MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab87


__ADS_3

''Baru pulang, '' Tanya Kia yang bertepatan Chika baru menutup daun pintu utama kos-kosan nya.


''Eh, Kia a a ngagetin tahu.'' Ujar Chika sambil memanyunkan bibir nya kedepan.


''Idih, sejak kapan lebay? Biasa saja kali.'' Ejek Kia seraya berjalan menuju lemari pendingin, mengambil satu botol air putih yang sudah dia taruh beberapa waktu yang lalu.


''Dari Hottel, '' Kata Chika yang ikut mengambil lalu meminum air dingin nya.


''Uhuk, uhuk. ''Kia tersedak minuman nya.


''Kenapa,?'' Tanya Chika tanpa merasa bersalah.


''What,'' Batin Kia.


''Ngapain? hmmm.'' Lanjut Kia berjalan ke sofa dan juga di ikutin oleh Chika di belakang nya.


''Ngapain lagi, kalau bukan melakukan MP.''


''MP, '' Ulang Kia dengan mengerutkan kening nya.


''Maksud nya?''


''Malam Pertama, '' Jawab Chika santai, berlalu meneguk habis air yang berada di tangan nya saat ini. Sedangkan Kia terdiam mematung. Entah apa yang ada dalam pikiran nya sekarang ini?


Melakukan malam pertama, apa mungkin meraka secepat itu? Apa Chika tidak takut hamil nanti nya?Sedangkan aku, ah apa yang kamu pikirkan Kia? Menggelengkan kepala nya pelan untuk mengusir pikiran yang mesum, jangan terlalu berharap ke arah situ ya.


Namun kalau di pikir-pikir, berharap sama suami nya sendiri boleh dong. Ngelamun Kiana yang bingung sendiri.


''Woy, jangan terlalu jauh mikir nya, aku tadi cuma becanda, Kiana.''

__ADS_1


Huff, lega Kia.


''Ku pikir kau tadi itu serius tau Chik. Sudah bikin pikiran aku kotor saja.'' Keluh Kia.


''Sorry, eh tunggu dulu Ki, kalau aku melakukan nya sama Dito. Tidak ada salah nya bukan, tidak juga berdosa kan. Toh kita berdua sudah bersuami istri, sah-sah saja kan kita begituan. Lagian kita berdua sudah tercantum dengan Label halal.''


Tangan Kia bergerak menoyor kening Chika ke belakang.


''Ingat ya, kau ini masih sekolah. fokus saja belajar untuk ujian yang tinggal dua hari lagi. Jangan berulah yang enggak-enggak Chika.'' Beritahu Kia.


''Baiklah-baiklah, tapi itu juga harus di pikirin juga kali Ki. Aku tidak mau di selingkuhi karena tidak mau melayani sang suami.'' Ucap Chika seraya membayangkan nya.


DEG


''Laki-laki tuh, tidak akan jauh-jauh dalam pikiran begituan. Itu hal yang wajar karena dia pria normal.'' Lanjut Chika yang masih membayangkan nya.


''Lalu, '' Kiana.


''Lalu,'' Ulang Chika mengerutkan kening nya.


''Lalu, apa yang kau lakukan kalau dia yang meminta?'' Tanya Kia dengan jantung berdegup kencang yang menanti jawaban dari sahabat nya itu.


''Iya, tinggal di kasih saja lah Ki, masa mau menolak. Lagian nih ya, aku ini sudah di nafkahi.'' Ungkap Chika mengeluarkan kartu tipis di dalam dompet nya.


''Semudah itukah?''


Hmmm


''Serius, ''

__ADS_1


''Iya, kebutuhan ku sudah di tanggung semua nya oleh sang suami. Bukan lagi dari ke dua orang tua ku.'' Ucap Chika dengan raut muka sedih nya.


''Maaf, aku tidak bermaksud unt___''


''Tidak masalah, ini lebih baik untuk ku dari pada sebelum nya.'' Dengan senyuman di paksa.


''kamu melakukan nya karena cinta atau___''


''Terpaksa,'' Saut Chika cepat yang sudah tau maksud ucapan nya Kia.


''Dua, dua nya, ya cinta dan juga terpaksa. Namun masih banyakkan cinta sih. ''


''Terpaksa, bukan tidak mau melainkan belum siap. Ku pikir itu masih terlalu dini bagi ku.'' Lanjut Chika


...****************...


''Apa kau serius Aurel? Kalau boleh lebih pasti lagi, bisa di ulang kembali ucapan mu tadi.'' Harap Kenzo dengan tersenyum senang di dalam hati nya.


Aurel menarik nafas nya sedalam-dalam nya, sebelum mengeluarkan suara nya yang sudah di nanti semua orang yang berada di sini.


''Semangat itukah kamu Ken'' batin Aurel dengan tersenyum kecut.


''Iya, aku Aurel Sanjaya memutuskan pertunangan ku bersama Kenzo Mahesa.''


''Mulai malam ini antara kita berdua sudah tidak lagi memiliki hubungan apa pun itu.'' Ucap Aurel dengan tegas nan datar. Tanpa ada raut wajah menyesal sama sekali.


Semua orang menatap Aurel dengan ekspresi berbeda-beda. Sedangkan Kenzo terdiam beberapa waktu dan juga merasa lega saat ini.


Antara senang dan sedih, senang karena dia terbebas. Sedih karena mendengar kata-kata tidak memiliki hubungan apa pun itu. Apakah ini tanda berteman atau sebagai adik juga terputus.? Pikir Kenzo, yang tidak terlalu setuju dengan keputusan yang di ambil Aurel barusan.

__ADS_1


''Aku tidak setuju Aurel, tidak seperti ini cara nya. Kita harus menjaga silaturahmi diantara dua keluarga besar ini. Seperti sebelum nya, sebelum terjadi perjodohan ini.'' Marah Kenzo.


__ADS_2