
Sudah satu bulan Kenzo kembali lagi ke Negara New York. Untuk melanjutkan kuliah nya yang tinggal satu tahun lagi. Di satu bulan pula Kenzo sudah meninggalkan Kia istrinya di Negara Indonesia.
Hari-hari nya Kia tidak ada yang spesial, selain bersama dengan sang suami tercinta.
Tidak tau kenapa,? Selama Kia kuliah akhir-akhir ini begitu manja. Selalu di antar jemput oleh siapa yang di inginkan.? Jika dia tinggal bersama mertua nya, di situ lah, Kia meminta di antar jemput oleh mertua nya. Dan lebih parah nya lagi, Kia sudah bikin mertua nya itu saling berdebat.
Kebanyakan, yang sering Kia minta adalah kepada Daddy Bagas. Untuk mengantar jemput nya ketimbang kepada Mom Siska.
Kalian tau sendiri kan.? Daddy Bagas super-super sibuk. Terkadang Mom Siska sering membujuk nya, kalau calon cucu di dalam perut menantunya itu sedang yidam ingin di antar jemput oleh grandpa nya. Dengan berat hati Daddy Bagas mau menuruti kemauan nya sang menantu, Dengan sesekali berkata.
''Yang bikin siapa? Yang enak siapa, ? Yang kena getah nya siapa. ? '' Omel nya sepanjang perjalanan menuju kampus sang menantu.
''Sudah berapa bulan, Ki. '' Tanya nya setelah mobil berhenti di depan kampus menantu nya. Langsung membuat Kia bingung. ''Apa nya Dad. ?'' Kia menautkan kedua alis nya.
Daddy Bagas tersenyum, '' Hamil nya, terus apa lagi Ki, kalau bukan itu?''
''Siapa juga yang hamil Daddy, hamil tuh ada tanda-tanda nya. Sedangkan aku, tidak merasakan hal itu.'' Cuek Kia, sudah beberapa orang juga, yang sering bertanya seperti itu kepada nya.
''Pernah periksa ke Dokter belum, Ki. ?'' Kepo Daddy Bagas masih berlanjut.
''Ngapain ke Dokter Dad,? Kia sedang tidak lagi sakit, ya. Buang-buang duit aja Dad, mubazir. Mending di sumbangi ke Panti Asuhan itu lebih bermanfaat Dad.''
Ponsel Kia berbunyi, disaat dia ambil. Sudah terlihat nama yang tertera di layar canggih nya itu.
''Om Riko. '' Lirih nya. Membuat Daddy Bagas bertanya-tanya.
''Ada apa Ki, ?''
Kia mengangkat bahu nya keatas, ''Tidak tau Daddy, bentar aku angkat dulu telepon nya.'' Membuat Daddy Bagas mengangguk cepat.'' Besarin suara nya Ki. '' Membuat Kia mengangguk.
''Iya, hall___''
''Gawat, ini sangat gawat darurat Kiana.'' Cerocos Riko dari sebrang.
''Apa nya yang gawat Om Riko.?''
''Suami kamu Ki, suami kamu. ''
''Emang kenapa dengan suami saya, Om. ''
''Dia masuk ke rumah sakit, Ki. Dia muntah terus menerus akhir-akhir ini. Dan lebih parah nya lagi, untuk hari ini. Tadi aku menemukan Kenzo di dalam kamar mandi dengan keadaan pingsan tak sadarkan diri.'' Jelasnnya.
''Apa, ''
''What, ''
''Kiana, kamu bersama dengan siapa. ?.''
Daddy Bagas merebut hanphone milik menantu nya dengan kasar. ''Ini aku, Daddy Bagas Riko. Bagaimana dengan kondisi anak aka.? Apa dia baik-baik aja? Dan, Dan kenapa kamu baru mengabari kita saat kondisinya sudah seperti itu?'' Geram Daddy Bagas. ''Brengsek, kalau nanti, ada apa -apa dengan anak aku,? Kamu orang pertama yang aku cari Riko.'' Bentak nya menahan amarah.
Tut panggilan terputus. Daddy Bagas segera menghubungi anak buah nya. ''Siapkan Jet pribadi ku sekarang juga, dalam waktu setengah jam, aku mau semua nya sudah siap.''
''Siap Tuan, ''
''Jangan lupa, jemput juga istri ku di rumah.''
Tut, putus Daddy Bagas tanpa menunggu jawaban dari lawan nya.
Daddy Bagas berlalu menghubungi Mom Siska, ''Sayang, kamu harus siap-siap. Nanti ada orang suruhan aku yang akan menjemput mu.''
Sedangkan Kia masih terdiam, melihat ke khawatiran dari seorang Daddy Bagas. Baru kali ini, dia melihat sikap mertuanya yang lain dari biasa nya.
__ADS_1
''Jangan menatap ku seperti itu, dia putra ku satu-satu nya. Dia lebih penting dari segala nya.'' Membuat Kia mengangguk,
🍂
🍂
🍂
NEW YORK
Empat orang melangkah tergesa-gesa memasuki Rumah sakit di Negara New York, dengan perasaan yang bercampur aduk.
Setelah di sambut Riko sang asisten putra nya di depan tadi. Sekarang berjalan masuk ke Rumah Sakit yang dimana Kenzo di rawat.?
Sedangkan Kia, kondisi nya benar-benar buruk. Pusing, mual kini tiba-tiba menyerang nya.
''Kuat, kamu harus kuat sampai melihat suami kamu baik-baik aja. '' Batin Kia. Yang terus melangkah, mengikuti mertuanya menuju kamar Kenzo dirawat.
Ceklek
Kenzo di buat terkejut, ''Mom, Dad, kok ada di sini.''
''Bagaimana dengan keadaan kamu, sayang ? Di bagian mana yang sakit. ?'' Mom Siska menelisik seluruh tubuh putra satu-satu nya itu. ''Apa makan mu disini, tidak teratur, sayang ? Hingga membuat kamu muntah terus menerus. Apa lambung kamu bermasalah, ? Atau jangan-jangan kamu makan sambal kebanyakan Ken, jawab aku Ken, jangan diam saja.'' Cemas Mom Siska, mengabaikan banyaknya pertanyaan yang dia lontarkan kepada putra nya.
''Mom, tenang ya. Lihat Kenzo, Kenzo hanya kekurangan cairan aja, tidak lebih.'' Memeluk Mom nya yang mulai terisak.
''Kenzo baik-baik saja, jangan berlebihan, ya Mom. '' Ucap Kenzo untuk menenangkan hati Mom nya.
''Syukurlah kalau kamu baik-baik saja Ken, Daddy ikut lega.''
''Jangan bikin Mom khawatir lagi, '' Membuat Ken mengangguk. ''Ya, gak akan Mom. Istri ku tidak ikut Mom, Daddy.'' Tanya Kenzo.
Mom Siska dan Daddy Bagas saling pandang. ''Ikut, tadi di belakang aku, ya kan sayang.''
''Itu gak mungkin_____''
Ceklek
Semua mata tertuju kearah pintu di depan nya. Bisa di lihat wajah Kiana yang terlihat pucat. ''Sayang, '' Panggil Kenzo.
Kia tersenyum membalas nya.
Brak
''Sayang, '' Pekik Kenzo ingin berdiri.
Tubuh Kia akan terjatuh bebas begitu aja di atas lantai yang dingin. Namun, sebelum sampai di atas lantai, tubuh Kia sudah di atas pangkuan seorang Riko sang Asisten Kenzo. Yang sedari awal sudah berada di belakang Kiana, dia juga sudah menemani Kia beristirahat di kursi penunggu pasien beberapa waktu yang lalu.
''Taruh Menantuku di sofa Riko, '' Perintah Daddy Bagas.
''Jangan, taruh di atas bed hospital Riko,''
''Baiklah, ''
''Pelan-pelan, sekarang kamu pergi panggilkan seorang dokter untuk memeriksa istri ku.''
Riko mengangguk dengan cepat, berlalu pergi dari kamar tersebut.
''Kasih minyak kayu putih Ken, ini Mom bawa tadi.''
Kenzo mendekatkan aroma minyak kayu putih didepan hidung istrinya. ''Bangun sayang, jangan bikin aku khawatir. Cepat bangun sayang, pasti nya kamu tadi tersiksa di dalam Jet tadi, ya kan sayang. Hingga kamu sampai pucat seperti ini.'' Cemas Kenzo,
__ADS_1
Sedangkan kedua orang tua Kenzo, hanya bisa menatap nya dengan sendu. ''Maafin Mom sama Daddy Kenzo. Tidak bisa menjaga istri mu dengan baik.'' Kedua nya merasa bersalah.
''Gak apa-apa Mom, Dad. Lain kali Mom, Dad, prioritaskan istri ku lebih dulu ya, apa lagi ketika dia didalam Jet atau pesawat.? Dia mabuk udara sangat parah Mom.'' Jelas nya.
''Selamat malam semua, '' Sapa seorang Dokter perempuan yang masih terlihat muda dan cantik.
🍂
🍂
🍂
''Sayang, kamu sudah sadar, Mau minum. '' Tawar Kenzo, dengan sorot mata bahagia. Sudah cukup, semua pertanyaan nya selama ini yang belum terjawab. Atas sakit nya, mual nya, pusing nya yang di rasakan akhir-akhir ini.
''Iya, ''
Kenzo menaruh kembali gelas yang tadi dia berikan kepada istrinya.
''Apa yang kamu rasakan sekarang ini sayang, ? Pusing atau mual.''
''Keduanya Ken, bagaimana dengan kamu, ? Apa kamu sudah baikan.? '' Lirih nya.
Shuuutt, '' Jangan pikirkan aku, pikirkan kondisi mu saja, sayang. Ada kabar bahagia untuk kamu sayang.''
''Kabar apa Ken, ?''
''Sebelum aku menjawab nya, aku mau tanya kamu lebih dulu.? Apa yang kamu rasakan di sini.?'' Tangan Kenzo mengusap lembut perut Kia yang masih rata.
''Perut aku sering kram tetapi, setelah di pakai untuk beristirahat, kram itu akan hilang sendiri, Ken. Itu yang aku rasakan Akhir-akhir ini.'' Jelas nya.
Kenzo mengangguk pelan, ''Kamu tau kenapa itu sayang.?'' Membuat Kia menggeleng pelan. ''Karena kamu, saat ini sedang mengandung anak aku sayang. Tadi dokter sudah menyarankan untuk memeriksakan nya di Dokter kandungan.''
''Sungguh, kamu tidak lagi berbohong.'' Tanya Kia dengan sorot mata bahagia.
''Ya udah, kita pergi ke dokter kandungan sekarang, tadi aku sudah buat janji kepada dokter kandungan saat ini. ''
''Betul, sayang. '' Ucap Mom Siska antusias.
15 MENIT
Dokter wanita itu mengoleskan gel di atas perutnya Kia, berlalu menggerakan pelan alat transducer nya untuk mengetahui kondisi janin didalam sana. ''Ini bentuk calon anak anda tuan, masih sangat kecil. Dan untuk kondisinya sangat sehat, tidak lemah. Untuk usia nya, ini kurang lebih enam minggu tuan,'' Membuat Kenzo tersenyum merengkah, berkali-kali mengucapkan rasa bersyukur yang telah di beri kepercayaan yang sangat besar kepada keluarga kecil nya.
''Akan ku buatkan resepnya, dan juga vitamin untuk istri anda dan juga calon anak anda, Tuan. '' Jelas nya.
''Lihat sayang, di dalam sini ada calon anak kita, terimakasih. Cup, cup, cup. ''Kenzo memberi kecupan bertubi-tubi.
''Kamu bahagia Ken, ''
''Sangat, bagaimana dengan mu.?''
''Sama,''
''Mom, Dad, aku akan menjadi seorang Daddy.'' Tutur Kenzo, sambil memeluk ke dua orang tua nya secara bergantian.
''Selamat, Ya sayang kamu akan menjadi seorang Daddy. ''
''Makasih Mom, Dad.''
''Dan selamat juga Kia sayang, kamu telah memberi cucu dan kebahagiaan untuk keluarga kita. Termasuk kepada putra ku Kenzo, tetap lah di sisi Kenzo dalam keadaan suka mau pun duka.'' Membuat Kia menganggukkan kepala pelan. ''Rasa nya aku ingin menangis Mom. '' Seketika, semua yang berada di ruang tersebut terkekeh geli. ''
''Aku akan memberi kejutan untuk Sang Papa dan juga Kak Aldo. Tepat di hari ulang tahun Papa dua hari lagi.''
__ADS_1
...END...
Untuk Menanggung Luka akan up di akun Ratna Wullandarrie ya tanggal 20.