MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
baba34


__ADS_3

''Oh, ya ampun. Baru ku sebut namanya saja, sudah menahan rindu berat.'' Sinis nya.


''Sampai segitu nya kamu Kak, yang selalu memikirkan nya.?'' Sindir Kia yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Kenzo yang sedang memikirkan sesuatu.


Mendengar sindiran dari Kia, Kenzo hanya bisa mendengus dengan kesal.


''Sok tau kamu,'' Kilah Kenzo, yang fakta nya memang benar ada nya sih. Tapi Kenzo tak ingin di ejek. Yang di kira rindu sama Aurel. ''Ogah banget,'' Umpat Kenzo dalam hati.


''Sudah-sudah kak, jangan di terusin bengong nya, nanti Kakak bisa ke sambet sama makluk tak kasat mata loh.''


''Aku mau bertanya Kak, ini serius, apa kakak sudah memikirkan akibat nya, setelah mengajukan berkas pernikahan kita secara sah.?'' Ucap Kia yang saat ini sedang berhadapan dengan Kenzo duduk.


''Akibat, akibat apa yang kamu maksud aku tak mengerti ?''jawab Kenzo dengan menatap Kia dengan intens.


''Kak, Kenzo lupa? Nasihat dari Pak Ustadz kemarin setelah ijab qobul kita baru selesai. Nikah muda seperti kita ini tidak mudah Kak.''


''Aku tau, terus.?''


''Apa kamu pikir menikah di usia muda itu gampang apa? Usia kita ini masih dalam pemikiran labil Kak, belum cukup umur, belum dewasa.''

__ADS_1


''Pernikahan itu gak cukup hanya menggunakan sebuah berkas ini.!'' Menaikan map merah yang terletak di atas meja. '' Kita harus memakai hati Kak.''


''Hati, soal dengan hati kita bisa mamulainya dengan secara pelan-pelan, mencoba membuka hati kita berdua. Dengan cara membuka komunikasi, saling peduli dan tidak menutup-nutupi segala sesuatu yang terjadi. Aku yakin, lambat laun kita bisa saling mencintai. Saling membutuhkan satu sama lain. Kita belum mencoba nya, bukan Ki.'' Kata Kenzo dengan panjang lebar.


''Ayolah Kia,! Kita ini sudah sah menjadi suami istri, tudak ada salah nya kita mencoba dulu menjadi keluarga yang harmonis. Seperti orang-orang di luaran sana. Apa lagi kita sampai memiliki baby.? Ah, jadi games deh aku ngebayangin nya.'' Ujar Kenzo yang sudah ngelantur ke mana-mana.


''Ngawur kamu kak, aku ini sedang lagi serius tidak lagi sedang becanda, ya.'' Kesal Kia, dia pikir pernikahan ini hanya sebagai lelucon apa.?


''Apa kau pikir, kalau aku sedari tadi berbicara panjang lebar tidak dengan serius? Aku ini juga lagi serius Kiana Maulia Sanjaya.''


Deg


Kia menatap tajam ke arah kak Kenzo. Sial sangat tampan lagi umpat Kia dalam hati nya bisa-bisa aku malah memujinya


''Jangan suka mengumpat ku Kia, itu hal mudah bagiku untuk mendapatkan semua tentang mu.'' Ujar Kenzo duduk dengan tenang.


''Jangan sok tau kalau aku sedang mengumpat mu.'' Elak nya.


''Aku bukan nya sok tau, tapi itu sudah kelihatan dari tatapan mu ke pada ku.'' Ujar Kenzo '' Aku tau, kita ini tidak pernah sekali dekat, kenal saja baru beberapa bulan. Bahkan kita ini tak pernah saling menyapa. Mungkin kita berdua memang berjodoh, kita ini gak ada yang tau bukan.''

__ADS_1


''Sebelum kamu ingin serius denganku, bagaiman dengan restu orang tua kita.? Tanpa restu mereka, kita tidak akan bisa bahagia. ''


''Untuk restu aku belum bisa menjawab nya, Ki. Tapi kamu tenang saja aku akan berbicara ke orang tua kita secepatnya. Namun tidak untuk sekarang. Ada perihal yang belum bisa aku pecahkan Ki. Yang terpenting kamu mau terikat denganku di sebuah hubungan yang serius.''


''Apakah kamu mau, Kia hmm?''


''Aku, aku takut a aku belum faham soal pernikahan ini kak,?'' Jawab Kia dengan gugup kedua jemari nya sudah berkeringat dingin. Dia juga tak menyangka akan di posisi seperti ini sekarang. Menjadi ingat sama papa dan kak Aldo yang selalu ada untuk membantu nya.


''Apa yang kamu takutin hmm? Biarlah mengalir seperti air, yang ku butuhkan saat ini adalah mau atau tidak.''


''Kalau aku menjawab, tidak. Apa surat ini bisa di batalkan menjadi tidak sah.? Bahkan kakak tidak butuh persetujuanku lebih dulu kemarin.''


"Apakah itu artinya kamu mau menjalin hubungan serius ini denganku.?''


''Bagaimana dengan pacarmu, Aurel?''


''Ayolah,! Jawab dulu pertanyanku Kia, jangan mengalihkan pembicaraan kita dengan yang lain dulu.''


Huuff

__ADS_1


''Ok, aku mau dengan satu syarat. Izinkan aku untuk melanjutkan kuliah aku dulu. Sesudah lulus SMA nanti, dan jangan sesekali mengekangku aku ini masih ingin bebas kayak yang lainnya. Bagaimana setuju atau tidak?'' Seraya menaikan alis sebelah.


__ADS_2