
''Lupakan, dan tidak ada dosa seorang istri di tanggung sama suami. Yang ada itu, nanti nya seorang suami di pertanyakan bagaimana menjaga istri nya dan anak-anak nya di urusan dunia akhirat nya.''
''Seorang istri menolak ajakan suami hukum nya dosa besar. Bahkan malaikat pun mendoakan hal buruk pada seorang istri yang menolak ajakan suami nya, Kiana.''
''Seorang suami juga berdosa, kalau memaksa seorang istri untuk melayani seorang suami, itu juga bisa di sebut sebagai lelaki yang egois.''
''Inti nya, kita harus bisa saling mengerti dalam hal dosa dan tidak berdosa. Kita masih bisa membicarakan hal itu dengan baik-baik.''
''Maaf, tadi aku sempat memaksa mu untuk___''
''Ssttt... aku di sini juga salah. Belum bisa melanyani dengan seutuh nya. Maaf, aku, aku.__''
CUP
menarik istrinya ke dalam pelukan nya. ''Jangan menangis lagi, maaf sudah sempat marah ke kamu tadi.''
Membuat Kia menganggukkan kepala pelan. ''Aku janji, hanya kamu orang yang pertama melakukan itu. I love you.'' Berniat ingin mengecup pipi kini beralih ke bibir. Tidak kecupan yang di berikan, kini menjadi ******* dan hisapan bibir yang menjadi gerah seketika.
__ADS_1
''I love you too.'' Balas Kenzo setelah tautan bibir mereka terpisah. ''Manis,'' Bergerak lembut menghapus bibir istrinya yang basah karena ulah nya. ''Kamu pasti sudah laper, kita turun.'' Membuat Kia menganggukkan kepala lagi, memang itu yang di rasakan oleh nya yang sudah melewatkan sesi sarapan pagi nya.
🍃
🍃
🍃
Selesai sarapan pagi yang romantis, akhir nya Kenzo mengantar istrinya ke cafe yang dimana tempat perpisahan sahabat istrinya itu.
Memastikan kalau istrinya sudah memasuki cafe, Kenzo melajukan mobil nya ke perusahan nya untuk mendatangani beberapa berkas sebelum dia pergi ke luar negeri.
DI SISI LAIN.
''Maaf, aku telat. Apa sudah lama menunggu ku ya.?'' Di jawaban gelengan kepala dari dua sahabat nya itu.
''Tidak begitu lama, kok santai aja ya.'' Jawab Chika.
__ADS_1
''Iya, Soal nya dia baru datang Ki. Berbeda dengan ku ini, yang sudah berjamur di sini yang menunggu kalian bertiga. Mentang-mentang pada sudah punya suami, aku di lupakan begitu saja.'' Cemberut Maya, ''Pokok nya kalian yang akan membayar makan yang aku pesan.''
''Iya, biar aku aja yang membayar semua yang kalian bertiga pesan, ok. Jangan ngambek gitu ah.'' Goda Kia mencolek dagu milik Maya.
''Gitu dong harus tahu diri. Itu bentuk hukuman yang benar-benar telat. Kapan lagi coba? Besok aku sudah ikut boyok ku ke Singapura.'' Lirih nya pelan di akhir kalimat nya.
''Iya, aku sama Dito juga besok pagi udah terbang ke Canada ikut suami dan mertua.'' Ucap Chika sedih, ''Issh jangan sedih gitu lah. Itu hanya beberapa tahun saja di sana, sayang.'' Hibur Dito yang ada di sebelah nya kini.
''Benar loh Chik, apa yang di bilang Dito suami mu ini.? Kemana pun suamimu pergi,? kamu harus selalu ikut dengan nya. Dari bentuk istri yang patuh pada suami, dan juga menjaga rumah tangga dari seorang pelakor.'' Ucap Kia yang berpikir lebih dewasa terkadang.
''Idih, sahabat ku ini banyak berubah ya, semenjak menjadi nyonya Mahesa.'' Goda Maya.
''Harus dong, aku kan sering dengerin pengajian online.'' Bangga Kia.
''Tuh, dengerin Chik, kamu harus dengerin juga pengajian online seperti Kia.''
''Iya, nanti aku ikuti saran dari kalian.''
__ADS_1
''Mending kita berfoto bersama, untuk kenang-kenangan dari persahabatan kita di masa-masa anak SMA.'' Ajak Kia, dan di sambut mereka bertiga setuju.