MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab66


__ADS_3

MAAF YA, UP NYA TERLALU LAMA MUMPUNG LIBURAN JADI BUAT BERPERGIAN. 🙏🙏🙏


🍃


🍃


🍃


Kia dan Aurel berjalan ber-iring-iringan turun dari anak tangga rooftop tersebut.


Di karenakan ini sudah jam istirahat. Mereka berdua melangkah kan kedua kaki nya menuju kantin. Yang di mana tempat tujuan semua murid ketika jam istirahat tiba.


Sepanjang berjalan menuju kantin, mereka berdua tidak berbicara sama sekali. Justru orang lain yang melihat terkejut. Banyak murid-murid yang berbisik-bisik membicarakan mereka berdua. Sejak kapan mereka berteman? Kemana kedua teman nya Aurel yang selalu setia itu? Bukan nya mereka tidak satu kelas ya? Masih banyak lagi yang sedang mereka bahas tentang Kia dan Aurel.


Sesampainya di kantin, Aurel mengedarkan pandangannya mencari dua sosok teman setia nya. Sedangkan Kia mencari Maya sama Chika dan kebetulan Kia melihatnya dikursi paling ujung namun.


''Kenapa cuma ada Maya, kemana Chika'' Batin Kia.


Kia berjalan mendekati meja yang di tempati Maya makan. Menarik kursi lalu duduk di depan Maya dan tidak lupa memesan satu gelas minuman dingin.


''Tumben sendirian, kemana Chika?'' Tanya Kia seraya melirik kesana kemari mencari keberadaan nya Chika.


''Dia tidak masuk,'' Jawab Maya singkat di sela ia meminum jusnya. Kok malah tanya aku, bukan nya kamu yang tinggal satu atap sama dia.'' Heran Maya.


''Semalam aku tidur di Apartemen kak Aldo. Jadi aku tidak tau, kenapa hari ini Chika tidak masuk. Apa mungkin dia lagi sakit ya? Bentar deh aku hubungi dia dulu.''

__ADS_1


''Tidak bisa di hubungi Ki. Tadi aku sudah coba tapi tidak bisa masuk.'' Ujar Maya sambil menghapus sisa makan nya dibibir dengan tisu. ''Gini saja, nanti kamu pulang sama aku kita cek Chika dia kenapa? Kamu akan pulang ke kos-kosan mu bukan.? Tidak ke Apartemen kakakmu lagi.?'


''Hmm tidak, aku pulang ke kos-kosanku. Apa lagi dapat tumpangan gratis?'' Celetuk Kia tersenyum begitu senang.


''Kayak orang susah saja,'' Sindir Maya seraya menggeleng-gelengkan kepala nya pelan.


''Biarin, yang penting uang ongkos ku utuh hari ini. ''


''Ini minuman nya neng'' Kata bok Yem pemilik Kantin.


''Makasih bok Yem'' Ucap Kia yang langsung meminum nya sampai tandas. ''Aaaahhhh seger nya.'' Kata Kia sehabis menegak, segelas minuman nya.


Maya yang melihat nya merasa heran. ''Habis dari mana sih Ki? Satu gelas langsung habis, tidak ada manis-manisnya jadi cewek'' Lanjut Maya beruntun, bertanya di seling mengejek.


''Bodo amat, yang terpenting sudah gak haus lagi.''


''Kak,'' Panggil Kia.


''Hmm''


''Ini sebenarnya mau kemana sih kak?Dan ini, ini bisa dilepas tidak,'' Protes Kia saat tangan nya yang masih di genggam oleh suaminya. ''Malu di lihatin semua orang.'' Lanjut nya seraya melirik orang-orang yang sedang melihat nya.


Dan disinilah mereka berdua, di perpustakaan sekolah yang terlihat sepi! Tanpa melepaskan pegangan mereka, Kenzo berbalik mendadak lalu menarik kencang tangan Kia hingga Kia masuk ke dalam pelukannya.


''Kamu dari mana saja tadi? Kenapa jam pelajaran pertama kamu tidak ada. Namun ransel mu ada di bangku mu.'' Kata Kenzo tepat di telinga Kia, yang masih di dalam pelukan nya.

__ADS_1


''Jangan bilang kalau ini ada hubungan nya sama Aurel. Kalau benar apa yang di katakan oleh Aurel tadi?Jawab Ki, jangan diam saja.''


''Iya Kak Kenzo, tapi lepasin dulu pelukanmu ini. Bagaimana bisa menjawab kalau kakak memeluk ku begitu erat'' Gerutu Kia.


''Maaf Ki, aku tidak sengaja. Entah sedari tadi pagi aku itu kepikiran terus sama kamu.'' Ujar Kenzo sambil melepaskan pelukan nya. ''Belum soal semalam sama kakak mu.'' Lanjut nya ''Dan sekarang kamu pagi-pagi sudah menghilang hanya ada ransel di bangku mu saja. Membuat ku gelisah tau tidak,'' Cemas Kenzo menatap lekat wajah Kia yang ada didepan nya.


Kia membalas tatap dari Kak Kenzo, Kia bisa melihat, di dalam tatapan nya ada ke khawatiran yang begitu tulus. ''Maaf, aku sudah membuat mu khawatir'' Ucap Kia penuh sesal.


''No problem, tapi lain kali kabari aku ya.''


''Iya''


''Apa yang kamu bicara kan sama Aurel tadi?''


''Tidak banyak, hanya sekedar hubungan ini yang begitu rumit. Apa lagi kamu sudah mengungkapkan perasaan mu ke aku ke pada nya.?Kamu tau tidak, kejujuran mu membuat ku merasa tidak enak kepada Aurel. Seperti aku dengan sengaja yang menggoda kamu.''


''Kak''


''Apa?''


''Masih belum terlambat kak. Kalau kamu ingin memperbaiki hubungan mu sama Aurel''


''Apa yang kamu katakan Ki? Kamu tau betul bukan, kalau aku tidak memiliki rasa apa pun itu kepada Aurel? Dan kamu se enak nya menyuruh ku memperbaiki hubungan sama Aurel. Sejak kapan aku punya hubungan sama Aurel, Kia.?''


''Iya aku tau Kak, siapa tau nanti bisa tumbuh karena terbiasa? Dari aku lihat, Aurel itu anak yang baik, cantik pula. Apa lagi kekurangan nya kak?''

__ADS_1


''Tapi, aku tetap memilih kamu, karena kamu istri ku dan aku punya rasa cinta, jika itu sama kamu.'' Ungkap Kenzo tegas lalu melangkah keluar dari ruang perpustakaan tersebut. Dan tidak lupa Kenzo mengecup sekilas kening istri nya itu. Kenzo males berdebat dan berakhir bertengkar. Mending dia yang pergi guna menghindari pertengkaran yang tidak dia ingin kan.


__ADS_2