MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab62


__ADS_3

''Ah, rasa nya tidak perlu deh kak. Mungkin saja, warna mobil nya yang sama. Kan tidak cuma ada satu warna mobil nya Kak.'' Ujar Kia menyakinkan kakak nya tersebut.


''Baiklah,'' Aldo kembali mempercepat laju mobil nya yang sempat berhenti di pinggir jalan tadi.


Tidak butuh waktu yang begitu lama, mobil Aldo sudah berhenti di depan gerbang sekolah nya Kia. Kia segera turun dari mobil dan tak lupa mencium punggung tangan kakak nya.


Di tempat yang berbeda, Aurel yang tadi nya menangis kini sudah mereda dan terlihat lebih baik dari sebelum nya. Aurel memang egois dari kemarin, namun rasa sakit yang begitu membekas membuat nya mengambil sedikit kebahagian orang lain. Dia ingin memiliki keluarga yang penuh kasih sayang, tidak hanya memberi kemewahan saja.


MASA LALU AUREL


Setelah Aurel lahir di dunia tanpa ibu di sisi nya, yang menemani nya tidur. Bahkan belum sempat meminum ASI eksklusif dari ibunya. Membuat Aurel tumbuh besar yang kurang kasih sayang. Papa Alex yang sibuk dengan pekerjaan nya sedangkan opa Abraham tidak terlalu suka ke padanya entah Aurel tidak mengetahui apa salah nya?


Namun pada suatu hari, di tengah malam di ruang kerja Papa nya. Terdengar perdebatan dengan suara yang cukup keras. Aurel yang hendak turun ke dapur karena diri nya haus. Aurel mengurungkan niat nya untuk turun ke bawah. ''Apa yang terjadi sebenarnya.? Batin Aurel, Aurel melangkah mendekati ruangan tersebut. bernerniat untuk menguping pembicaraan dua lelaki yang beda usia dari balik pintu.


Di situlah, Aurel mengetahui segala nya. Asal usul ia di lahiran di dunia ini tanpa di ingin kan sama sekali. Apa lagi ia lahir dari rahim wanita murahan yang menggoda pria-pria kaya.

__ADS_1


Meskipun Aurel mengetahui semua nya, ia tetap berperilaku biasa saja, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Ke esokan harinya, rombongan sekolah Aurel berliburan pergi ke Bali. merayakan kelulusan yang dia dapat dengan seluruh teman sekelas nya. Di tengah malam Aurel diam-diam pergi dari penginapan yang di sewa pihak sekolah. Aurel pergi ke Bar guna melupakan masalah yang melandanya sejenak.


"Kasih, gue satu gelas minuman lagi!'' perintah Aurel.


"Maaf nona, seperti nya nona sudah terlihat mabuk. Lebih baik nona pulang saja!! " Ujar laki-laki yang bekerja sebagai tender meracik minuman.


''Oh, sial'' Umpat Aurel kesal, ''Kenapa kau memberiku hadir di dunia ini? Kalau tidak ada yang menginginkan ku sama sekali.''


''Ok, gue akan kasih minuman ini yang terakhir, bagaimana? Setuju tidak?''


''Baiklah, ini yang terakhir, setelah ini gue akan pulang. Meskipun tidak ada yang peduli dengan diriku.'' Lirih nya.


Seperti perkataan Aurel tadi, kini Aurel sudah tiba di penginapan yang di sewa pihak sekolah. Dengan berjalan sempoyongan, Aurel terus berjalan menuju kamar nya yang berada di ujung sana.

__ADS_1


Di tengah perjalan ke kamar nya, tiba-tiba dia di tarik masuk ke kamar orang yang tidak dia kenali nya.


Di situ juga, Aural kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang perempuan. Hendak keluar dari kamar tersebut Aurel di kejutan kembali sama teman sekelas nya. Yang mempergoki nya ke luar dari kamar orang lain.


Setelah kejadian itu, Aurel memilih jalan kehidupan nya sendiri. Yang terpenting ia sekarang bahagia. Termasuk ingin memiliki Kenzo yang notabene nya tidak pernah mencintai nya. Aurel pikir dengan seiring nya waktu dapat merubah perasaan Kenzo, menjadi punya rasa cinta terhadap diriku. Namun sampai sekarang tidak ada rasa itu untuk ku. Justru Kenzo memiliki rasa cinta itu ke orang lain. Sakit, sakit hati Aurel berulang kali. Apa ini saat nya Dia melepas kan Kenzo??


SEKARANG


''Apakah kamu ingin tetap pergi ke sekolah?'' Tanya Kenzo hati-hati, dan sudah terdiam beberapa waktu di antara mereka berdua. Memberikan waktu untuk Aurel berpikir lagi. Setelah kebenaran hati nya memilih wanita lain bukan diri nya.


''Hmm,'' Jawab Aurel singkat.


''Baiklah,'' Kenzo menghidupkan lagi mesin mobil nya. Dan melajukan dengan kecepatan rata-rata. Jarak ke sekolah nya sudah tidak terlalu jauh.


Sesampainya di sekolah, Aurel segera turun dari mobil Kenzo tanpa kata sepatah pun yang keluar dari mulut nya. Berlari menjauh menuju kelasnya, bukan itu tujuan nya melainkan berbelok menuju rooftop di sekolahan nya.

__ADS_1


Sedangkan Kenzo yang melihat Aurel pergi tanpa bersuara, hanya mampu menghela nafas berat nya. ''Maaf mungkin ini sakit, tapi aku yakin itu hanya sebentar.'' Batin Kenzo.


__ADS_2