Jadi beneran, kalau kamu memiliki hubungan dengan Aurel. Ku kira itu hanya sebuah gosip semata.''
''Lalu''
''Lalu.'' Ulang Kenzo dengan mengerutkan dahi nya.
''Iya, lalu kenapa kakak memberitahuku.?''
''Apakah kamu tidak akan marah.? Kalau aku akan bertunangan dengan Aurel.'' Jawab Kenzo dengan muka berubah sendu. Ayolah Ken, apa yang kamu harapkan dari nya. yang sudah jelas-jelas tak mau berjuang denganmu di pernikahan ini, batin Kenzo.
''Kak Kenzo juga menginginkan pernikahan ini, sampai kak Kenzo mengesah kan secara Negara. Lalu kak Kenzo juga menginginkan bertunangan dengan Aurel. Aku tidak tau jalan pikiran kamu Kak.'' Sebisa mungkin Kia mengontrol emosinya.
''Aku tidak menginginkan bertunangan dengan Aurel. Masalah ini yang membuat aku kacau, sampai-sampai mendatangi kamu tengah malam begini Ki.'' Ucar Kenzo menjelaskan.
''Aku tidak ingin, kalau kamu mendengar nya dari orang lain. Dan juga, aku tidak ingin kamu salah faham dengan ku, Kiana Maulia Sanjaya.''
''Aku di jodohkan dengan Aurel hanya sebuah balas budi. Papa nya Aurel yang telah menolong Dad ku, di saat Dad Kecelakaan itu terjadi. Bukan nya itu sudah tugas nya seorang Dokter kepada pasien nya.''
__ADS_1
''Ini tidak adil untuk ku Ki, aku berhak menentukan siapa yang pantes yang berada di sisi ku.'' Memegang tangan Kia lalu menggenggam dengan gerakan lembut.
''Bukan nya kamu sudah berjanji, mau mengerti posisiku sekarang. Tatap mata ku, Ki.'' Dengan gerakan pelan tangan Kenzo sebelah kiri, meraih dagu Kia untuk menatap balik mata hazel nya.
''Aku janji tidak akan pernah menodai pernikahan ini.''
''Ku pegang kata-kata mu kak, dari awal kamu yang sudah menarik aku untuk menjalin hubungan ini dengan serius. Jadi lah lelaki yang sejati dimana cukup dengan satu wanita. Dan bisa juga di pegang dengan kata yang keluar dari mulut kamu.'' Tutur Kia yang bergerak pelan memutuskan pandangan nya ke arah lain.
Dengan gerakan pelan juga, Kia. Menyandarkan punggung nya ke sofa belakang nya.
''Terimakasih, dan ku pastikan aku akan menjadi lelaki sejat,i seperti apa yang kamu inginkan.''
''Mari Kak kita berperan sebagai semestinya. Tudak dengan satu hal__'' Kia menjeda ucapaan nya. Tiba-tiba lidah Kia merasa kelu, mengucap kan sesuatu yang di rasa memalukan.
''Satu hal, satu hal apa. ?''
''Satu hal yang di lakukan suami istri di atas ranjang.'' UcapKia, tiba-tiba pipinya memerah menahan malu.
Kenzo tersenyum saat melihat muka Kia memerah. Disaat berujar hubungan istri di atas ranjang justru terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
''Tidak masalah, berarti yang lain nya boleh bukaaan.'' Kenzo mengerlingkan satu matanya untuk menggoda Kia.