MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab149


__ADS_3

Di sisi Negara yang berbeda, Aurel masih menatap lekat interaksi kedua lawan jenis di depan nya, tanpa sepengetahuan dari si empu nya.


Aurel tak mampu menjabarkan apa yang di rasakan saat ini.


Dengan sesekali mendongakkan kepala nya ke atas dan mengedipkan kedua mata nya berulang kali. ''Please jangan jatuh lagi sekarang ini. Sudah cukup selama ini, sakit karena cinta. Lo masih muda Aurel, masa depan lo masih panjang.'' Hibur nya.


''Cinta, gue benci sama lo, gue benci.'' Persetan untuk selama ini gue ingin berubah.


Dua tepukan di pundak nya, membuat Aurel tersadar berlalu menatap pelaku nya. ''Lo gak kangen, sama motor ninja gue. Baru ku servis tadi siang, loh Rel.''


Aurel menelisik seluruh dari sisi motor yang dulu selalu bikin heppy. ''Kangen banget Kris, namun untuk sekarang enggak deh, takut skill gue sudah menurun. '' Kilah nya, jujur dia ingin sekali menaiki motor dengan cepetan tinggi, mengeluarkan sesak di dada nya saat ini. Namun Aurel tak mau ambil resiko untuk saat ini, yang mood nya kali ini benar-benar buruk.


''Hmm, nanti pulang nya lo sendirian kan Kris.?''


''Kenapa, ?''


''Mau nebeng lah, mau apa lagi coba. ?''


🍃

__ADS_1


🍃


🍃


TIGA HARI TELAH BERLALU


Semenjak Aurel melihat Digo dengan perempuan lain di area balapan motor beberapa hari yang lalu. Aurel benar-benar membulatkan keinginan nya, untuk mundur secara baik-baik. Tidak ingin banyak perdebatkan yang harus terjadi untuk malam ini.


Di sebuah Caffe yang makin ramai di kala malam minggu telah tiba. Banyak kaum remaja keluar masuk ke Caffe tersebut.


Aurel sesekali meminum juz yang sudah dia pesan beberapa menit yang lalu. Beberapa kali juga, Aurel mengecek jam berbentuk hati di tangan kanan nya.


TIGA PULUH MENIT TELAH BERLALU


''Vik, loh sudah berubah Dig.'' Aurel tersenyum getir, dengan nasib percintaan yang selalu malang. Dengan perlahan yang pasti, Aurel mulai melepas cicin pertunangan nya bersama Digo.


Dengan melepas nya, Aurel berniat ingin membungkus nya, lalu mengirimkan nya ke alamat Apartemen Digo tinggali.


Tanpa Aurel sadari, di salah satu meja paling sudut Caffe tersebut. kedua pasang mata menatap Aurel penuh penyesalan. Dari gerakan tubuh Aurel selalu terpatri didalam mata Digo. ''Sungguh, bukan ini yang dia ingin kan, beri aku waktu sedikit lagi Aurel, I Love you. ''

__ADS_1


🍃


🍃


🍃


Sedangkan di sebuah Jet pribadi, pasangan suami istri sedang berdebat kecil. Kia yang tidak ingin di antar pulang sampai di Indonesia, sedangkan Kenzo masih tetap pada pendirian nya untuk mengantar istri nya sampai pintu rumah nya.


Hoek


Hoek


Hoek,


''Minum dulu teh hangat nya, tadi aku sudah menyuruh Rena membuat nya. Sebenar nya tadi aku ingin menyuruh Rena untuk membuat air hangat rasa lemon. Dan aku langsung teringat, kalau kamu tidak suka minuman berbau asam.'' Jelas nya, seraya menyodorkan satu gelas kecil yang berisi teh hangat.


''Gini aja sudah teler, gak kebayang saat berangkat nya ke New York pakai pesawat umum, pasti selalu ngerepotkan Rena.'' Sindir nya.


Membuat Kia tersenyum kaku. ''Itu kan sudah tugas nya Rena untuk mengurus diri ku Ken. Rena sudah di gaji sama Dad, jadi hal yang wajar kalau aku ngerepotin dia.'' Bela nya.

__ADS_1


''Iya deh iya, gak akan menang kalau debat sama kamu sayang, memang wanita selalu benar.'' Gagal deh membuat Kenzo kecil otw, Kenzo yang dari awal berniat mencetak Kenzo kecil di dalam jet pribadi nya, yang pasti sensasi nya sungguh luar biasa, seketika Kenzo terkekeh geli membayangkan tingkat otak mesum nya sendiri.


__ADS_2