MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab76


__ADS_3

Kini mobil yang di kendarai oleh Kenzo sudah mulai memelan kecepatan nya. Menepi tepat di depan Rumah Keluarga besar Sanjaya.


Tangan Kenzo mulai bergerak secara perlahan. Dari membuka sabuk pengaman nya lalu beralih ke daun pintu mobilnya. Untuk membuka lebar pintu tersebut. Gerakan tangan Kenzo terhenti beberapa waktu ketika Aurel mengeluarkan suara nya.


''Tidak perlu kau turun Ken! Aku bisa membuka nya sendiri.'' Kata Aurel seraya tangan nya bergerak memastikan barang-barang nya tidak ada yang tertinggal.


''Oh, iya aku hampir lupa. Kamu bisa datang tidak, besok malam aku mengundangmu untuk makan malam bersama di rumah ku.'' Ucap Aurel dengan penuh harap.


''Ups, tidak cuma kamu saja kok Ken. Pasti nya dengan kedua orang tuamu juga.'' Lanjut Aurel lagi.


Kenzo tidak langsung menjawab nya. Kenzo terdiam beberapa waktu sebelum dia menjawab nya. Yang berawal menoleh menatap ke arah Aurel, kini ia beralih menatap Kia yang tidak terlalu jauh dari Aurel.


''Aku akan usahain, kalau tidak ada pekerjaan yang begitu mendadak. Aku akan datang di acara makan malam besok.'' Jawab Kenzo.


''Terimakasih, titip salam ya, untuk Mom Siska.'' Ucap Aurel sambil bergerak keluar dari mobil nya dan berlalu menutup pintunya.


Tanpa menunggu balasan dari Kenzo, kaki Aurel mulai melangkah masuk ke dalam rumahnya tanpa menoleh kembali ke arah belakang.


''Dengan sikap mu sudah membuat ku tersadar, kau berusaha keras untuk menolak perjodohan ini. Apa ini sudah waktu nya,? aku melepaskannya kamu dari perjodohan ini.'' Batin Aurel.


''ini langkah pertamaku untuk melupakan kamu, dari sebutan nama kamu sudah tidak ada lagi embel-embel sebutan kakak. Itu arti nya kita sudah tidak seakrab seperti dahulu lagi. Dan untuk sebutan sayang, aku akan berusaha keras lagi melupakan panggilan itu ke padamu.''


''Baru pulang sayang'' Sapa Papa Alex yang berada di ruang santai sedang menikmati secangkir kopi hitam nya.


''Hmm, iya Pa,'' Tumben jam segini Papa sudah berada di rumah. Batin Aurel dalam hati.

__ADS_1


''Aku masuk dulu Pa, berganti pakaian ini sudah terlihat gerah.'' Pamit Aurel yang sudah naik ke atas lebih dulu. Tanpa mendengar balasan dari Papa nya tersebut.


''Huff, ada apa lagi ini?'' Dari raut wajah Aurel Papa Alex sudah bisa menyimpulkan. Kalau Aurel sedang tidak baik -baik saja.


🍃


🍃


🍃


''Pindah ke depan, aku bukan supir mu yang sedang mengantarkan majikan nya untuk pulang ke rumah.'' Tanpa bersuara, Kia bergerak pindah ke depan, tanpa bersusah-payah keluar dari mobil tersebut. Kenzo yang melihat tingkah Kia istri nya. menggeleng-geleng kan kepala nya pelan.


''Jadi cewek tuh, manis dikit napa atau jaim-jaim gitu?'' Ejek nya.


''Bodo amat, yang terpenting sudah duduk di depan. Kelamaan kalau aku turun dulu baru masuk.'' Jawab Kia cuek, ''Aurel yang manis saja, tidak pernah kau puji tuh. apa lagi mau bersama orang nya.'' Lanjut nya lagi.


''Iya, ya, ya rasa itu sudah ada yang punya. ''


''Pintar,'' Puji Kenzo sambil menarik hidung mancung milik Kia.


🍃


🍃


🍃

__ADS_1


MAKAN MALAM RUMAH ALEX


Kebiasaan Keluarga Sanjaya kalau sedang berada di meja makan. Tidak ada yang berani bersuara. Mereka makan malam dalam diam, keheningan yang menguasai ruang makan tersebut.


Mereka bertiga menikmati makan malam nya dengan khusyuk. Dengan di layani oleh seorang pelayan wanita paru baya.


20 Menit


''Hmm, Pa.'' Panggil Aurel seusai makan. Lalu tangan nya bergerak menghapus sisa-sisa makanan di sudut bibirnya.


''Tadi siang aku mengundang Kenzo sama keluarga nya, untuk makan malam bersama di rumah kita. '' Ucap Aurel dengan nada serius.


''Kapan?''


''Besok malam!''


''Ada masalah apa lagi?'' Kini Opa ikut bertanya.


''Selalu tebakan nya benar"


''Hmm, aku ingin memutuskan hubungan yang tidak ada cinta di dalam nya.'' Jawab Aurel dengan menundukkan kepalanya.


''Kau nyakin, ingin mengakhiri semua nya begitu saja. Oni sudah setengah permainan loh. Apa kau tidak akan menyesal di kemudian hari?'' Ucap Alex menaikan sebelah alis nya.


''Betul banget tuh, nanti kamu tidak mau keluar dari kamar seminggu lagi!'' Sindir Opa nya.

__ADS_1


Huuffh, Aurel menarik nafas nya dalam-dalam, sebelum memberi jawaban itu.


''Keputusan nya selalu tidak ada yang mendukung nya, dari dulu sampai sekarang selalu salah. " Batin nya.


__ADS_2