MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
bab38


__ADS_3

Kenzo terdiam sesaat, merangkai kalimat yang pas buat menyangkal nya. Lagian saat ini Aurel tak memiliki bukti apa pun. Meskipun dia memiliki bukti, dia tak bisa berbuat banyak.


Status nya lebih tinggi dari cewek nya. Eh, bukan ceweknya melainkan istri sah nya. Kenzo tersenyum sendiri ketika membayangkan terkejutnya Aurel nanti.


Namun tidak untuk sekarang ini pernikahan nya terbongkar. Kenzo harus memastikan dulu perasaan nya terhadap Kiana dan juga sebaliknya dengan perasaan nya Kiana.


Kalau tentang dengan perasaan nya, ia sudah nyakin kalau dia mulai tertarik dengan nya sedari awal bertemu. Beda lagi dengan perasaan Kiana, ia tak tau itu. Bahkan ia belum sama sekali untuk berjuang mendapatkan sepenuh hati nya.


Prok


Prok


Prok


''Lihatlah Dad, Pa.'' Tunjuk jari Aurel di depan Kenzo. ''Dia sudah tidak bisa menjawab.'' Geram Aurel saat ini, ''Bisa-bisanya dia berselingkuh dariku. Selama ini aku sudah bersabar menunggu cintanya. Dan sekarang apa yang ku dapat Dad, Pa.?'' Aurel menangis tersedu-sedu dengan tubuh bergetar.


''Apa yang ku bilang tadi itu benar Ken? '' Tanya Aurel di sela-sela ia menangis.


Dia memang *ber*selingkuh di belakang ku saat ini. Hingga tak membantah apa yang ku tuduhkan kepadanya.? lalu dengan siapa,?cantikan mana dengan diriku? apa kelebihan nya ketimbang diriku?pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepalanya.


''Apa yang di bilang sama Aurel itu benar Ken.?'' Dengan tatapan membunuh ke arah Kenzo. Rasa nya ingin menelan putra nya hidup-hidup.


Kenzo yang melihat tatapan membunuh dari Daddy. Tidak merasa takut sama sekali justru terkekeh geli. Dengan santai nya Kenzo menjawab.


''Apa selama ini kamu pernah melihat, aku ini dekat dengan seorang cewek.?'' Tersenyum mengejek seraya menaikan ujung alisnya.


''Aku serius Ken.!'' Terdengar parau suara Aurel.


''Lalu'


''Apa kau pikir aku ini sedang bercanda.? Aku juga serius.'' Geram nya.


''Tanpa bukti kau menuduh ku berselingkuh, Aurel.''


''Apa kamu tau arti kata berselingkuh, Aurel.?'' Tanya Kenzo.

__ADS_1


''Apa maksud mu.?''


''Bisa di bilang, kalau berselingkuh itu. Yang di mana dua hati menjadi satu. Sedangkan kita, aku tak memiliki perasaan apa pun denganmu.


jadi jangan bi__''


''Cukup Kenzo,'' Bentak Papa Alek yang tak Terima. ''Kedatangan ku bukan untuk putri ku menangis melainkan memperjelas hubungan kalian.''


''Ini acara pertunangan bukan pernikahan, jika kalian tidak serius dengan putri ku. Lebih baik dibatalkan kan aja perjodogan ini.'' beranjak dari duduk nya kemudian menghampiri putri nya.


''Ayo sayang kita pulang. !''


''Tapi Pa, Aure___''


''Tunggu Pak Alex, pertunangan ini tetap berlanjut. Duduk lah dulu, kita tentukan tanggalnya pertunangan nya, bukan begitu Kenzo.'' Melirik Kenzo untuk mengiyakan ucapan nya.


Hmm


Melihat Pak Alex yang sudah duduk kembali. dalam hati ia bersyukur lalu bertanya soal hari dan tanggal yang bagus buat acara tunangan putra-putri mereka.''Bagaimana kalau minggu depan, apa Pak Alex setuju.?''


''Aku terserah sama Aurel saja.'' Jawab Alex singkat.


''Aku setuju kalau kak Kenzo juga setuju Dadd.'' Jawab Aurel beralih menatap lekat bola mata Kenzo.


''Kamu tenang saja nak Aurel, Kenzo pasti setuju, bukan begitu Ken.''


''Hmm, terserah Daddy saja.'' Kenzo males berdebat lalu beranjak dari duduk nya. ia ingin cepat-cepat pergi dari ruangan ini, sudah jengah melihat drama keluarganya yang selalu bikin pusing.


''Mau kemana Ken.?'' Tegur Daddy Bagas.


''Ayolah Daddy, Kenzo sudah ada janji sama teman - teman aku. Dan untuk malam ini, aku ingin tidur di Apertemen Dadd.'' Pamit nya.


''Antar dulu Aurel pulang baru pergi sama teman-teman kamu. Lebih bagus, ajak Aurel ikut bersama mu.''


''Huff, baiklah Dadd, aku antar Aurel pulang dulu.

__ADS_1


🍃


🍃


🍃


Mobil Kenzo sudah berhenti di depan rumah mewah bercat abu-abu muda, sekitar 15 menit yang lalu.


Selama perjalanan tidak ada yang membuka obrolan, mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


Hingga sampai di depan rumah Aurel. keduanya masih belum juga mengeluarkan suaranya.


''Apakah kamu marah.?'' Akhirnya tiga kata lolos juga dari mulut Aurel. Yang sedari tadi hanya berani melirik ke arah Kenzo.


''Menurutmu,'' Jawab Kenzo singkat dengan pandangan nya lurus ke depan. Tanpa mau melirik Aurel di sebelah nya.


''Maaf, aku hanya takut kehilangan kamu. Aku sangat - sangat mencintai kamu, aku gak mau kehilangan kamu. Aku tak sanggup, apa lagi akhir-akhir ini kamu menghindar dariku.? Aku takut kalau kamu memiliki cewek lain di luar sana.'' Keluh Aurel yang selama ini dia rasakan.


''Kamu tau bukan, cinta itu tidak bisa di paksa. Walau pun di paksa hasil nya akan menyakitkan untuk kita berdua. Banyak lelaki di luar sana yang lebih baik dari aku. Ku harap kamu mengerti maksud aku.''


''Tapi aku gak mau yang lain, aku maunya kamu sayang.'' Pinta nya.


''Meskipun kamu tau, kalau aku tidak cinta sekalipun.'


''Ya, aku yakin lambat laun kamu pasti akan mencintaiku.''


''Ck, terserah kau saja. Aku sudah ingatkan kepadamu, jika nanti kalau kamu sakit hati, jangan salahkan aku.''


''Dan silakan turun dari mobil ku,!'' perintah Kenzo.


''Kamu mau kemana. ?''


''Bukan urusan kamu.'' Setelah Aurel turun dari mobilnya. Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa ada tujuan. Entah hari ini begitu lelah dan pusing.


KARYA PERTAMAKU, BUTUH SARAN DARI KALIAN DALAM PENULISANNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


BUAT SEMANGATI AUTHORNYA


__ADS_2