MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab90


__ADS_3

Mobil, lamborghini berwarna hitam kini mulai menepi di pinggir jalan yang cukup terbilang sepi. Setelah dua puluh menit yang lalu, mobil yang terbilang mewah itu membelah jalan dengan kecepatan yang terbilang cukup tinggi.


Seandainya saja, yang membawanya tidak cukup ahli dalam mengendarai Mobil nya. Aku nyakin, saat ini akan terjadi kecelakan yang beruntun dengan mobil yang lain nya.


''Turun kamu sekarang,'' Titah Kenzo dengan nada begitu dingin. Tanpa mengalihkan pemandangan nya dari lurus depan Mobil nya.


Setelah keheningan di dalam mobilnya sepanjang perjalan tadi, kini Kenzo menepikan Mobil nya untuk menurunkan ponakan dari Daddy nya yang sudah bikin kesal tadi.


Bagaimana tidak,? bukan nya membujuk Daddy nya. Justru dia menyemangati Daddy nya untuk mengirim dia ke luar negeri.


Rasa nya ia ingin sekali mencekik nya tadi, tapi ia mencoba menahan nya. Karena masih ada Daddy Bagas di samping nya.


Dan sekarang, sudah tidak ada lagi Daddy yang akan menolong nya saat ini. Bisa di bilang ini kesempatan nya untuk membalas perbuatan nya tadi.


''Turun,'' Ulang Kenzo dengan suara membentak yang cukup keras.


''Ayolah Ken, jangan marah-marah begini. Ok, aku meminta maaf deh soal tadi. '' Mohon Digo memelas.


''Masa kamu tega sama aku, aku ini ganteng banget loh Ken. Apa kamu tidak takut kalau saudara mu ini di bawa sama mbak kunti di pohon besar itu.?'' Dengan bergedik ngeri Digo membayangkan nya.


''Aku ini belum memiliki baby loh Ken, jika aku nanti di bawa mbak kunti. Terus siapa yang akan menjadi penerus keluarga besarku nanti nya Ken.?'' Lanjut Digo lagi yang tidak mau turun dari mobil Kenzo. Justru dia menaikan kedua kaki nya ke atas kursi nya dengan merengek untuk melajukan kembali Mobil nya.


''Siapa suruh tadi mendukung Daddy ku untuk mengirimkan aku ke luar negeri ?'' Ucap Kenzo cuek. ''Sekarang kamu bisa lihat bukan, Daddy sudah memutuskan nya dan tidak bisa di ganggu gugat lagi.'' Geram Kenzo.


''Tapi Ken, aku tidak tahu kalau Daddy mu serius seperti ini. Aku kira itu cuma menggretak kamu saja, tidak lebih.'' Elak nya Digo lagi.

__ADS_1


''Pliase, sekali ini aja. Biar nanti aku membujuk Daddy mu lagi.'' Mohon Digo.


'''Sayang nya aku tidak bisa Digo, pokok nya kamu tetap turun di sini sekarang juga.''


''Tapi Kenapa,? Apa kamu tidak akan langsung pulang ke rumah.?'' Tebak Digo, yang melihat perubahan dari raut wajah Kenzo sudah tidak seseram seperti tadi.


''Nah, itu kamu tau. Lebih bagus sekarang kamu turun. Karena aku ingin putar balik lagi.'' Ucap Kenzo santai.


'''Terus, bagaimana dengan aku?'' Protes Digo, '' Seenggak nya turunkan aku di tempat yang cukup ramai kan bisa Ken.''


''Hais lama,'' Kenzo bergerak langsung turun dari Mobil nya untuk membuka pintu menurunkan Digo dari dalam Mobil nya.


''Ini serius Ken, ''


''Yes, kamu masih bisa menelfon salah satu dari teman mu, bukan.'' Menarik Digo keluar dari mobil nya.


''Aku pergi dulu, hati-hati di sini yang katanya banyak mbak kunti nya tadi.'' Jail Kenzo tersenyum puas.


''Kurang ajar kamu Kenzo, '' Pekik Digo kesal.


Digo segera merogoh handphone di saku celana nya, jari-jari nya menari di atas layar canggih nya untuk mencari kontak nama yang ia suruh untuk menjemput nya.


15 menit


''Kenapa kau menghubungi ku ?'' Kesal nya.

__ADS_1


''Karena ini, masih cukup dekat dari rumah mu!'' Jawab Digo, bergerak masuk ke dalam Mobil nya.


''Lalu, di mana Kenzo.? Bukan nya tadi kamu pulang bersamanya.'' Heran nya.


''Sudah pergi, putar balik tadi. Entah mau kemana aku tidak tau?''


''Oh, ini mau ku anter kemana?'' Tanya nya dengan melajukan kembali Mobil nya.


''Terserah, ke hati mu juga boleh, atau ke Hotel dulu baru ke hati mu itu lebih bagus.'' Goda Digo tersenyum senang.


''Apa kah aku juga harus menurunkan kamu di sini?'' Ancam nya.


''Tidak begitu juga kali, ganas banget. Kenapa sih, ganas nya sekarang,?Tidak nanti saja kalau di atas ranjang, biar cepat punya baby gitu.'' Celetuk nya.


Membuat lawan bicara nya merasa geram, lalu menginjak pedal gas nya untuk mengerem mendadak


Srettt, Mobil berhenti mendadak tanpa aba-aba. Dan mampu membuat Digo terjungkal ke depan.


''Oh baby, apa kah kau ingin membunuh ku,? Begitu, bisa tidak rem nya pelan-pelan.'' Gerutu nya, ''Sebelas dua belas sama Kenzo.'' Kesal nya.


''Maka nya jangan membuat ku kesal, disaring dulu kalau mau berbicara sesuatu. Emang nya aku ini perempuan apa an.?'' Marah nya.


''Kalau bukan tadinya aku ingin keluar, ogah banget ya, aku menghampirimu tadi.'' Lanjut nya lagi.


''Iya, ya nanti aku saring dulu pakai saringan teh, biar tidak ada kesalahan yang membuat mu marah.'' Ujar Digo mengalah, ia tidak mau bikin masalah lagi sama wanita nya sekarang ini. Yang baru tahap pedekate untuk mengambil seluruh hati nya.

__ADS_1


JANGAN LUPA, SELALU DUKUNG KARYA INI. DALAM BENTUK APA PUN. SALAM HANGAT DARI MOMY SIU💋💋💋


__ADS_2