MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab106


__ADS_3

''Jelas kan,'' Bentak Aldo yang cukup keras.


Mereka bertiga, kini sudah berada di tempat yang cukup sepi dari sebelum nya. Setelah beberapa waktu mereka terdiam diri, dengan pikiran nya masing - masing. Kini Aldo yang sudah gatal dengan mulut nya, Aldo membuka suara lebih dulu, dari mereka yang jadi tersangka sedang kepergok berdua an.


Sedari tadi Kia menundukkan kepala nya ke bawah, dengan jemari nya saling bertautan. Ia sangat takut, dengan kemarahan sang Kakak nya yang tidak pernah dia lihat sebelum nya.


'Kenapa kamu hanya marah sama dia,? Tidak dengan aku juga. Disini aku juga yang salah. Aku yang setuju juga merahasiakan pernikahan kita, tidak hanya dia saja.'' Bela Kenzo.


''Aku lagi tidak berbicara dengan kamu ya, Aku lagi berbicara sama adik ku yang berani nekat berduaan dengan kamu.'' Tanpa ekspresi Aldo menjawab nya. Dengan posisi membelakang i mereka berdua.


''Dasar laki - laki brengsek, Aku sudah tahu, kalau kau sudah memiliki seorang tunangan beberapa bulan yang lalu.'' Balik arah dengan tunjuk jari nya tepat di wajah Kenzo.


''Aku tidak menyangka, seorang CEO ternyata ciut nyali.''


''Apa maksud mu?'' Memegang jari tepat di wajah nya.


''Kau masih bertanya,'' Melempar tangan Kenzo yang memegang satu jari nya dengan kasar.


''Tentu, karena Aku tidak tahu.''


Aldo terkekeh, ''Di sebut apa seorang laki - kaki menemui istri nya secara diam - diam dan lebih parah nya lagi. ?Menemui orang tua nya saja, tidak berani dan memilih seperti ini.''


''Kau, ''


''Apa,? itu emang kenyata an nya. Aku lagi tidak mengarang nya.'' Sinis nya.


''Ku pikir, bukan kau laki - laki yang sudah berhasil menikah i adik ku ini, secara sah Agama dan Negara hampir setahun.''


DEG


''Kau mengetahui nya,'' Kenzo tak percaya, dia pikir tadi baru terbongkar hari ini. Dan ternyata, perkiraan nya salah besar.

__ADS_1


''Kalau sudah tahu, kenapa kamu masih marah-marah sama istri ku.''


Aldo tersenyum geli, sebutan istri ku.


''Aku marah, karena dia tidak mengatakan nya dengan jujur. Siapa suami nya ini? Yang sekarang ini sudah memiliki seorang kekasih.


''Apakah adik ku ini sudah mendapat kan sebuah gelar.?''lanjut nya beralih menatap adik nya Kiana.


''Aku tidak tau, reaksi apa yang akan Papa berikan ke pada kamu, Ki.?'' Lanjut nya dengan nada rendah.


''Hubungan yang begitu rumit,''


Ucap nya, sebelum melangkah pergi.


Kia meraih tangan Kakak nya dengan cepat, sebelum menjauh dari nya.


''Aku bisa menjelaskan semua ini Kak, please dengerin dulu.'' Pinta Kia memohon.


''Sedari tadi aku terus berpikir, kenapa Kakak semarah ini. Bukan sebelum nya Kakak sudah mengetahui nya. Kenapa baru sekarang Kakak marah kepada ku''


''Iya, tapi tidak dengan laki - laki ini. Kalau bukan dengan laki - laki ini, aku tidak semarah ini.''


''Dimana salah nya Kak.? Dengan Kak Kenzo sama laki - laki lain. Ku pikir sama saja, sama laki-kaki nya hanya beda fisik nya saja.''


Tangan Aldo bergerak mengelus punggung tangan milik Kia, yang masih memegang tangan nya dengan erat.


''Apa kamu tahu? Siapa tunangan dari laki-laki yang di sebut suami mu ini.?'' Dengan tatapan teduh, Aldo berikan ke pada adik yang sangat di sayangi nya itu.


Kia mengangguk pelan, ''Tahu Kak,''


''Siapa,?''

__ADS_1


''Aurel,''


Aldo mengulum senyuman manis nya, dia nyakin, kalau adik nya belum tahu perihal hubungan dengan Keluarga dari Papa nya saat ini.


''Kakak masih bisa merestui hubungan kalian, maaf tadi aku sempat emosi.'' Menarik adik nya ke dalam pelukan nya.


''Aku sangat menyayangi Kak Aldo, sehat selalu Kak.'' Doa nya.


''Amin,''


''Aku kasih saran, Ki.''


''Apa,?''


Aldo melirik ke arah Kenzo yang berdiri, dengan beberapa detik, pandangan mereka berdua saling terkunci.


''Coba kamu bertanya sama suami mu itu. Siapa nama lengkap dari tunangan nya saat ini.?'' Bisik nya di daun telinga milik Kia, dengan sorot mata penuh arti menatap Kenzo.


Dengan perlahan Aldo mengendurkan pelukan nya.''Aku saran in ya, mending kalian berdua berkata jujur. Perihal hubungan kalian berdua ke pada Papa.''


''Dan untuk kau, jadilah laki - laki yang gantle untuk adik ku ini.''


Dia sadar, ini tidak sepenuh nya salah nya Kenzo. Lagian hubungan kedua laki - laki itu sudah membaik. Aldo tidak sengaja mendengar percakapan mereka yang begitu mengharukan. Saat ia ingin memasuki ruang rawat inap Sang Papa, satu jam yang lalu.


Semoga Papa merestui hubungan kalian berdua, dan tidak akan terjadi salah pahaman seperti hubungan Papa kalian sebelum nya.


''Satu hal lagi, putuskan Aurel jika kamu memilih Kia. Kalau tidak, tinggalkan Kia sekarang juga.'' Kata Aldo tegas tiba - tiba sebelum benar -benar pergi menjauh dari mereka.


''Sudah ku Lakukan ya.'' Pekik nya, namun Kakak ipar nya sudah menjauh.


''Kenapa kamu tadi diam saja,? Tidak mengelak hubungan mu sama Aurel. Bisa kasih tahu aku, siapa nama lengkap mantan mu Aurel.''

__ADS_1


''Iya, nanti aku kasih tahu. Lebih baik kita pergi dari sini dulu ya.'' Dengan bergandengan mereka berdua pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2