
Kia melirik selalu jam dinding yang selalu berputar. Yang sekarang sudah tepat pukul lima sore kurang dua puluh menit.
Beralih menatap Kenzo yang masih fokus mengotak-atik laptop nya. Yang dia bilang tadi untuk mengecek email dalam urusan pekerjaan nya.
Kia yang terus-menerus mencuri pandang suaminya yang lagi mode fokus serius itu.
Di banding fokus pada siaran televisi yang tidak ada masuk pada otak nya sekarang ini.
''Hah, Kata nya ingin menghabiskan waktu nya dengan ku. Tapi kenyataan nya menghabiskan waktu nya bersama laptop nya.'' Ngedumel Kia berjalan menuju balkon kamar nya.
Meskipun Kenzo fokus dengan laptop nya, Kenzo masih bisa melihat ngedumel nya istrinya tadi. Jangan salah, kalau Kenzo tidak mengetahui, apa yang di lakukan istrinya itu.? Gerak-gerik nya tidak luput dari ekor matanya.
Kenzo tersenyum tipis saat melihat kesal nya istrinya itu. Yang terlihat sangat menggemaskan.
Kenzo menutup laptop nya lalu ia taruh di atas nakas di dekat ranjang nya. Sebelum menjauh menyusul istrinya itu, dengan memeluk erat pinggang istrinya dari arah belakang.
Kenzo sengaja menenggelamkan wajah nya di sana, menikmati harum tubuh Kia yang sebentar lagi pasti akan dia rindukan.
''Ken... udah jam lima.'' Tegur Kia mengingatkan Kenzo suami nya.
__ADS_1
''Sebentar saja, Ki.'' Jawab Kenzo tanpa berpindah sedikit pun dari posisi nya semula.
Kia membiarkan Kenzo melakukan nya, jujur saja hati nya kembali nyeri. Setiap kali mengingat kan Kenzo yang tinggal beberapa menit lagi. Semua keperluan nya sudah di atur tinggal berangkat nya saja.
''Kamu sayang aku?'' Tanya Kia seraya menggenggam tangan Kenzo.
''Selalu,'' Jawab Kenzo tetap pada posisi nya.
''Jangan selalu bertanya, yang pastinya kamu sudah tahu jawaban nya.'' Lanjut Kenzo.
Kia menghela nafas, memejamkan mata nya merasakan waktu bersamaan dengan Kenzo sekarang ini.
''Kamu pasti nya akan tahu jawaban nya nanti. Bagaimana aku menaruh kamu di dalam hati ku ini.?'' Jawab Kenzo mengarahkan tangan Kia ke dalam dada.
Kia tersenyum, antara bahagia dan terharu yang dia rasa sekarang ini.
Dulu berpisah karena keadaan nya, sekarang berpisah karena meneruskan pendidikan nya. Dulu takut ketahuan dan tidak di restui dari orang tua kita. Setelah semua nya dia dapat, kini dia harus di uji kembali dengan kesetiaan jarak jauh. Semua orang pada tahu kehidupan di luar negeri. Hubungan tanpa status tinggal bersama tidak ada larangan. Bahkan sampai ke intim pun tidak ada yang peduli. Bisa di sebut pergaulan bebas di sana, yang berbeda jauh dengan Negara Indonesia.
''I Love you,'' Mengecup bibir suami nya.
__ADS_1
Kenzo terkekeh gemas melihat tingkah Kia yang masih pemalu dengan nya. ''I Love you too.'' Balas Kenzo mencium sangat lama di kening Kia.
''Bersiap lah, waktu mu sudah habis suamiku.''
''Mandi bareng yuk,!'' Harap Kenzo.
''Tapi, nanti bisa lama, suami ku tercinta.''
''Tidak apa-apa,? Tinggal naik pesawat milik Daddy kan bisa.''
''Benarkah, bagaimana kalau Daddy mu mencari kamu.?''
''Daddy mu juga Ki, biarlah nungguin aku di depan pintu.''
''Ish, tidak sopan tahu.''
Aaaaaah, pekik Kia yang sudah di gendong Kenzo, lalu di bawa ke kamar mandi. ''Biarkan sesekali, Daddy kita nungguin kita lagi mandi bareng, kan lucu sayang.''
''Itu jahat Kenzo, Cup.''
__ADS_1