MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab143


__ADS_3

KEESOKKAN HARI NYA


Sepasang suami istri muda itu, yang masih betah bergulung mesra di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


Kedua mata mereka masih enggan untuk terbuka, udara dingin yang berhembus di dalam kamar nya. Yang semakin lama membuat tubuh mereka semakin merapat.


Lenguhan kecil keluar dari bibir manis Kia, tubuh nya terasa pegal namun kedua mata nya enggan terbuka. Rasa lelah dan letih menghantam seluruh persendian nya. Tubuh Kia tidak bisa di gerakkan tampak nya, untuk menyingkirkan lengan besar yang membelit tubuh polos nya.


Kia mendongakkan kepala nya keatas menatap suaminya yang masih terpejam. Kia menyusuri setiap sudut wajah milik suami nya saat ini. Sudut bibir nya terangkat ke atas, saat menyadari kalau suaminya benar-benar sangat tampan dari segi mana pun.


Dengan gerakan lembut, tangan Kia terangkat untuk merapikan rambut Kenzo suaminya yang terlihat berantakan. Sungguh ciptakan Tuhan yang luar biasa.

__ADS_1


Jemari Kia terus menerus memainkan rambut milik suami nya dengan gerakan seperti menggoda.


Sedangkan Kenzo yang merasa ada sesuatu yang bergerak di kepala nya. Dia segera membuka kedua mata nya. Dan mendapati Kia istrinya tengah tersenyum memainkan rambut nya.


Melihat sang istri yang begitu dekat, Kenzo tersenyum sumringah , Kia istri nya benar-benar ada di hadapan nya sekarang ini. Seolah-olah dia semalam, masih merasa mimpi dan menjadi kenyataan. Apa lagi kalau mengingat kejadian semalam.?


Kenzo menggeleng-gelengkan kepala nya pelan. Kalau saat ini pikiran nya sudah mulai mesum kembali.


''Selamat pagi sayang, Cup.'' Sapa nya berlalu mendaratkan satu kecupan di bibir seksi suami nya.


Sejak pertama mereka berdua di pertemukan. Emang sudah kali cantik natural di mata Kenzo. Begitu pun dengan kepribadian nya yang baik dan lugu membuat nya, sangat mudah jatuh cinta ke pada Kia istri nya dalam pandangan yang pertama.

__ADS_1


Kia mengedarkan pandangan nya untuk mencari jam dinding. Saat menemukan nya, jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi di kota New York saat ini.


Kia ingin segera bangun dan bergerak sembarang arah tanpa memikirkan sesuatu yang tadi nya tenang kini menegang.


''Diam di tempat mu, sayang. Aku tidak bisa berjanji untuk bisa menahan nya. '' Suara serak Kenzo membuat bulu kuduk Kia meremang. Dengan posisi sekarang ini, yang dimana Kia telah berubah posisi di awal dan saat ini menjadi memunggungi nya.


Di tambah gesekan kulit mereka yang tanpa jarak. Kia di buat semakin merinding dan panas dingin karena gerakan nya sendiri.


''Ini, ini sudah pukul delapan sayang, perut aku sudah mulai laper.'' Adu nya. Dengan memejamkan kedua mata nya kembali, saat merasakan kecupan basah serta menggoda di bahu telanjang nya.


Tangan Kia mencengkram erat di ujung selimut, yang telah menutupi seluruh tubuh polos nya saat ini. Mulai dari kecupan basah, berlalu jemari tangan Kenzo mulai merambat jauh ke arah depan hingga mencapai belahan dada nya.

__ADS_1


''Kenzo, sayang.'' Lirih nya menahan ******* yang akan keluar. Ketika jemari Kenzo mulai me re mas dengan gerakan perlahan dan pasti.


''Hmmm, boleh kah kita melakukan nya lagi sayang.'' Ucap nya di sertai sapuan bibir di area punggung Kia istri nya, membuat sang istri melenguh nikmat terdengar di telinga Kenzo. Mengabaikan aduan dari bibir manis dari sang istri karena laper.


__ADS_2