
Dengan nakal nya, ia naik ke atas tubuh Dito. Ciuman panas, gigitan panas dan ia terus bergerak ke wajah turun ke dada turun lagi ke perut turun lagi, lagi dan lagi.
''Oh god,'' Chika kau sudah memperkosa Dito sungguhan. Apa aku semalam sudah gila,?'' Batin Chika, ''Dasar laki-laki tua sialan. Ada masalah apa dia sama aku,? Sampai -sampai dia berbuat sekeji itu kepada ku.''
''Bahkan, tidak sedikit pun aku mengenalnya, apa lagi datang ? Terus dia bilang kalau aku ini, telah menyakiti putrinya, yang membuat malu di acara pertunangan nya demi menolong ku. Kapan coba, aku datang di acara pertunangan putrinya?bPerasaan aku akhir-akhir ini tidak ada acara pertunangan deh.'' Monolog Chika dalam hati.
Ceklek, suara pintu kamar mandi terbuka. Chika yang mendengar segera menoleh dan melihat Dito sudah selesai mandi.
Begitu Dito keluar dari dalam kamar mandi. Chika segera beranjak dari posisinya, yang dimana ia duduk di atas lantai karena jatuh dari atas ranjang karena terkejut.
Chika berpikir akan bergantian aja, membersihkan tubuh nya. Sebelum keluar dari kamar ini. Tiba-tiba bola mata Chika terbelalak kaget saat tak sengaja melihat tanda merah yang ada di tubuh Dito.
Chika seketika langsung menggigit bibir bawah nya. Dan memicingkan sebelah mata nya, lantas dengan cepat ia membuang pandangannya ke arah lain. Entahlah wajah nya memerah secara tiba-tiba. Chika yakin sudah terjadi sesuatu yang sangat memalukan tadi malam.
''Oh, Tuhan apa aku yang harus bertanggung jawab?''
''Oh no tidak bisa, di mana -mana laki-laki lah yang bertanggung jawab bukan wanita.'' Batin Chika seraya kakinya melangkah menuju ke kamar mandi.''
__ADS_1
Sesampainya ke kamar mandi, Chika menyandarkan tubuh nya di balik pintu. Mengingat-ingat kembali kejadian semalam. Apa dia sudah kehilangan perawanan nya semalam? tangan nya bergerak ke area inti wanita. Kenapa tidak ada yang aneh? misalnya sakit atau perih. Bukan nya, kalau sehabis begituan sakit ya.?đŸ¤”Bingung Chika dengan dirinya sendiri.
Ditengah kebingungan nya, Chika cukup lama di dalam kamar mandi.
Tok
Tok
Tok
Sekian lama ia berada di dalam kamar mandi, pada akhirnya terdengar ketukan di balik pintu.
Ceklek, pintu terbuka dan keluarlah Chika dengan handuk yang melilit tubuh nya. Entah handuk milik siapa? Chika tidak tau yang terpenting sekarang tidak telanjang bulat di depan Dito.
''Ada apa ?'' Tanya Chika yang bergerak mendekat ke arah ranjang. Untuk mencari pakaian nya semalam yang ia gunakan.''
''Ada apa?'' Ulang Dito kamu sadar atau tidak. ''Kau itu terlalu lama di dalam kamar mandi jika kau lupa''
__ADS_1
''Yah sobek." Ucap Chika setelah menemukan pakainya semalam. tanpa menghiraukan ucapan dari Dito.
Dito menghela nafas berat nya. "Terserah kau saja. yang terpenting kau yang harus bertanggung jawab atas kejadian semalam.''
''Kenapa harus bertanggung jawab?" Tanya Chika menatap Dito. "Kamu itu tidak sedang hamil ya. Jadi tidak perlu minta di tanggung jawaban kan itu dariku." Geram Chika, "Jadi, lupakan saja semua kejadian semalam.'' Imbuhnya.
"Tidak bisa."
''Apa kamu lupa? Kamu menodai keperjakaan ku semalam.''
''What, tidak bisa. Aku tetap tidak bisa bertanggung jawab. Disini aku yang di rugikan bukan kau.'' Pekik Chika.
''Tapi kamu telah melecehkan aku dengan junior aku. Bagaimana bisa kau bilang tidak ingin bertanggung jawab.''
Chika terdiam sesaat, emang ini semua salah nya. Chika lalu mengangkat tangan nya ke atas tanda ia sudah menyerah dan ingin bertanggung jawab, Lucu bukan.
''Bagus, kau harus menikah dengan ku hari ini juga.Tidak ada kata penolakan." Ucap Dito dengan senyuman tipis di bibir nya. "Satu hal lagi, jangan memakai pakaian mu semalam. Sebab semuanya sudah tidak berbentuk. Di atas nakas ada paper bag yang isinya pakaian untuk mu, beserta dalaman nya." Tanpa di saring Dito berucap. Membuat Chika malu setengah mati.
__ADS_1
Apa yang telah ia sentuh, akan tetap menjadi miliknya. Meskipun tidak sampai masuk ke gawang nya, tapi cukup puas dengan semalam, Pikir Dito.
Dito Santoso, dari keluarga yang cukup kaya di kota ini. Tetapi tidak sekaya Kenzo Mahesa. Dito bekerja sebagai tender karena ATM nya sedang di bekukan oleh Ayah nya.