
''Ah, otak ku sudah lelah sekali Kak, untuk berpikir saat ini. Aku mau tidur dulu, nanti kalau sudah sampai bangunin aku Kak.'' Pesan Kia sebelum memejamkan ke dua matanya.
Kini mobil taksi online yang di tumpangi oleh Kenzo sama Kia sudah berhenti tepat di depan kos-kos an milik Kia. Kenzo yang hendak membangunkan Kia, niat nya di urungkan, saat melihat Kia yang tidurnya begitu pulas.
Kenzo menjadi tidak tega untuk membangunkannya, Kenzo yang memperhatikan wajah Kia dari bulu mata yang lentik, hidung yang sangat manjung. Dan bibirnya yang begitu tipis dan sangat seksi berwarna merah jambu. Apa lagi di saat dia lagi tersenyum,? Bikin tambah manis saja.
''Aku tidak menyangka, masalah yang belum tau jalan keluarnya. Tiba-tiba solusinya sudah ada di depan mata untuk menolak perjodohan ini.'' Pikir nya.
Aku akui dari awal pertama saat aku melihat kamu, aku sudah merasa tertarik dengan mu. Penampilan mu yang di bilang mewah tidak juga. Tapi di bilang biasa juga gak, bisa di bilang standar. Mahal tidak, murah juga tidak.
Entah kenapa? Jantungku berdetak begitu cepat saat sedang menatap mu dari jauh. Apa ini, yang di bilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Pikir Kenzo lagi.
Benar kata pepatah, emang jodoh tidak akan kemana. Nyata nya kamu sudah menjadi istriku.
"Hoam,'' Kia menggeliat ke kanan, ke kiri. Untuk melancarkan peredaran darahnya, dan satu tangannya di gunakan untuk menutup mulutnya yang menguap. perlahan -lahan membuka kelopak kedua matanya.
''Apa sudah sampai.?'' Kia mencoba mengedarkan pandanganya di sekelilingnya. ''Kenapa tidak bangunin aku.?'' Tanya Kia dengan cemberut.
Kenzo meliriknya beberapa waktu, ''Tidurmu sangatlah nyenyak, jadi aku tidak tega untuk membangun kan kamu.''
''Kayaknya kamu sangat nyaman sekali dekat denganku. Hingga tidak terganggu sama sekali atas kehadiranku ini.'' Kata Kenzo dengan menyunggingkan sudut bibirnya.
''Aku ini sangat lah lelah, apa kamu tidak tau, ini sudah jam berapa? Lagian di sini tidak cuma kamu saja, ada Pak sopir juga. Jadi aku tidak perlu khawatir dengan diriku ini.''
''Bukan begitu Pak.?'' Tanya Kia ke supir taksi yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolannya dengan Kak, Kenzo.
''Eh, iya neng.''
''Tuh dengar tidak,'' Membuka pintu untuk turun dari mobil karena sudah sampai.
''Tunggu.'' Cegah Kenzo.
__ADS_1
''Apa kamu tidak melupakan sesuatu??'' Menaikan sebelah alisnya.
Kening Kia mengkerut, tanda dia tidak mengerti.
''Kayaknya tidak ada, selain tas. pulang sekolah emang aku membawa apa?'' Pikir Kia sambil bertanya.
''Belum sehari sudah lupa, apa kamu gak pamitan sama suamimu ini,?'' Nanti tidak aku kasih izin, baru tau rasa kamu.'' Menahan tawa dan juga kesal nya.
''Oh, itu. Maaf Pak suami, istrimu ini pulang dulu.'' Pamit Kia dengan nada di buat-buat
''Bye.'' Ucap Kia setelah mencium punggung tangan Kenzo, lalu berjalan masuk ke dalam kos kosan nya dengan hati-hati.
Setelah melihat Kia sudah masuk ke dalam, Kenzo memerintahkan sopir taksi nya, ''Jalan sekarang Pak.''
🍃
🍃
🍃
Bel waktu istirahat sekolah telah berbunyi. Kia baru saja, keluar dari kelasnya untuk menuju kantin sendirian. Kedua sahabatnya sudah lebih dulu pergi ke kantin. Kia baru saja selesai mengerjakan tugas yang kemarin belum sempat dia kerja kan.
Tadi pagi dia sudah telat bangun, jadi dia tidak sempat untuk mengerjakan tugasnya di rumah.
Suasana di kantin sudah sangat ramai. Ada yang sudah selesai makan, Ada juga yang belum. Kia mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok dua sahabatnya tersebut.
''Nah,itu dia. Suka banget sih mencari tempat yang pojokan.'' Batin nya.
Tapi sayang sekali, baru berjalan dua langkah masuk, sudah di tabrak dari arah samping.
Brak
__ADS_1
Sialnya, minuman nya tumpah di lengan bajunya.
''Sorry, tidak sengaja Kia.'' Lirih teman kelasnya.
''It's okay, cuma sedikit. Lagian ini masih bisa di bersihin di toilet. Kalau gitu, aku ke toilet dulu ya.'' Pamit Kia.
Selasai membersihkan minuman yang tumpah di lengan bajunya. Kia berjalan cepat keluar dari toilet dengan lengan bajunya yang sedikit basah.
''Ehhh,'' Pekik Kia saat tangan nya di tarik paksa ke arah gudang belakang.
''Apa yang kamu lakukan Kak.?'' Tanya Kia, saat dirinya di kungkung oleh kak Kenzo, alias suaminya ini. Tubuhnya sudah mentok di tembok. dia tidak mungkin bisa untuk kabur. Pikir Kia.
Kenzo belum menjawab nya, yang kini, sedang menikmati aroma vanila di tubuh milik Kia.
''Kak,'' Panggil ulang Kia.
''Mana handphone mu??''
''Buat apa.?''
''Buat apa lagi,? Kalau tidak meminta nomer handphone mu Kia.'' Kesal nya.
''Oh, ini.'' Menyodorkan handphone nya ke tangan Kenzo.
''Emang untuk apa minta nomer aku Kak.?'' Polos Kia.
''Apa kamu lupa,? Siapa dirimu ini.?'' Tanya Kenzo ambigu.
Kia yang baru saja, menyadari nya hanya menghembuskan nafas beratnya.
''Sudah tau maksudku.?'' Tanya Kenzo dengan muka datarnya.
__ADS_1
''Hmm,'' Jawab Kia males berdebat.
JJANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK.