
RASA NYA INGIN MENANGIS, SUDAH TINGGAL KIRIM . EH MALAH KE HAPUS SEMUA NYA. MIKIR NYA UDAH SEPANENG LAGI 😭😭😭
🍂
🍂
🍂
🍂
''Apa Mas, tidak berniat membersihkan diri dulu sebelum tidur, seenggak nya ganti dulu dengan baju tidur.'' Ucap Mom Siska ketika melihat sang suami sudah membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Dengan kedua kaki nya yang bergantung ke bawah, di susul kedua mata nya yang sudah tertutup begitu rapat.
Mendengar suara sang istri yang begitu merdu di telinga nya, seketika kedua kelopak mata hazel milik Daddy Bagas terbuka sempurna.
Dengan begitu intens, kedua mata Daddy Bagas menatap nya begitu memuja dan cinta yang di selimuti oleh gairah. Bagaimana tidak bergairah kalau seperti ini.?
Hadiah yang ia berikan, beberapa minggu yang lalu, dengan sengaja dia pesan khusus untuk sang istri tercinta yang bermerek Tuscom itu.
Dengan bergerak secara perlahan, Daddy Bagas berjalan mendekat ke arah sang istri yang terlihat segar sehabis mandi itu.
''Kenapa malam ini kamu sangat menggoda, sayang. '' Bisik Daddy Bagas dari arah belakang, tepat di telinga sang istri. Dengan kedua tangan kekar milik Daddy Bagas, melingkar diperut sang istri tercinta.
__ADS_1
''Bukan aku ya Mas yang menggoda. Baju ini sudah biasa ku pakai. Mas saja yang sudah kepingin.'' Ejek sang Mom Siska. Sambil memilih-milih baju untuk sang suami.
''Kau benar sayang, sudah lama tidak berolah raga di atas ranjang. '' Ucap Daddy Bagas yang sesekali mengecup pundak Mom Siska yang terbuka sedikit bagian atas nya.
Pundak atau leher sih Daddy🤔🤔🤔
Dengan secara perlahan tangan kekar milik Daddy Bagas. Kini mulai merayap naik ke atas mencari tempat favorit nya. Yang selalu bikin nagih untuk kaum laki-laki.
''Stop Maaas, '' Suara Mom Siska tertahan, dengan mencoba menghentikan gerakan tangan milik sang suami yang sudah menjalar kemana-mana.
''Sudah lama dia bilang,'' Pikir Momm Siksa yang begitu heran. Bukan nya hanya hitungan jam saja, kenapa bisa di bilang begitu lama.?
''Bagaimana kalau kita lembur untuk malam ini sayang,? Membuat adik untuk Kenzo Mahesa. Siapa tau nanti kita mendapatkan seorang bayi perempuan, yang katanya lebih bisa di atur dari pada bayi laki-laki.?'' Ungkap Daddy Bagas dengan membalikan tubuh sang istri untuk menghadap ke arah nya.
Satu kecupan yang Daddy Bagas berikan di bibir manis sang istri. Yang kini pinggang nya masih di dalam pelukan nya.
''Apakah Mas menyesal, telah memiliki anak seorang laki-laki seperti Kenzo.?'' Tuduh sang Mom Siska dengan nada tak bersahabat.
DEG
Mendengar tuduhan dari sang istri, Daddy Bagas menegang seketika. Dengan membelalakkan kedua matanya dengan sempurna.
''Bodoh kamu Bagas, bisa-bisa kamu salah berbicara, sial.'' Umpat Daddy Bagas, ''Ku yakin, malam ini kamu gagal bercocok tanam.'' Tebak nya di dalam hati nya.
__ADS_1
''Bukan itu Maksud ku, sayang'' Ucap Daddy Bagas dengan wajah sendu, karena Sang istri sudah melepaskan diri dari dalam dekapan nya.
Hilang sudah, gairah yang tadi sudah naik ke ubun-ubun. Dan kini sudah anjlok tak bersemangat lagi.
''Terus, apa yang kamu maksud tadi, Mas?'' Desak Momm Siska dengan marah. ''Apa ini juga alasan kamu yang ingin mengirim Kenzo ke luar Negeri, bukan hanya sebuah reputasi kamu saja.?''
''Sayang, siapa juga yang ingin mengirim Kenzo ke luar Negeri? Tadi itu hanya menggertak Kenzo saja, agar dia berkata jujur.''
''Jujur, ''
''Iya jujur, anak kita itu sudah berani membohongi kita. Merahasiakan sesuatu yang begitu besar dari kita.''
''Membohongi apa? Rahasia besar apa Mas? Apa yang Kenzo perbuat di luaran sana.? Apa kah Kenzo menghamili anak gadis orang? Bukan nya dia sering pergi ke Club. Ya Tuhan, apa yang ku takut kan selama ini sudah terjadi.?'' Tanya Momm Siska beruntun dengan isakan tangis mulai terdengar.
''Ini, lebih dari itu sayang.''
''Apa, lebih dari itu Mas? Kurang ajar kamu Kenzo. Di mana dia sekarang biar Mom kasih hukuman kepadanya.'' Geram Mom Siska dengan cepat mengambil tas branded nya. Berlalu keluar dari kamar nya yang ingin pergi sekarang juga untuk menyusul putra satu-satu nya di Apartemen pribadi nya.
Dengan cepat Daddy Bagas berlari. Menyusul sang istri tercinta yang sudah berjalan keluar dari kamar nya.
''Sayang, Apa kau ingin pergi dengan pakaian seperti itu?'' Teriak Daddy Bagas memanggil istrinya yang sudah tidak terlalu jauh dari nya
''Untung di rumah ini tidak ada pelayan laki-laki, dan juga putra kita satu-satu nya tidak ada di rumah. Kalau putra kita itu berada di rumah, habis kau sayang di atas ranjang sebagai hukuman mu.'' Ancam Daddy Bagas.
__ADS_1
TERULANG KEMBALI SANGAT LAMA LULUS NYA REVIEW NYA😭