
Hari berganti hari, seminggu sudah berganti. Tak terasa hari pertunangan Kenzo dan Aurel sudah di depan mata.
Di sebuah kamar Presidential suite room, yang seharga sekitar 5.000-13.000 AS setara dengan Rp 65-170 juta permalam. Kenzo berjalan ke sana kemari dengan raut wajah yang tegang. Degup jantung nya berdetak dengan cepat, hingga membuat dada nya sesak.
''SIAL'' kenapa tidak bisa di hubungi?''
''Ayolah Ki, jangan bikin aku merasa bersalah seperti ini. Emang kebenaran ini sudah salah.'' Gumam Kenzo.
Kenzo sudah berulang kali menghubungi kontak milik Kia, sedari tadi. Namun naas, tidak satu pun tersambung. Kenapa seperti ini,? bukan nya kamu bilang, mau mengerti posisi ku saat ini.'' Lirih nya.
Semenjak di Apartemen beberapa hari yang lalu. Hubungan nya sama Kia membaik layak nya suami istri sungguhan. Emang suami istri sungguhan seperti apa? Yang tidak satu atap, tidak satu ranjang, apakah seperti itu?
Hahh
π
π
π
Berbeda suasana kamar Presidential Suite room milik Aurel Sanjaya, yang terlihat sangat bahagia, senyum di bibir Aurel tak pernah luntur sedari tadi.
__ADS_1
''Akhir nya, keinginan ku tercapai juga. Tidak sia-sia selama ini bersabar dengan sikap nya Kenzo yang terkesan cuek.''
''Semua orang akan tau siapa diriku? kalau aku ini, calon istri seorang Pengusaha yang sukses di Kota ini. Siapa lagi kalau bukan Kenzo Mahesa.? Yang memiliki rupa begitu tampan, cerdas dan di segani di dunia bisnis. Banyak para gadis yang menginginkan di posisi ia saat ini.''
''Oh, putri papa sudah cantik ya. Selamat ya atas tunanganmu saat ini. Semoga acara ini lancar tidak ada kendala apa pun itu.'' Bergerak pelan memeluk hangat putri nya, putrinya bersama Lusi yang sudah meninggal saat melahirkannya.
Meskipun di hasilkan tanpa cinta, namun putri nya itu berhak mendapatkan cinta dari nya. Putri nya tidak bersalah saat itu, yang bersalah iyalah ibunya yang berani berbohong ke pada nya.
Dengan mengaku, kalau dia lagi mengandung anak nya dan notaben nya dia tidak lagi mengandung anak nya saat itu.
Dan sial nya pada malam itu, ia termakan bujuk rayuan nya kembali. Hingga melakukan penyatuan kembali sampai berulang kali. Sampai-sampai menghadirkan sosok Aurel Sanjaya ke dunia ini.
Di kala itu, dia hanya berniat, melakukan penyatuan sekali saja. Untuk sebuah rencana nya berhasil dengan sempurna. Dan kini justru berbalik arah, dia yang justru terjebak dengan wanita itu.
''Itu sudah tugas seorang Papa, untuk membuat Putrinya bahagia, sayang.'' Sesekali mencium kening Aurel dengan penuh kasih sayang.
''Ck, aku di lupakan.'' Kata seseorang yang berada di kursi roda tak jauh dari mereka berdiri.
Seketika Aurel menoleh ke sumber suara lalu.
''Opa a,'' Panggil Aurel seraya melepaskan pelukan nya dari Papa nya.
''Mana mungkin Aurel berani melupakan mu Opa.!'' Dengan manja Aurel melangkah pelan menghampiri Opa nya. Dengan gerakan pelan Aurel mensejajarkan tinggi badan nya sama Opa nya guna untuk memeluk nya.
''Semoga kamu selalu bahagia. Doa ku selalu menyertaimu.'' Ucapan dari Opa Abraham Sanjaya. Membuat Aurel, cepat mengangguk-anggukan kepala nya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
π
π
π
DI RUMAH ANDRE SANJAYA
''Apa sudah siap sayang. ?''
''Sudah Pa, emang ini acara milik siapa Pa? Tumben mengajak Kia, biasa nya juga sama Kak Aldo saja.''
''Hmm, acara ini milik kolega Papa, dia masih muda dan sukses. Kamu harus ketemu sama dia. Supaya kamu bisa menjadi seperti dia kelak. Dan kebetulan sekali di adakan di Hotel milik Papa.'' Lanjut nya.
''Kakak kamu mana, kok turun sendirian. ?'' Tanya nya.
''Sebentar lagi Pa. Dia lagi memasang dasi katanya.''
''Baiklah, kita tunggu di ruang tamu saja. Ayo o ajak Papa Andre. Berjalan beriringan menuju ke ruang tamu.
TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG KARYA INIπππ
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK
DAN BERIKAN LAH SARAN BUAT AUTHORNYA.
__ADS_1