
Kenzo menjatuhkan tubuh nya di sebelah isterinya. berlalu memeluk dengan erat sesekali mengecup punggung istrinya yang masih mengatur nafas nya yang naik turun.
"Apa kau masih di sana?" Tanya Aurel dari seberang..
Kia berusaha menormalkan kembali deru nafas nya yang masih naik turun. "Iya, aku masih ada di sini. Tadi mau ngomong apa dengan ku Re.? "
"Oh, i itu a ku mau nanya dengan kamu soal, Digo.? " Gugup Aurel, yang masih ragu untuk bertanya kepada Kia soal Digo.
"Digo, ada apa dengan Digo.? " Lirih nya. Ketika Kenzo sudah memberi sebuah kode. Dari gerakan jemari nya di bawah selimut.
"Dia tidak apa-apa, hanya saja dia___"
''Dia kenapa, hubungan mu dengan nya masih baik-baik aja, kan?''
Aurel menarik nafas nya dari dalam begitu banyak, berusaha mengeluarkan dari dada nya yang begitu sesak. Saat mengingat kembali hubungan nya dengan seorang Digo Pratama. Lelaki yang terbilang sukses dan kaya. Bisa di sebut kaya karena dia seorang putra tunggal tanpa bersaudara dari Devan Pratama dengan Shinta Pratama pemilik Hotel D,P.
''Iya, baik-baik aja, aku cuma mau nanya ke kamu, selain dia pergi ke Club, Digo sering main kemana ya.?'' Lirih nya dan hampir tak terdengar.
''Sedang berantem, ''
''Hmmm, I iya. ''
Sebelum menjawab nya, Kia menggigit bibir bawah nya beberapa waktu. Kia masih mengingat -ingat kembali di masa lalu nya.
Sepengetahuan Kia, Digo sahabat baiknya, memiliki hobi balapan liar tanpa sepengetahuan dari kedua orang tua nya.
__ADS_1
''Aku sudah memesan sarapan pagi kita, sayang.'' Bisik nya pelan dengan nada sensual.
'''Makasih sayang, Cup, '' Kia mengecup punggung tangan suami nya.
''Itu tidak perlu, memang itu sudah kewajiban ku seorang suami.'' Merapatkan kembali tubuh polos nya kepada Kia istri nya.
''iya, iya, sayang ku.'' Gemas Kia.
''Bisakah kau langsung menjawab nya Ki, Dan satu lagi, bukan nya Kenzo berada di luar negeri, lalu saat ini, kau bersama dengan siapa,? Jangan bilang kau ini sedang bermain serong, ya '' Sinis Aurel.
'''Tidak Aurel,''
''Terus, ''
''Ya, sama dengan suami ku lah.''
Membuat Kia mulai menghitung sudah berapa lama dia meninggalkan Negara Indonesia. ''Mungkin sekitar lima atau enam hari, dan kalau tidak salah, tiga hari lagi aku harus pulang ke Indonesia. ''
''Oh, gitu. Terus gimana dengan pertanyaan ku tadi.?'' Membuat Kia terdiam, apa mungkin, Digo terjun kembali dengan balapan liar nya.?
''Ki, '' Panggil Aurel.
Kia tersentak kaget, ''Eh, iya. Hmm gini Rel, sebenar nya Digo mempunyai hobi yang sulit untuk di tinggalkan. Setau aku, beberapa bulan ini dia hampir tidak pernah ke sana deh.'' Pikir Kia.
''Emang apa hobi nya.?'' Membuat Aurel iri kepada Saudara nya. Yang disini sebagai tunangan nya aja tidak tau tentang hobi nya. Sedangkan sahabat nya tau banyak tentang tunangan nya. Bahkan Digo tidak pernah cerita tentang hobi nya itu kepada nya.
__ADS_1
''Hobinya itu balapan liar, bahkan dia dulu pernah menjadi ketua geng. Itu dulu, kamu jangan memandang nya dari satu sisi aja. Satau aku, kalau dia nemiliki masalah yang cukup serius, pelarian nya ke sana.'' Jelas Kia.
''Kamu tau banyak, ya. Tentang keponakan Daddy ku itu.'' Berlalu pergi ke kamar mandi dengan telanjang bulat.
Blus, Pipi Kia memerah dengan cepat memejamkan kedua mata nya. ''Dasar tidak tau malu.'' Umpat nya. membuat Kenzo tersenyum tipis, berbalik arah menatap Kia istri nya yang memejamkan kedua mata nya. ''Tidak perlu kau menutup mata, semalam aja sudah melihat nya, bahkan sudah merasakan betapa tangguh nya di atas ranjang. Di tambah lagi dengan komentar nya, milik kamu itu yang kebesaran Ken,'' Ledek Kenzo dengan meniru gaya bicara istri nya.
''Cukup Ken, bikin malu, Tidak perlu di jelaskan lagi, bisa tidak.'' Rajuk nya dengan muka memerah karena malu.
Aurel yang mendengar nya, sudah salah tingkah sendiri. ''Sial, '' Umpat nya. ''Bisa tidak kalian berdua kalau ngomong di jaga. Di sini tuh masih tersambung, ya.'' Kesal nya berlalu menutup telefon sepihak.
Kia dan Kenzo terkejut dan saling pandang beberapa waktu, Kia menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Sedangkan Kenzo terkekeh geli. ''Biarin aja, kita ini kan masih pengantin baru. Masih wajar kan kalau membahas soal begituan.'' Berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Tidak selang lama, bel di rumah Kenzo berbunyi cukup nyaring di telinga Kia.
''Ken, ''
''Iya, '' Jawab nya di balik pintu kamar mandi.
''Seperti nya ada seorang tamu.''
''Iya, aku dengar. Jangan kamu yang membuka, biar aku aja yang membukanya. Aku sudah selesai mandi kok.''
Ceklek
Kia susah payah menelan saliva nya sendiri. Pemandangan di depan mata nya cukup menggoda. Dengan dada yang kotak-kotak, dengan rambut yang masih basah, sampai air nya menetes ke bawah dada menuju perut. Justru menambah keseksian suaminya untuk menggoda iman yang masih terbilang lemah.
__ADS_1
''Iler mu menetes sayang.'' Ejek nya. Membuat Kia bergerak mengusap nya. ''Tidak ada, '' Ha, a ha ha Kenzo tertawa lepas. Membuat Kia melempar salah satu bantal nya. ''Tidak lucu Kenzo oo. '' Teriak nya dengan muka kesal nya.