MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab77


__ADS_3

dengan perlahan Aurel mendongakan kepala nya, berlalu menatap kedua laki-laki yang berbeda usia di depan nya ini. Sebelum Aurel menjawab nya, dia terdiam beberapa waktu untuk menghilangkan rasa gugup nya saat ini.


''Aku sudah yakin, Pa. Ini sudah keputusan aku.'' Yakin Aurel.


''Aku akan berusaha ikhlas dan dewasa, Opa. Tidak akan mengurung diri lagi di kamar seperti dulu.''


''Maaf, selama ini aku sudah merepotkan Papa sama Opa.'' Ucap Aurel dengan berusaha menahan air mata nya. Dia tidak boleh menangis di depan Opa sama Papa nya saat ini.


''Ada apa dengan mu,? Aku pikir muka mu terlalu pucat. Apakah kamu sedang sakit.?'' Tanya Papa Alex menyentuh kening Aurel.


''Tidak panas, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari aku? Sesampai kau ingin memutuskan perjodohan ini. Bukan nya kau cinta banget sama Kenzo.? Lalu, apa yang membuatmu berubah pikiran.?''


''Jawablah Aurel!''


Aurel masih diam membisu, tanpa ingin menjawab nya


''Hmm, aku sudah berulang kali memberitahumu sayang. Kalau ada masalah cerita kan kepadaku.'' Kata Alex dengan suara lembut nya. Karena Aurel masih enggan untuk menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.


''Jujur, aku dulu tidak pernah menginginkan kamu untuk lahir di keluarga besar ku. Tapi, bagaimana pun kau adalah putri dari putra ku Alex.? Kami menginginkan juga kebahagian kamu Aurel.'' Ucap Opa Abraham dengan bijak.


''Maaf, kalau aku sering mengeluarkan kata-kata yang begitu kasar terhadap kamu. Yakinlah, dari dalam lubuk hati ku, kau tetap cucu ku dengan marga Sanjaya belakang nya.'' Lanjut nya.


''Berikan alasan yang kuat untuk kita, supaya kita bisa memberi support ke pada kamu.'' Kata Opa penuh nada penekanan.

__ADS_1


''Terimaksih, banyak Opa!''


''Dan tidak ada alasan yang kuat Opa, yang ku berikan. Ini murni dari pikiran ku sendiri yang ingin mengakhiri semua ini. Sedari awal aku yang memaksanya, jadi sekarang aku ini minta tolong Pa, kabari lagi Keluarga Mahesa dengan secara langsung.'' Mohon Aurel beralih menatap Papa Alex.


''Baiklah, aku dukung semua yang kau ambil. Aku yakin itu pilihan mu yang terbaik.''


''Ku pikir, kau butuh waktu yang begitu banyak untuk beristirahat. Jadi masuklah ke dalam kamarmu sekarang. Jangan lupakan, untuk memikirkan kembali lagi dengan kepala dingin dan juga pikiran yang tenang.''


''Baiklah, '' Jawab Aurel dengan tersenyum.


PAGI 6,50 WIB


Pagi ini semua murid pada heboh di depan papan pengumuman. Ada yang senang ada juga yang sedih. Sebab beberapa hari lagi ada Ujian akhir Tahun kelulusan bagi yang sudah kelas tiga SMA.


Hal juga yang di rasakan oleh Kiana, tidak terasa dia sekolah di sini sudah setahun. Dia pikir baru kemarin menjadi murid baru dan sekarang sudah mau lulus saja.


''Door,'' Tepuk Maya dari arah belakang.


''Astaga, May, untung tidak punya penyakit jantung. Kalau punya sudah K' O di sini tahu. '' Kesal Kia sambil mengusap dada nya.


''Maaf, lagian kamu ini ngapain bengong di sini. Tuh, lihat semua murid sudah pada masuk ke kelas nya masing-masing.'' Tunjuk Maya segala arah.


''Oh iya ya, kenapa tidak terdengar ditelinga ku.'' Jawab Kia dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.

__ADS_1


''Karena kau sedang ngelamun di sini'' Ejek Maya.


''Ayo, kita masuk.! Sampai kapan kau mau berdiri di situ.''


''Iya, ya May. '' Jawab Kia ikut melangkah ke arah kelas nya.


JAM ISTIRAHAT


''Ki, '' Panggil Aurel.


''Iya, ada apa Rel?''


''Dimana Kenzo?''


''Aku tidak tau, mungkin dia berada di kantin. '' Jawab Kia.


''Ya sudah, aku titip ini ke padamu, tolong kasih ke Kenzo, ya.''


''Tapi, ''


''Ayo lah, kali ini aja, ya!'' Mohon Aurel, karena saat ini Aurel berusaha menghindar dari Kenzo.


''Baiklah, '' Jawab Kia.

__ADS_1


''Makasih, '' Jawab Aurel berlalu pergi.


''Aneh, tidak biasanya dia bersikap begitu.'' Gumam nya.


__ADS_2