MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Chapter 4


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Alina baru saja bangun dari tidurnya. Ia melihat Rio yang masih tertidur pulas disebelahnya.


Alina sedikit lega. Ternyata Rio tidak melakukan hal-hal yang aneh semalam.


Alina segera bangun dari kasurnya. Ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dan setelah mandi ia akan langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Selesai mandi dan berganti baju. Alina langsung pergi ke lantai bawah. sebelum ia pergi. Alina sempat melirik Rio yang masih tertidur pulas itu, dan tersenyum.


Didapur, Alina hanya memasak makanan yang cepat untuk dihidangkan. Ia memilih membuatkan nasi goreng untuk sarapan hari ini. Karna cara membuatnya simple dan cepat.


Kalo soal masak-memasak sih, Alina lumayan jago. Setiap ibunya gak bisa masak di rumah, Alina akan menggantikannya memasak. Terkadang Alina diajarkan hal yang baru untuk dia masak. Rasa masakannya juga lumayan enak. Bapaknya selalu memuji masakan buatannya.


Setelah beberapa menit. Nasi goreng ala-ala Chef Alina jadi. Nasi goreng itu dihias semenarik dan seindah mungkin. Dan membawanya ke meja makan.


Alina langsung memakan nasi goreng buatannya sendiri. Ia tidak memikirkan Rio. Jika Rio merasa lapar, biarlah dia membuatnya sendiri.


Alina bisa dibilang istri durhaka pada suami. Lagi pula Alina mengganggap pernikahan ini hanyalah sebuah perjodohan yang tidak Alina inginkan. Yang sudah dibuat berabat-abat lamanya.


Setelah mengisi perutnya dipagi hari. Alina memilih untuk duduk di ruang tengah, sambil nonton TV.


Selang beberapa saat. Rio keluar dari kamar. Dengan mengenakan celana hitam pendek dengan kaos putih polos dibadannya.


Dia langsung menghampiri Alina, setelah melihat Alina yang lagi asyik nonton TV.


Rio tanpa suara langsung duduk disampingnya. Sedangkan Alina hanya fokus pada TV didepannya saja. Dia tidak menghiraukan Rio disebelahnya.


" Lo udah sarapan? " tanya Rio dengan badan yang lemas.


" Kalo udah, emangnya kenapa?? " tanya Alina ketus. Tatapannya masih saja fokus pada TV didepannya.


" Kok gak ada sebutirpun sarapan dimeja? " ucap Rio dengan suara lemasnya.


" Kalo laper, bikin sendirilah! " ucap Alina judes.


" Gue kan cowok. Mana bisa masak. "


" Kata siapa cowok gak bisa masak?? "

__ADS_1


" Kata gue. "


" Semua cowok tuh pinter masak! cuma cowoknya aja malas-malasan buat belajar masak! " perjelasnya.


" Masakin dong! gue laper banget nih. Lo kan istri gue. " ucap Rio memohon pada Alina.


" Bodo amat! mau gue istri lo kek, mau temen lo kek! BODO AMAT!!! sana pergi! gangguin gue aja lo! "


Mimpi apa gue kemaren-kemaren. Kok bisa-bisanya gue mau aja nikah sama emmak lampir model ginian. Mana kalo lagi judes nyeremin lagi. Kalo gue tau kek gini. Gue gak bakal mau ama emmak-emmak lampir model ginian. Lebih baik gue nikah sama kuntilanak jika harus memilih. Dari pada nikah sama emmak lampir kek ginian. Batin Rio


Rio hanya terdiam tak bersuara. Seperti orang tak bisa bicara.


Alina yang merasakan keheningan disekitarnya. Ia melirik sedikit demi sedikit ke arah Rio yang badannya lemes. Ditambah wajahnya yang amat pucat kek orang mati yang masih hidup.


Lama-lama kasian juga Alina yang liat Rio kek mayat hidup. Bagaimanapun juga dia sekarang sudah sah jadi suaminya.


Alina menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya.


Alina bangun dari duduknya. Ia langsung menuju dapur untuk mengambil nasi goreng buatannya yang sengaja disimpan untuk berjaga-jaga. Ia langsung membawanya ke arah Rio berada.


Tanpa basa-basi Rio langsung melahap sarapan yang ada didepannya itu. Cara makannya kayak orang yang gak makan satu tahun.


Cepet banget nih orang makannya. Gak keselek apa tuh?


Ini yaaa, yang dinamakan orang yang lagi laper banget, kalo udah dikasih makanan pasti makannya kek orang kesurupan. Batin Alina


Alina memilih melanjutkan menonton TV dari pada menonton orang yang lagi makan kayak orang kesurupan setan. Tapi seketika ia ingat dengan hal sesuatu. Bahwa dirinya lupa memberi tahu sepupunya, kalo Alina hari ini izin gak masuk sekolah.


Seketika Alina bergegas menuju kamar untuk mengambil hpnya dan menelpon sepupunya. Sedangkan Rio yang melihat Alina berlarian kayak orang dikejar penagih hutang. Hanya diam sejenak melihatnya dan langsung melanjutkan pengisian bahan bakar diperutnya.


***


Malam hari. Alina duduk diruang tengah, sambil menonton TV drama kesukaannya.


Dari dalam kamar terdengar suara teriakan Rio yang sedang memanggil Alina.


" Tuh anak kenapa lagi sih?!!! " Alina berdesah kesal.

__ADS_1


Alina segera pergi menuju kamar. Dengan rauk muka kesal.


Setelah Alina membuka pintu kamar. Terlihat Rio yang sedang duduk diatas kasur sambil memainkan hp-nya tanpa menggunakan baju. Hanya menggenakan celana pendek saja.


Astaga!!! badannya itu loh! keren banget. Six pach lagi. Gue hampir mimisan nih!


Huuuh, tahan- tahan Alina. Gak boleh khilaf, jaga sikap.


" Eeeh Rio! lo kenapa gak pakek baju sih?!! Sok pamer banget tuh badan! " celetuk Alina.


" Bodo amat! ini tuh kebiasaan gue! " ucap Rio cuek.


" Yeee kan ada gue disini! " ucap Alina


" Lo kan istri gue! "


" bodo amat! terus, lo manggil-manggil gue ada apaan?? " tanya Alina


" Besok gue sekolah ditempat lo! "


" Maksudnya! lo itu pindah ke sekolah gue? "


" Iya gue pindah. "


" Kok bisa pindah?? "


" Gue harus bolak-balik dari jakarta ke Mexico tiap hari gitu?? "


" Nggak gitu juga. Berarti lo dari dulu tinggal di Mexico dong? "


" Sejak lahir gue udah di Mexico. "


" Hehe, sorry! gue gak tau nama negara yang lo tinggalin itu negara apa. "


" Dasar lo! negara asal suami aja lo gak tau! "


" Hehehe! "

__ADS_1


__ADS_2