
ESOK HARI NYA💋💋💋
Pagi ini suasana sangat lah cerah, dengan warna langit dengan warna biru lautan.
Mentari hangat, memasuki kamar Kiana dengan melalui celah-celah kecil. Celah yang berasal dari jendela yang tidak tertutup rapat oleh gorden yang tidak sempurna menutup.
Kiana yang sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dia tersenyum hangat menyambut hari ini hari ujian pertama bagi murid kelas tiga.
Setelah memastikan keperluan untuk ujian nanti, Kia melangkah keluar dari kamar nya dengan penuh semangat dan melupakan soal kejadian yang semalam, saat dia tidur di peluk dari arah belakang sama suaminya.
Kia pikir itu hanya sebuah halusinasi saja atau dia sedang bermimpi alias bunga tidur.
''Apa mungkin mendengar ocehan dari mulut Chika sampai kebawa tidur.?''🤔 entahlah.
Terlebih sekarang ini, Kiana lebih fokus dulu sama ujian yang di depan mata saat ini. Dia sudah belajar dengan sungguh-sungguh semalam. Mudah-mudahan saja, masih tercantol di dalam otak nya sampai sekarang ini.
''Aku pusing, Ki!'' Keluh Maya pada sahabat nya Kia.
''Pusing kenapa? Sakit kah.'' Terdengar cemas di telinga Maya. Dengan bergerak pelan tangan Kia menyentuh kening Maya.
''Tidak panas, ''
''Aku cuma pusing, Ki. Tidak lagi demam.'' Ucap Maya memanyunkan bibir nya ke depan.
Kia terkekeh, ''Sorry, cuma becanda''
''Kenapa pusing, '' Ulang Kia kembali.
''Aku semalam bergadang, Ki. menghafalkan materi-materi ujian untuk hari ini. Tetapi otak ku tidak bisa menampung semua nya.'' Keluh Maya yang kembali menjatuhkan diri di atas meja dengan mata terpejam.
''Rileks, jangan terlalu tegang. Nyakin lah kamu mampu mengerjakan soal-soal dan mendapatkan nilai yang terbaik'' Kata Kia menyemangati Maya.
''Udah sarapan! kalau belum, ayo sarapan dulu sama aku ke kantin. Aku tadi belum sarapan loh, May. mumpung masih ada waktu dua puluh menit sebelum masuk.'' Tawar Kia.
Maya menganggukkan kepala nya pelan, tanda dia setuju.
''Kemana Chika?'' Tanya Maya yang sedari tadi dia belum melihat batang hidungnya Chika.
''Oh, dia sudah lebih dulu ke kantin sama Dito tadi.''
__ADS_1
''Dito,'' Ulang Maya.
''Iya, ''
''Sejak kapan mereka berdua dekat?'' Kepo Maya.
Yang di balas dengan naikan bahu dari Kia.
Dan akhirnya, mereka berdua berjalan beriring-iringan menuju kantin sekolah. Untuk mengisi perut nya sebelum mengerjakan soal-soal ujian yang tinggal beberapa waktu lagi.
Tiba-tiba banyak yang berbisik, menatap luar area kantin. Yang di mana sebelah sana ada sepasang kekasih sedang bersenda girau.Tanpa beban di liatin semua pasang mata yang sedang menatap nya.
''Ini serius, dia sahabat kita Ki? Wow ternyata dia lebih dulu keluar dari area jomblo di antara kita, mantap. ?'' Heboh Maya yang masih melihat nya.
Sedangkan Kia, terdiam beberapa waktu dengan raut muka yang susah ditebak. Saat melihat adegan romantis di depan mata nya saat ini.
Huuff, Kia menghela nafas berat nya. ''Kenapa dengan diriku,?'' Batin nya.
''Jadi makan tidak! biar aku yang pesan kamu tunggu saja di sini."ucap Kia meninggalkan Maya yang masih setia menatap ke arah sana.
"Ini, untuk mu sudah ku pesan spesial dari ku."
"Iya, terus siapa lagi? Yang ada di sini cuma kamu." Kesal nya.
''Maaf soal semala___''
''Makasih, aku pergi dulu. '' Potong Kia cepat saat melirik arloji manis milik nya tinggal beberapa menit lagi.
''Tunggu, '' Cegah dengan memegang lengan nya.
''Iya, ''
''Semangat untuk mengerjakan soal nya nanti.!'' Ucap nya tulus.
''Kia tersenyum, makasih Kak Kenzo sayang.'' Lirih nya pelan dan hanya Kenzo yang mendengarnya. ''Semangat balik, '' Imbuh nya.
''Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Oh Tuhan, dengan semalam bisa memeluk nya dan sekarang aku dapat kata sayang darinya, aaahhh sakit,'' Pekik Kenzo mencubit pipi nya sendiri.
''Ini, ternyata benar-benar nyata.'' Pekik nya senang namun dengan cepat Kenzo menyembunyikan raut wajah berserinya dengan cepat. ''Jangan sampai ada yang melihat nya.'' Batin nya.
__ADS_1
🍀
🍀
🍀
DI RUMAH ANDRE SANJAYA
''Kenapa kamu menyelidiki nya, Al?''
''Maaf Pa, aku tidak bermaksud untuk lancang mencari tahu hubungan Keluarga Papa.'' Ucap Aldo menyesal setelah tahu kebenaran tentang Keluarga Papa tirinya. Yah, Aldo tau kalau dia bukan anak kandung dari Papa Andre. Dia hanya bawaan dari Alm Mama Maulia yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Aldo sangat lah bersyukur, bisa mendapat kan sosok Papa yang begitu tulus menyayangi nya seperti anak kandung nya sendiri. Dengan memberikan marga belakang nya sudah membuktikan nya, belum dalam hal lain nya.
''Aldo ___''
''Sudahlah jangan di bahas, itu tidak masalah lagian itu kamu berhak tau asal usul Papamu ini dari mana.'' Dengan tersenyum tulus.
''Makasih Pa,''ucap nya lalu tangannya bergerak menggenggam jemari milik Papa nya dengan tersenyum.
''Apa Kia tidak, Papa beri tau kalau Papa sedang sakit saat ini.''
''Jangan dulu, nanti dia tidak bisa fokus dengan ujian nya. Lagian kemarin dia sudah menelfon ku dengan berkata kalau dia sedang merasa kangen. Aku takut dia langsung pulang kesini setelah dia tau kalau aku sedang sakit.''
''Baiklah,''
''Pa,''panggil Al dengan ragu-ragu.
''Iya, ''
''Apa Papa tidak ingin segera memiliki seorang cucu gitu,?'' Lirih nya namun masih terdengar jelas di telinga Papa Andre.
''Kau ingin menikah Al, ''
''Haaah, menikah, Aldo belum siap Pa.''
''Lalu, masa dari Kia dapat cucu nya. Sekolah saja belum kelar sudah mikir nikah. Siapa juga yang mau? Butik nya saja di urus sama kamu, dia belum cukup dewasa dengan hal begituan. Mending kamu sana cepat nikah lalu bikin cucu untuk Papamu ini.''
Di balas cengengesan dari Aldo. entah harus merespon seperti apa saat di suruh untuk menikah?
__ADS_1
''Hmm, seandainya ya, Pa. Posisi sekarang ini Kia sudah menikah dengan usia muda. Apa yang Papa lakukan saat ini, akan merestui nya atau tidak?''