
''Ayolah, Chika turun!'' Ajak Dito yang tangan nya masih menggegam jemari nya Chika sedari tadi. Setelah membuka pintu mobil untuk Chika tapi Chika tidak bergerak sama sekali dari posisi dia duduk.
''Kenapa?'' Tanya Dito lagi dengan heran, karena Chika enggan sekali untuk turun dari mobil nya.
''Apa kamu takut? Nanti aku apa-apain kamu di dalam Apartemen ku. Ku pikir kamu sekarang berubah deh, banyak diam nya ketimbang bicara nya. Kemana ya,? Chika yang banyak bicaranya saat di kamar Club kemarin?'' Ujar Dito menaikan sebelah alis nya. ''Yang berani melecehkan junior ku lalu naik ke atas tubuhku menciumku terus hmmm.'' Ucap Dito menjeda, dengan kalimat terakhir berisi godaan.
''Kau,'' Pekik Chika pelan dengan kepalanya menoleh di sekitarnya. Ia takut ada yang mendengar omongan Dito yang terkesan wanita murahan menggoda Dito. Seketika membuat Dito tersenyum puas.
''Nah, ini baru Chika istriku. Yang suaranya sedari kemarin selalu naik turun.'' Chika yang mendengar seketika ke dua mata nya menatap tajam ke arah Dito.
''Apa lagi?'' Tanya Dito mendapati tatapan dari Chika. Yang rasa nya dia ingin di telan hidup-hidup.
''Ayolah Chika sayang! Sampai kapan tangan ku menggenggam jemarimu.? Atau jangan-jangan kau sedang modus ya, yang ingin di pegang olehku ya!'' Goda nya lagi dengan senyuman manis nya.
''Eh, apaan sih.?'' Chika menarik jemari nya lalu memalingkan wajah nya ke arah lain. Ia tidak ingin Dito melihat raut wajah nya yang sudah bersemu memerah karena malu. ''Siapa juga yang takut, minggir aku mau lewat.'' Ucap Chika tanpa menatap Dito di depan nya, Dito yang tau dari raut muka Chika yang memerah. Langsung bergerak mundur memberi jalan untuk Chika keluar dari mobil nya.
Chika berjalan cepat ke arah lawan balik dari gedung yang menjulang tinggi di depan nya. Tanpa menunggu persetujuan dari Dito suami nya.
''Eeiit, mau kemana sayang,? Bukan nya Apartemen ku sebelah sana.'' Jari telunjuk Dito mengarah ke gedung pencakar langit.
''Aku tau ya, tapi aku lebih suka ke sana tau.'' Kata Chika menujuk ke arah Rumah makan di sebrang jalan. ''Ke timbang ke situ.'' Lanjut Chika lagi.
''Baiklah, aku ikuti kemauan mu sayang. Bukan nya suami dapat pahala kalau menyenangkan hati seorang istri nya.'' Ucap Dito seraya kakinya bergerak mengikuti langkah kaki nya Chika yang sudah menjauh.
__ADS_1
''Nah, itu kamu tau''
''Selamat siang kak, ini buku menu nya, silakan di pilih ya.'' Sapa pelayan saat Chika dan Dito sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan permeja masing-masing.
''Terimakasih, aku pilih Steak ayam crispy sama nasi goreng hitam. Lalu minuman nya juz alpukat saja mbak.''
''Aku sama in saja mbak,'' Ucap Dito sebelum sang pelayan bertanya ke pada nya.
''Apa kamu yakin, mau makan di sini.?Apa kamu tidak malu nantinya, kalau ada yang melihatmu sedang makan di sini?'' Bisik Dito.
''Kenapa ? Kenapa harus malu? Di sini aku tidak lagi mencuri makanan loh. Aku masih bisa membanyar makanan ku sendiri tanpa harus kamu membanyar nya'' Sinis Chika ''Gitu saja sudah berani mengajak anak orang nikah. Membayar makanan ku saja tidak bisa. Apa lagi nanti ny,? kalau aku makan di Resto yang mahal.'' Gumam Chika pelan tapi Dito masih mendengar nya begitu jelas.
''Sial,'' Umpat Dito kesal. ''Ternyata mulut mu pedas juga ya. Kamu tau tidak____''
''Tau''
''Hmm, aku tau kalau kamu lagi tidak punya uan___
''Cup''
Chika membeku seketika, matanya terbuka lebar-lebar. ''Apa yang kamu lakukan barusan?'' Pekik Chika keras membuat pengunjung rumah makan menatap nya aneh.
''Maaf, maaf,'' Ucap Chika meminta maaf. Lalu menatap tajam ke arah Dito yang menahan tawa nya.
__ADS_1
''Terus, kalau kamu mau melihat aku pergi dari sini.''
''Sorry, hmmm aku kasih tau ya sayang. Memotong omongan dari suami itu bisa dapat karma loh. Lain kali jangan asal memotong omongan dari suamimu sendiri. Jadilah istri sholehah yang mendengarkan omongan dari suaminya.''
''Terserah kau saja'' Lirihnya sambil membuka handphone nya yang dari semalam of.
''Kamu tau tidak, kalau aku mampu membeli Rumah makan ini.''
''Hmm''
''Apa nya?''
''Ya, kau mampu membeli Rumah makan ini.'' Jawab Chika masih fokus ke layar canggih nya.
1 menit
2 menit
''Benarkah,'' Chika mendongak ke arah Dito. ''Bukan nya kau hanya bekerja sebagai meracik minuman di Club saja?'' Kepo Chika.
''Itu hanya kerja sampingan aku saja, Chik''
''Lalu,'' Tanya Chika sambil memincingkan sebelah mata nya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE FAVORID HADIAH DAN VOTE. 😘😘😘
JANGAN LUPA KOMEN KASIH SARAN UNTUK DUKUNG AUTHOR NYA💪💪💪