MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab47


__ADS_3

Sosok seorang yang berada di atas panggung, yang sehabis mengantar putri satu-satu nya naik panggung. Kini ia merasa terharu atas pemandangan di depan mata saat ini. Dia tidak menyangka, hari kebahagiaan putri nya menjadi kebahagiaan keluarga Sanjaya juga.


Sosok seorang yang tak pernah ia temui beberapa tahun silam, kini hadir di acara pertunangan putri nya.


Pertemuan saat ini juga, tidak pernah ia bayangkan selama ini. Setelah mendapatkan kabar dari orang suruhan nya, kalau hari ini mereka akan hadir di acara putri nya. Da tidak percaya begitu saja, sebab dia tidak merasa mengundang mereka. boro - boro mengundang, alamat rumah nya saja gak tau.


Ya, dia lah Alex Sanjaya, yang tak sengaja melihat dari sudut pandangan sang papa nya. Tanpa berkedip dengan satu arah di depan sana.


Merasa penasaran, Alex mengikuti arah pandangan Papa Abraham. Dia terbuat terkejut, jelas terkejut ia sampai terhuyung ke arah belakang. Seandainya tiada orang yang berada dibelakang nya, mungkin saja saat ini ia menjadi tontonan para tamu undangan.


Akhir nya diri nya bisa melihat anggota keluarga yang terpisah selama ini.


Sedangkan Kiana di buat terkejut kembali, saat pundak nya di tepuk dari arah damping.


''Hei, Kiana bukan?'' Sapanya melangkah maju dan mendekati ke arah Kia.


Kia mendengar suara cowok yang tak asing di telinga nya, ia segera menoleh ke sumber suara nya.


''Digo'' lirih nya.


Digo, sahabat cowok Kia satu-satu nya. Yang dulu satu sekolah sebelum dia pindah sekolah .


''Kiki,'' panggil nya kembali, setelah melihat Kia yang tak merespon nya.


''Eh, iya Kak Digo.'' Jawab Kia dengan celingukan kesana-kemari. ''Bersama siapa Kak. ?''


''Sendiri lah, aku tadi habis dari toilet, cari siapa sih.? Oh aku tau, pasti lagi cari hhmmmt

__ADS_1


''Jangan asal bicara, siapa juga yang mencari nya.?'' Melepas tangan nya dari mulut Digo.


''Ih, bau trasi Kiki.'' Kesal Digo ''Kebiasaan ya, gak hilang ternyata. kalau bukan mencari nya, lalu mencari siapa.'' Sindirnya.


Mendengar gerutu nya Digo, Kia memutar kedua bola mata nya malas.


''Lebay,'' Melangkah masuk ke dalam Hotel. Yang di mana acaranya sudah di mulai sedari tadi.


Kia berjalan santai, tidak memperdulikan semua mata yang sedang menatap nya penuh kagum atas kecantikan nya. Kia fokus menuju dimana papa nya berada.


Di saat Kia berjalan santai, kini Kenzo terlihat gelisah sampai-sampai Aurel merasakan nya.


''Sayang, sampai kapan ini cincin nya tidak masuk-masuk, lama sekali jangan bilang pas beli nya tidak pakai ukuran yang aku berikan.'' Geram Aurel yang sedari tadi tidak bisa masuk cincin nya.


''Fokus Sayang, jangan gugup, jangan bikin aku mau, sayang.'' Bisik Aurel di telinga nya dengan nada cemas.


Kondisi nya Aurel saat ini lemas di atas ranjang, dengan seluruh tubuh nya tertutup selimut. Dia tak memiliki tenaga lagi, dari semalam sampai pagi hari Aurel bolak-balik masuk kamar mandi.


Pagi-pagi sekali Aurel sudah di periksa oleh Dokter pribadi, Dokter cuma bilang ada yang salah di dalam makanan yang ia makan. untung tidak terlalu parah.


Sepulang dinner sama kak Kenzo semalam. Mendadak perut nya jadi mules. Badahal hari ini jadwal untuk membeli cincin pertunangan nya sama kak Kenzo. alhasil Aurel memberikan ukuran cincin yang di pakai saat itu.


SEKARANG


''Hmm, '' Jawab Kenzo singkat. pikiran nya sekarang di penuhi nama Kiana.


Di sini, bukan cincin nya yang tidak muat. Melainkan Kenzo yang tidak fokus memasang cincin di jemari nya Aurel.

__ADS_1


Setelah pandangan nya bertemu sama Kia, Kenzo merasa, menjadi laki-laki brengsek yang tak cukup dengan satu wanita.


''Maaf,'' Lirih nya pelan yang di tunjukan kepada Kia. Sesudah cincin nya terpasang di jemari manis nya Aurel.


Aurel tersenyum melebar, saat cincin ya masuk di jemari manis nya


dan di sambut tepukan tangan yang begitu meriah.?


Acara berjalan dengan lancar, semua tamu undangan yang hanya di hadiri oleh kerabat dan keluarga sudah pada pulang satu persatu. Setelah mengucapkan selamat pada Kenzo dengan Aurel.


Kini giliran Andre Sanjaya, yang melangkah maju ke depan untuk mengucapkan selamat untuk rekan kerja nya.


Huuf


Pak Andre selalu mengeluarkan nafas berat nya, terasa berat buat melangkah, apa lagi di sana masih ada orang tuanya dan adik nya.?


Kia berjalan cukup jauh dari Papa dan kakak nya. Sedari awal duduk Kia tidak satu meja sama keluarga nya. Niatnya satu meja sama papanya, ketika sampai di meja papanya. Ternyata sudah penuh sama rekan - rekan kerja papa nya. Kia mengurungkan niatnya dan memilih mencari meja yang kosong.


Tiba-tiba high heels Kia patah hendak menyusul Papa nya dan membuat nya terjatuh.


Bruk


''Aauuww, ''Teriak Kia, Digo yang melihatnya segera menolongnya.


''Kamu tidak apa-apa, Ki.?'' Digo bertanya sambil membantu Kia berdiri. Satu tangan nya berada di pinggang Kia.


''Lepaskan dia,'' Teriak seseorang dengan menarik Kia ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2