
''Setuju,'' Pekik Kenzo spontan lalu beranjak Dari duduk nya, dengan gerakan cepat ingin memeluk Kia.
''Stop,'' Teriak Kia dengan suara yang keras, tak lupa dua tangan maju ke depan dengan isyarat untuk berhenti.
''Apa yang Kak Kenzo ingin lakukan.?''Dengan sorot mata tajam nya.
''Eits, sorry Ki, gerakan refleks. Mungkin sekedar bahagia nya aku. Dan aku setuju sekali dengan syarat yang kamu ajukan tadi. Apa perlu Ku buatkan di atas kertas jika nanti aku melanggar nya kamu bisa menuntutku atau minta ganti rugi.?'' tawar Kenzo dengan mode serius saat ini.
''Tidak perlu Kak, untuk apa kita membuat perjanjian ini, jika ingin memulai hubungan semua ini dengan sungguh-sungguh.?''
''Ok, tapi perlu kau ingat dengan satu hal. Kalau hubungan ini sakral, aku gak mau kalau kamu menjalin hubungan dengan cowok lain selain diriku. Apa lagi adanya hubungan ini,? kamu masih dekat dengan cowok lain, itu gak boleh.'' Tegas Kenzo.
''Iiishhh, apa kau lupa siapa Aurel bagimu.?'' Kau memiliki hubungan spesial dengannya Kak Kenzo.'' Sindir Kia dengan senyuman sinis nya.
''Aurel,'' Aku Tekankan kembali Ki. Kalau aku tidak menjalin hubungan dengan Aurel dengan hati. Ini sekedar sebuah cinta sepihak saja, tidak kebih.''
Dret
Dret
Dret
__ADS_1
Benda tipis dengan teknologi canggih milik Kenzo di atas meja terus bergetar. Kenzo melirik sekilas terlihat nama sang daddy yang tertera di layar yang sedang memanggil nya.
''Sebentar, ''
''Aku angkat telfon dulu,'' Berjalan cepat menjauh dari tempat duduk nya.
Kia yang melihat punggung kak Kenzo yang semakin menjauh. Sedikit menghela nafas berat nya. Kemudian menyandarkan punggung nya ke sofa di belakang dengan kw dua mata yang terpejam.
Lagi dan lagi hembusan nafas berat nya terdengar hingga berulang kali Kia lakukan. Mengeluarkan sesak di dada nya yang begitu menghimpit di dalam paru-parunya.
Apa keputusan yang ku ambil sudah benar? Apa aku tidak akan menyesal di kemudian hari? Oh, Tuhan berikan lah hamba mu ini petunjuk yang benar ku ambil saat ini.
Jangan biar kan aku salah dalam melangkah, ini cukup berat untuk ku buat memilih. Satu sisi aku belum siap untuk nikah muda apa lagi masih duduk di bangku SMA.? di sisi lain ini juga bukan salah nya kak Kenzo justru dia hanya ingin menolongku waktu itu. Apa lagi dia berniat baik ingin menjalin hubungan ini dengan serius ke padaku, tidak menganggap ini sebuah mainan.
''Maaf, membuatmu menunggu begitu lama. Ini dari rumah menyuruh mu untuk segera pulang.''
Mendengar suara Kenzo di dekat nya, dengan cepat Kia membuka kelopak Mata nya. Dengan menjawab ''Tidak masalah.'' di sertai dengan senyuman tipis nya .
''Hmm, soal Aurel nanti aku jelaskan di lain waktu, tidak untuk sekarang ini. Yang terpenting sekarang, kamu ku antar pulang sebelum teman kamu khawatir mencarimu.
🍃
__ADS_1
🍃
20 Menit kemudian, kesunyian kini melanda mereka berdua di dalam mobil. Kenzo berencana mencairkan kecanggungan di antara mereka. Mungkin hanya sekedar bosa -basi, sebenarnya Kenzo bukan tipe cowok yang banyak bicara. Keadaan lah yang membuat dia harus berbicara.
''Hmm, apa kamu mau mampir makan dulu? Atau mau membeli sesuatu.'' Tawar Kenzo saat ditengah perjalanan pulang menuju kos-kosan nya Kia. Terasa canggung sedari tadi awal keluar Dari Hotel Salfin. Tidak ada yang membuka obrolan, Kia maupun Kenzo.
''Tidak perlu kak, biar nanti aku beli di dekat kos-kosan saja,'' Jawab nya dengan menampilkan senyuman manis nya. Kia menolak secara halus takut menyinggung perasaan nya atas penolakan nya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sudah tiba di depan kos-kosan nya Kia.
''Ini,'' Kenzo menyodorkan kartu kredit platinum yang berwarna kuning ke depan Kia.
"Apa ini kak?'' Menerima benda kuning di tanganya.
''Kartu kredit platinum buat membeli semua kebutuhanmu. Ingat mulai sekarang kamu tanggung jawab ku, aku tidak ingin, ada penolakan darimu.'' Kata Kenzo tegas.
" Apa, masih kurang?'' Kenzo melirik Kia sekilas ketika tidak di respon dari nya.
''Apa ini tidak berlebihan kak?''
''Bagaimana bila nanti uang kakak habis ku pakai buat shopping.?'' Kia terkekeh geli, ini benaran nafkah pertama Dari suami ke istrinya.
__ADS_1
LAGI REVISI ULANG DARI DEPAN