MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab110


__ADS_3

Pak Andre bertanya-tanya pada dirinya sendiri yang cukup membingungkan. Yang pasal nya ini sudah hampir tengah malam dan tidak sepantasnya untuk tamu yang berkunjung. Jam kunjungan tengah lewat beberapa jam yang lalu.


Kalau bukan untuk berkunjung, lalu untuk apa Tuan Kenzo datang kemari,? Setelah tadi siang sehabis dari sini. Kalau alasan nya, dengan ada nya barang yang ketinggalan di sini, seharusnya sudah kembali lagi sekitar satu jam atau dua jam dari dia berpamitan.


Dia sudah pulang tadi sore, kenapa baru sekarang dia kesini.? Kalau di hitung dengan jaraknya, sekitar lima jam dari dia berpamitan. Pak Andre mengulang-ulang pertanyaan nya sendiri sedari tadi.


Pak Andre melirik ke arah samping, yang di mana putri nya berdiri.


Terlihat jelas kalau putri nya terlihat gusar, sejak ke datangan Tuan Kenzo ke ruangan ini.


Apa boleh kalau Pak Andre menyimpulkan tentang mereka berdua ada kaitan nya saat ini.?


Namun Pak Andre menepis pikiran nya berulang kali, kalau Tuan Kenzo adalah bukan suami dari putri nya itu.


''Itu, tidak mungkin.'' Sekian kali Pak Andre menolak tebakan nya itu.


Karena Pak Andre sudah tahu, siapa Kenzo Mahesa itu.? Dan yang paling penting dia juga tahu siapa tunangan nya di kala itu.? Putri dari adik kandung nya sendiri dengan mantan istrinya.


''Kenapa dunia ini begitu sempit.? Tidak mungkin kan, apa yang terjadi pada aku dulu.? Kini terulang kembali dengan putri ku.

__ADS_1


Kalau itu semua benar, apa kelurga Sanjaya tidak akan akur terus-menerus.?


Lalu, kenapa aku belum pernah melihat sosok wanita yang dulu pernah aku cintai.? Tidak dengan sekarang, karena di hatiku sudah di penuh i oleh istriku Maulia.


Tiga orang yang berada di ruang Pak Andre, saling melempar pandangan nya bergantian. Saat mereka bertiga melihat kondisi Pak Andre. Yang tidak bergeming dari tempat nya, dengan tatapan mata lurus ke depan yang terlihat kosong. Aldo terlihat cemas, sama hal nya yang Kia rasakan saat ini. Kia mencoba untuk menyentuh pundak sang Papa dengan tangan yang bergemetaran.


''Pa,'' Panggil Kia pelan, dengan menyentuh pundak Papa nya dari arah samping, dengan gerakan lembut.


Pak Andre terperanjat kaget, setelah ada sentuhan halus pada pundak nya.


''Iya,''


''Benar apa yang di bilang istri ku mer t ua.? Apakah Papa baik-baik saja.? Apa perlu ku panggilkan Dokter yang menangani kesehatan Papa mertua selama di sini.?''


Aldo menatap tajam ke arah adik ipar nya yang tidak tahu keadaan, yang lagi genting seperti ini. Dengan dia seenak udel nya menyebut Papa Mertua yang belum dia menjelaskan pokok permasalahan nya lebih dulu.


''Apa maksud mu dengan panggilan Papa mertua.?''Tanya Pak Andre dengan raut wajah tanpa ekspresi.


''Ekhem,'' Kenzo berdehem untuk menghilangkan rasa gugup nya beberapa waktu.

__ADS_1


Yang tadi nya sudah merasa berani, kini keberanian memudar seketika.


''Maaf mertua, aku tidak bermaksud untuk merahasiakan pernikahan ini. Dan juga tidak bermaksud untuk, tidak meminta restu ke pada Papa mertua sama Kakak ipar.'' Ucap Kenzo yang merasa bersalah.


''Jadi___''


''Aku butuh kronologi nya.'' Potong nya.


''Huuff, aku sama Kia dinikahkan di tempat yang sama, saat kejadian itu terjadi. Putri mu Kiana yang hampir di lecehkan dengan dua preman kala itu. Dan kebetulan sekali saat itu aku melewati jalan di mana putri Papa mau di lecehkan. Entah lah, kalau berjodoh, ada saja jalan nya Papa mertua.'' Ucap Kenzo.


''Hanya dengan Pak Ustadz di Masjid, bukan.''


''Iya, ini masih ada vidio waktu Ahad nikah kita berdua, Papa mertua.''


''Berarti pernikahan itu hanya sekedar pernikahan siri. Jadi kalian berdua bisa berpisah sekarang juga.'' Menatap mereka berdua secara bergantian.


''Tapi sayang nya, menantu Papa sudah mengesahkan secara Negara. Dan bisa di bilang pernikahan ini Sah. Putri Papa Kiana menjadi istri sah aku.'' Geram Kenzo, ''Papa sama anak sama saja pemikiran nya.'' Batin Kenzo menahan amarah nya.


DEG

__ADS_1


''Kau, sudah mengetahui segala nya tentang Keluarga ku dan kau juga telah mencuri tanda tangan ku juga.'' Bentak Papa Andre yang tidak terima dan juga tertahan. karena masih ingat dengan tempat dan waktu sekarang ini.


__ADS_2