
Mom Siska meringis ngilu,saat mendengar hukuman yang akan di berikan oleh sang suami.
Banyak yang bilang hukuman itu sangatlah nikmat, tapi tidak dengan Mom Siska, di gempur semalaman tanpa jeda dan istirahat.alhasil pagi nya tubuh Mom Siska remuk lebur tanpa tulang,belum juga kalau ingin turun dari ranjang nya.aauuww sakit nya luar biasa, sampai jalan pun tidak bisa.Mom Siska bergedik ngeri saat membayangkan nya seperti dulu.
''Mom Siska tersenyum malu, maaf Mas,Mom lupa.''lirih nya berjalan melewati sang suami yang sedang menatap nya penuh arti .
''It's okay''jawab nya dengan senyuman menyeringai di bibir nya.
Setelah sang istri sudah memasuki ke dalam kamar nya, Daddy Bagas segera menyusul sang istri. dengan gerakan cepat ia mengunci pintu nya lalu memasukan nya ke dalam saku celananya.
Ceklek
''Mas, apa yang kau lakukan ?kenapa kau mengunci nya?''tanya Mom Siska tanpa berbalik ke belakang.
''Aaaaaa,'' pekik Mom Siska terkejut, saat di gendong tiba-tiba oleh sang suami, di saat ia sedang memilih-milih baju ganti nya.
''Kita lanjutin yang tadi tertunda ya, sayang. ''ucapnya penuh semangat.
''No, bagaimana dengan Kenzo?''
''Kenapa dengan Kenzo?''balik nanya dengan mengkukung sang istri di atas ranjang.
''Bukan nya tadi kamu bilang Kenzo melakukan kesalahan yang cukup___''
''Itu bisa di urus nanti. ''potong Daddy Bagas dengan cepat. tanpa di sadari sang istri, baju kimono yang di pakai nya sudah terlepas begitu sempurna. dan terpampang begitu jelas barisan bukit yang masih begitu kencang.karana sang istri begitu rajin berolahraga mengencangkan bagian-bagian yang tertentu.
__ADS_1
Mantap ma, yang gadis mah lewatπππ
''Nanti, kau bilang,aahhh.''desah nya saat kedua bukit nya di main kan begitu lincah oleh sang susmi.
''Iya, karena sekarang dia lagi bikin cucu untuk kita, sayang. ''ucap Daddy Bagas di sela-sela berganti bukit ke bukit lain nya.
''What''iiisssh aahh.''
''Bisa berhenti dulu Mas, kita bahas dulu putra kita. ''kata Mom Siska tertahan menahan ******* yang keluar dari mulut manis nya.
''No,sudah sempurna,setelah ini kita bahas putra kita.beri aku waktu satu jam. okey.
''Yes,lanjut.''Mom Siska.
πΎ
πΎ
πΎ
Dengan kecepatan sedang,Digo mengikuti mobil yang di kendarai oleh Aurel sejak tadi. tanpa di sadari oleh pemilik nya.
Sampai dengan tujuan Aurel segera turun, lalu melangkah memasuki sebuah Club yang begitu ramai di kalangan anak muda zaman sekarang.
''Club,'' batin Digo
__ADS_1
''Sulit membuat mu mengerti,''dengan senyuman smirk Digo mengikuti langkah Aurel yang mulai memasuki area Club tersebut.
Satu jari Aurel naik ke atas,untuk memanggil salah satu pelayanan yang bertugas meracik minuman.
''Beri aku satu minuman yang rendah alkohol, ''pinta Aurel kepada pelayan tersebut.
''Tunggu, kenapa minta yang rendah, ?''ujar Digo dari arah belakang dengan memicingkan sebelah matanya.
''Kasih kita kadar yang tinggi,''titah Digo tegas.
''Kau, kenapa kau mengikuti ku?''pekik Aurel terkejut.
''Bukan nya tadi sudah aku antar, pulang.lalu kenapa kamu justru mengikuti ku.?''geram Aurel kesal.
''Aku, terserah aku bukan,mau kemana?lalu kamu, bukan nya tadi sudah ku suruh untuk pulang. kini kau sendiri malah keluyuran ke sini.!''
''Ya, terserah kau saja.''putus Aurel yang tidak ingin berdebat''tapi ingat jangan ikut campur urusan aku.''imbuh nya
''itu tidak bisa, ''
''Hamm, tadi kamu kesini ingin minum bukan. mari kita minum-minuman bareng sama aku saja.setelah ini, kita akan melewati malam yang begitu panas seperti tiga tahun yang lalu.''ucap Digo Dengan nada santai tanpa beban.
''Kau, aku ingin pulang. ''setelah berucap,Aurel pergi dari Club' tersebut.dengan perasaan begitu dongkol.berawal ingin sedikit minum, kini pupus sudah keinginan nya itu.
Digo yang melihat kepergian Aurel beberapa waktu yang lalu,kini ia tersenyum begitu puas. ini yang di ingin kan sejak tadi.dengan begini Aurel tidak bisa berbuat sesuka hati nya.
__ADS_1