
MAAF BARU UP HARI INI, SEBAB KEMARIN MALAM LAGI SHOLAWATAN SAMA HABIB ALI ZAINAL ABIDIN. MAKLUM YA KAK.
...****...
Dengan mata fokus ke depan, melihat pemandangan yang cukup indah dari balkon kamarnya. Di sore hari ini pemandangan nya memang betul indah. Entah apa yang membuat nya indah? Hal ini tidak terjadi seperti biasanya. Apa mungkin alam semesta sedang ingin menghibur nya saat ini.? Pikir nya
Aurel saat ini yang sedang merenungi semua perjalanan hidup nya, dari dulu sampai sekarang.
Aurel juga belum keluar sama sekali dari kamar nya. Sejak dia pulang dari sekolah tadi siang sampai dengan menjelang sore hari. Aurel masih betah di dalam kamar nya, yang dimana posisinya sekarang berdiri di atas balkon kamar milik nya. Yang di temani oleh jus sama makanan keringnya kesukaan nya. Yang di antar oleh pembantu nya beberapa waktu yang lalu.
Perkataan sang Papa kemarin malam, membuat nya terngiang-ngiang di kepalanya.
''Apa kamu bisa, melepaskan Kenzo dari dalam hatimu? Bukannya kamu itu sudah cinta mati sama Kenzo.? Apa kamu sanggup kehilangan Kenzo untuk selama-lamanya.?'' Kata Papa Alex.
''Kamu belum tau Pa, kalau mencintai seseorang tanpa di balas itu sangat menyakitkan. Belum juga kalau Kenzo tau, aku ini sudah tidak suci lagi, aku tidak mau Kenzo bertambah benci lagi kepada ku, Pa.'' Bela nya Aurel.
''Aku nyakin, keputusan untuk membatalkan perjodohan ini memang yang terbaik.''
''Setelah ini, aku akan lebih fokus lagi dengan sekolah ku saja. Aku ingin jadi wanita yang sukses dan bisa mencari uang dengan hasil kerja kerasku sendiri. Melupakan masa lalu, itu harus, bangkit untuk masa depan nanti.'' Gumamnya semangatin diri-sendiri.
__ADS_1
SKIP 19,30 Menit
Mobil yang di kendarai oleh Keluarga besar Kenzo Mahesa. Sudah berhenti tepat di depan rumah Keluarga besar Sanjaya.
Detak jantung Kenzo selalu berdetak lebih kencang dari biasa nya. Pikiran nya sudah bercampur menjadi satu. Dan ada dua kemungkinan yang akan terjadi di dalam nanti. ''Melanjutkan atau membatalkan, kalau membatalkan itu rasanya tidak mungkin.'' Batin Kenzo.
''Kenapa muka mu se masam itu?Tidakah kau happy berkunjung ke rumah calon mertua mu itu.'' Cibir laki-kaki tersebut.
''Jangan mengejek ku ya!'' Kesal Kenzo.
''Ken, ayo turun! Sampai kapan kau akan berdiam di dalam mobil?'' Panggil Daddy Bagas.
''Dan kamu, jangan menggoda Kenzo terus menerus'' Kesal juga Daddy Bagas.
''Siap, Om Bagas.''
Handphone Kenzo bergetar, di dalam saku celananya. Kenzo segera merogoh dengan satu tangan nya membuka pintu mobil nya.
Calling Istriku..
__ADS_1
''Akhirnya dia hubungi aku juga, setelah tadi dia menghubungi nya tidak bisa.'' Yang berakhir Kenzo hanya mengirim pesan melalui chat saja, yang isi nya minta di hubungi balik.
''Hallo sayang, kenapa handphone kamu, sedari tadi tidak bisa di hubungi?'' Keluh Kenzo.
''Maaf Kak, tadi handphone ku lowbat. tidak kuat buat mengangkat panggilan dari Kakak.'' Sesal Kia.
''Ok, kamu dimana sekarang?''
''Di rumah lagi belajar, sebentar lagi kan ujian. Memang nya ada apa Kak,? menyuruh aku menghubungi balik.''
''Baguslah, jangan keluyuran yang rajin belajarnya. Tidak ada apa-apa? Aku cuma kangen istriku saja.'' Dengan begini aku lebih tenang, kamu memang bisa mengobati kegelisahan ku sedari tadi, Batin nya.
''Ck, aku ini tidak pernah keluyuran yang tidak jelas, ya.'' Bela nya.
''Iya' ya, ya sayangku. Aku percaya kok sama kamu'' Jujur Kenzo tersenyum lebar.
''Ya sudah aku tutup dulu ya bye, emuah '' Ucap Kenzo sebelum terputus.
Didalam rumah Sanjaya kedua orang tua Kenzo saling berjabat tangan dengan Opa Abraham dan Pak Alex, selaku tuan rumah. Kemudian di susul oleh ponakan laki-laki Daddy Bagas.
__ADS_1
''Kenzo kemana?'' Daddy Bagas bertanya sama ponakan nya itu.
''Masih di luar Om, lagi menerima telfon tadi.'' Jawab laki-laki tersebut.