MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab58


__ADS_3

MASIH SAMA DI MALAM KEMARIN


Di satu sisi yang lain, seoarang gadis remaja terkulai lemas di atas ranjang nya sendiri.


Seorang laKi-laki dengan kaki panjang nya melangkah lebih dekat menarik jarum suntik yang tertancap di leher belakang gadis remaja ini.


Dengan segera laki-laki itu mengangkat tubuh gadis ringkih itu.


Dengan sekali hentakkan, tubuh itu sudah berada dalam gendongan ya. lalu keluar dari kos-kosan yang cukup terbilang mewah itu.


Brak


Dia menutup pintu mobil dengan kasar. Dan segera dia kemudikan mobilnya, menuju ke Club xxx dan meninggalkan tempat yang sunyi itu.


1 jam kemudian


Lenguhkan kecil terdengar jelas di dalam ruangan kamar yang mewah itu, netra hitam itu mulai mengerjap dengan lampu di atasanya.


''Aku di mana?''


Sosok itu terlihat linglung, rasa pening di kepalanya.

__ADS_1


''Sudah bangun?'' Tanya seoarang laki-laki yang duduk di sofa kamar itu.


DEG


Rasa takut menjalar setiap sarafnya. tubuh nya semakin kaku.


''Bagaimana, sudah puas kah bermain dengan ku?'' Laki-laki itu kembali bersuara.


''Akh''


Alex yang menatap gadis remaja di hadapan nya yang kesakitan itu, Dia terkekeh. Wajahnya persis seperti psikopat yang melihat mangsanya kesakitan. ''Apakah ini sakit?'' Alex mendekat dan tangan nya bergerak membelai lembut leher belakang yang tersisa suntikan bius tadi.


Chika membuang muka, merasa takut. Siapa laki-laki yang ada di depan nya ini? Iya dia lah Chika, sahabat nya Kiana yang tinggal satu atap dengan Kia.


''Tatap aku,'' Alex mencengkram kuat rahang Chika. Yang membuat Chika meringis kesakitan. Dengan terpaksa netra hitam milik Chika itu bersitatap dengan netra hitam milik Alex.


''Tolong lepaskan aku? Aku tidak mengenalmu.'' Oanjut Chika, ''Gerangan apa kau menculik ku seperti ini?'' Tanya Chika sendu.


''Melepaskan mu?'' Jawab Alex.


Anggukan cepat dari Chika, membuat Alex terbahak. Chika mengerjap merasa bingung dengan respon laki-laki yang ada di hadapan nya ini.

__ADS_1


Tawa itu terhenti begitu dengan tangan kekar bergerak melempar cengkraman tangan nya hingga terlepas.


''Aku mohon lepaskan aku, apa kesalahan aku ini ? Yang membuat kau jahat seperti ini. Ini sungguh perbuatan kriminal.'' Ujar Chika.


Chika tergugu dengan air mata yang semakin banyak di wajah nya. Yang terlihat semakin menyedihkan, rasa takut yang besar sedang menyelimuti di dalam tubuh nya.


''Aku tidak akan melepaskan mu, karena kamu sudah membuat putri ku menangis. Dan menahan malu di acara pertunangan nya sendiri. Hanya demi menolong seorang gadis seperti dirimu ini.


''Tetapi itu, tidak akan terjadi lagi untuk di masa depan.'' Kata Alex dengan senyuman jahat nya. Yang membawa satu gelas minuman tanpa alkohol untuk di campurkan sesuatu di **********. Chika tidak tau apa isi di dalam minuman itu. Hanya Alex yang mengetahui nya.''


''Minum lah.?'' Perintah Alex dengan satu gelas di tangan nya.


Chika, menggeleng pelan bertanda Chika tidak mau. Dia takut minumannya itu di campurkan sesuatu.


''Ck, ternyata kau mau aku pakai cara kasar.'' Sindir Alex sinis.


''Tidak, aku tidak mau. Apa yang kau Omongin tadi? Aku benar-benar tidak tau sama sekali. Dan kapan aku bertemu sama putrimu itu?' Tanya Chika, ''Siapa juga nama nya, aku juga tidak tau?''


Tanpa aba-aba, Alex mencengkran dagu Chika. Sedangkan tangan satu Alex, memasukan minuman itu ke dalam mulut Chika. Tidak memperdulikan tangisan Chika di hadapan nya saat ini. Yang diperlakukan kasar seperti ini oleh nya.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat itu semua. Satu pasang telingga juga, yang mendengarkan pembicarakan mereka berdua dari awal sampai akhir. Ya dialah sosok laki-laki yang bekerja di Club sebagai tender. Dan kebetulan sekali, dia memdapatan shif malam nya. Karena pintu kamar nya yang tidak tertutup rapat. Jadi laki-laki muda itu tidak sengaja melihat nya dan mendengarkan nya juga.

__ADS_1


Awalnya dia tidak peduli sama sekali, apa yang di lakukan mereka berdua?Ketika telinga nya merasa tidak asing dengan suaranya. Yang terdengar sangat menyedihkan di telinga nya. Sosok laki-laki itu melangkah lebih dekat di depan pintu kamar itu. Yang membuatnya terkejut seketika.


__ADS_2