
CATATAN SEDIKIT YA\= DI MOMY SIU MENGUCAPKAN. TERIMAKaSIH BANYAK ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN.
DARI SARAN KALIAN ATAU MASUKAN DARI KALIAN.MEMBANTU BANYAK MOMY SIU YANG BELUM BERPENGALAMAN JADI PENULIS. YANG BELUM FAHAM DARI MERANCANG KATA-KATA, TANDA-TANDA KALIMAT JUGA.
SEBENARNYA MAU AKU ROMBAK, TAPI SUNGGUH MELELAHKAN. JADI AKU LANJUTIN SAJA.
AKU USAHAIN KARYA KEDUA BISA LEBIH BAIK MENARUH TANDA-TANDA SETIAP KALIMAT.
🍃
🍃
🍃
''Apakah kita boleh gabung?''
Semua mata menoleh ke sumber suara tersebut. Suasana yang tadi begitu ramai, kini tinggal kesunyian yang melanda mereka berempat.
Mereka berempat justru saling pandang dengan yang lainnya. meminta pendapat apa yang harus mereka jawab? Pasal nya tidak ada yang mengetahui siapa pria di depan nya sekarang ini? Selain Kenzo Mahesa yang sudah mengetahui siapa pria di samping nya kini?
''Apa mungkin,? dia papa nya Aurel karena Aurel berada di sisi kanan pria tersebut.'' Batin mereka bertiga
Setelah beberapa waktu, semua tersadar kembali saat mendengar suara pria ini lagi.
''Pasti nya boleh dong Ken'' Ucap pria tersebut kembali bersuara. ''Hai kenapa kalian menatap putra ku seperti itu?'' Ucap laki-laki itu lagi saat semua mata tertuju satu arah ke Kenzo. Lalu tangan nya bergerak menarik kursi yang tersisa di antara mereka berempat untuk ia duduk i.
Sedangkan Aural berjalan mencari kursi yang tidak di tempati oleh orang lain. Lalu menarik nya membawa ke meja yang dimana Daddy Kenzo tempati.
__ADS_1
DEG
Jantung Kia berdetak lebih cepat dari biasa nya. Lalu Kia tidak sengaja juga telah menjatuhkan garpunya ke dalam piringnya sedikit keras.
Prang(suara garpu jatuh tapi tak sekeras itu ya)
''Maaf '' Lirihnya.
''Aku tidak sengaja'' Ujar Kia kembali dengan rasa bersalah.
''No'' Kata Kenzo pelan tapi masih bisa di dengar Daddy nya.
Daddy nya memicingkan sebelah matanya. ''Sungguh dia mempunyai rasa lebih'' berlalu menatap Kia dari atas sampai ke bawah.''Tidak terlalu buruk'' Batin nya.
''Oh, Kiana bukan''
''Tunggu dulu, bukan nya kalian satu sekolah'' Tanya laki-laki yang datang bersama Aurel tadi.
''Iya Dadd, kita satu sekolah tapi tidak dengan satu kelas. Bukan seperti itu, Ki?'' Tanya Aurel.
''Eh, ii iya Rel, Om'' Gugup Kia.
''Ehemm, Kenzo berdehem untuk membasahi tenggorokan nya yang tiba-tiba kering. Jantung nya juga terasa ingin keluar dari tempat nya sekarang ini.
''Oh ya, apa kalian berdua sudah pesan makanan atau minuman?'' Tanya Kenzo mencoba mengalihkan topik sekarang ini.
''Sudah, bukan seperti itu nak Aurel?''
__ADS_1
''Iya, Daddy'' Jawab Aurel.
''Hmmm, Ken. '' Panggil Daddy nya. ''Apa kamu tidak mau mengenalkan kita berdua ke teman-teman mu ini?''
Kenzo menoleh ke arah Daddy nya beberapa waktu. Sebelum mengiyakan permintaan Daddy nya itu. Lalu Daddy nya juga membalas nya dengan senyuman tipisnya.
''Huff, aku yakin Daddy akan bikin ulah di sini kalau tidak di turuti'' Pikir nya.
''Hmm, kalau begitu Daddy, Aurel bisa mengenal kan diri kalian masing-masing. Tidak perlu menunggu perintah dari ku, bukan.!''
''Baiklah, perkenalkan namaku Bagaskara Mahesa sedangkan ini. Yang di sebelah ku ini calon mantu ku Aurel Sanjaya.'' Lalu dia menunjuk ke arah Kenzo. ''Dia putra ku satu-satunya, yang tak lain, dia adalah calon suaminya Aurel nanti nya. ''
Dengan gerakan spontan semua teman Kenzo menoleh ke arah laki-laki yang berstatus Daddy nya Kenzo. Terkejut, ya tentu saja terkejut dengan pengakuan Daddy nya Kenzo. Yang langsung aja menunjuk siapa Aurel bagi Kenzo putra nya itu.''
Semua berpikir, itu semua hanya sekedar cinta monyet di masa anak SMA atau hanya sekedar gosip belaka. Tapi dengan kenyataan ini semua,, pada percaya kalau Aurel sangat Spesial untuk Kenzo.
Tangan Kenzo bergerak secara perlahan menyentuh jemari nya Kia yang berada di bawah meja sekarang ini.
''Jangan di dengarkan, ok'' Bisik Kenzo pelan sungguh sangatlah pelan.
Hati Kia menghangat, ternyata Kenzo peka juga ya, dengan situasi seperti ini. Dia membalas Kenzo dengan senyuman manis nya. Bahwa dia srkarang baik-baik saja.
''Permisi, ini minuman yang Anda pesan Pak, Nona, silakan di minum.''
''Terimakasih'' Jawab Aurel dengan nada ramah.
Daddy Bagas, selalu menatap Kia dengan begitu intens dari awal ia masuk ke tempat ini. Sampai dia duduk saat ini juga. Gerak-gerik nya Kia, interaksi nya juga tidak luput dari ekor mata Daddy Bagas tanpa sedikit pun terlewatkan.
__ADS_1
''Ngomong-ngomong kok kalian pada ngumpul di sini,? Hmm, ada acara apa ini?''