
HAI GUYS AUTHOR MOMY SIU, MEMINTA MAAF KALAU ADA KATA-KATA YANG KURANG ENAK DI DENGAR. DI HARI YANG SANGAT SPESIAL MOMY SIU MENGUCAPKAN MINAL AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA. 🙏
🍃
🍃
🍃
MASIH TAHAP REVISI
Satu jam telah berlalu, sampai-sampai melupakan bel sekolah berdering.
Kiana yang masih setia berdiri di balik pintu, pembatas antara dirinya dengan Aurel Sanjaya.
Aurel yang sedang menangis tersedu -sedu, di balik pintu rooftop tersebut.
Kiana tidak bergerak sedikit pun dari ia berdiri tadi sampai saat ini, di balik pintu Kiana masih memasang telinga dengan baik. Untuk menguping Aurel yang kini sedang meracau.
Dengan hati yang ingin ikut menangis, saat mendengar kalimat yang keluar dari bibir manis milik Aurel. Di sela-sela dia yang masih menangis.
''Apakah aku ini tidak pantas untuk hidup dengan bahagia? Orang yang ku cintai telah mencintai orang lain. Dan parah nya Kak Kenzo baru mengenalnya beberapa bulan ini. Kenapa tidak melihat ku kak, kenapa?'' Teriak Aurel dengan nada frustasi.
''Kenapa tak melirik ku sama sekali?Aku yang lebih lama mengenal kak Kenzo. Tidak cuma aku saja, bahkan kedua orang kita saling mendukung. Apa sih, kekurangan ku selama kak?''
Hiks hiks hiks Aurel terus menangis, ''Apakah aku harus memulai untuk iklasin kamu Kak.? Demi kebahagiaan mu.'' Ucap Aurel yang tersenyum kecut.
__ADS_1
Aurel menghapus air mata nya yang terus mengalir ke bawah tanpa henti. Aurel segera beranjak dari duduk nya, tidak lupa tangan nya bergerak kanan- kiri seperti kipas di depan wajah nya guna mengkeringkan bekas ia menangis.
Huff
''Tarik nafas, keluarkan.'' Aurel mencoba lebih rilexs lagi seperti biasanya.
''Jangan menyerah dulu Aurel, cobalah temui wanita yang di cintai Kak Kenzo dulu. Dan pastikan dulu kalau cinta Kak Kenzo di balas atau bertepuk sebelah tangan, ok.'
Aurel yang ingin membuka pintu rooftoo, di urungkan saat melihat pintu bergerak dari lawan balik.
''Aurel memicingkan sebelah alis nya, saat melihat siapa yang ada di depan nya sekarang? A ada apa?'' Tanya Aurel dengan nada terkejut. ''Bukan nya bel sudah berdering setengah jam yang lalu.?'' Lanjut Aurel lagi dan melirik jam di tangan kirinya.
''Hmm itu, aku a aku.'' Gugup Kia entah harus jawab apa? Itak nya mendadak menjadi kosong.
Hmm
Aurel yang tau, apa yang di maksud Kia hanya tersenyum tipis.? ''Apa kamu mendengar semuanya?'' Tanya Aurel.
''Hmm,'' Jawab Kia seraya kaki nya bergerak menuju bangku kayu yang sudah tersedia di rooftop tersebut.
''Ooh, bagus dong.'' Jawab Aurel hanya O ria. ''Jadi aku tidak perlu untuk menjelaskan, apa yang ku rasa saat ini?''
''Kalau aku ini sangat mencintai kak Kenzo. Bahkan aku sudah bertunangan dengan nnya.'' Ujar Aurel sambil mengikuti Kia duduk di bangku kayu tersebut.
Jadi mereka berdua justru kompak, untuk bolos dari mata pelajaran yang pertama.
__ADS_1
Mereka berdua ingin melesaikan urusan di antara mereka. Tidak berdua ya, bertiga yang ke tiga nya adalah Kenzo Mahesa.
''Maaf, sekali lagi.'' Kata Kia dengan tulus. ''Yang pertama aku memang sengaja ikutin kamu setelah keluar dari mobil Kak Kenzo tadi.''
''Jadi kamu__''
''Tunggu dulu, jangan di potong Rel'' Kata Kia.
''Ok, bisa lanjut''
''Yang kedua, tentang perasaan nya kak Kenzo.'' Kia menjeda ucapan nya sebentar. membuat Aurel menatap nya begitu intens.
''Kenapa kau menatap ku seperti itu, mau menerkam aku ya, Rel?''
''Bisa lanjut gak'
''Iya, aku tau kalau kak Kenzo punya perasaan terhadap ku. Kak Kenzo sudah bilang tapi tidak dengan kata cinta. Dia cuma memanggilku sayang aja kok.''
''What,'' Pekik Aurel. ''Dengan ku saja, dia tidak pernah memanggilku sayang, tapi ini..... ''
🍃
🍃
🍃
__ADS_1
Sedangkan di kelas seorang guru wanita sedang menerangkan mata pelajaran saat ini. Tetapi, Kini pikiran Kenzo tertuju dengan satu nama Kiana. Yang tidak ikut mata pelajaran saat ini. Badahal ransel nya sudah ada diatas bangku nya. Terus kemana dia,?'' Batin Kenzo ''Tidak biasanya dia bolos seperti ini. Dan kenapa kedua teman nya juga tidak ada yang mengetahui nya.'' Lanjut nya.
''Sial, sudah bikin aku tidak fokus sekarang.'' Umpat Kenzo menahan amarah.