MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab113


__ADS_3

MOMY SIU sudah mendesah pelan, kapan karya ini kelar nya, rasanya ingin di cepetin biar cepat selesai gitu. Soalnya tidak ada yang bikin semangat untuk author nya.🙉🙉🙉


...🍃🍃🍃...


Hari ini, hari yang di nanti-nanti semua murid kelas tiga.


Semua sudah menunggu dengan hati yang berdebar-debar.


Dengan semua murid yang sudah duduk di posisi nya masing-masing. Dengan perasaan yang berbeda-beda.


Kia yang sudah paham dengan tingkat kepintaran nya yang di atas rata-rata dengan yang lain nya. Dia tidak berharap banyak dengan adanya peringkat yang tinggi dengan nilai teratas.


Karena dia sudah paham dari juara sebelum nya. Yang paling tinggi di kelas nya adalah Kenzo Mahesa dan kedua di raih oleh Chika sahabat baik nya.


Setelah menunggu hasil yang akan di bagikan beberapa waktu. Akhirnya di bagikan juga pada semua murid kelas tiga sekarang ini. Dengan buku tebal berwarna coklat yang sudah di bagikan, dan sekarang ini sudah didepan mata dengan kedua tangan nya yang menerima buku berwarna coklat tersebut. Dengan penuh rasa yang tidak karuan.


Dulu, dari sebelum ini, ada sebuah undangan untuk para orang tua murid mengambil hasil kerja kerasnya putra-putrinya, selama sekolah menuntut ilmu.


Dan untuk ajaran tahun ini, tidak di adakan karena sebuah musibah sedang melanda seluruh Negara ini.


Ini juga tidak ada perayaan kelulusan yang sangat meriah seperti sebelum nya.


HARAP MAKLUM NYA


Semua murid berucap syukur dengan hasil yang cukup memuaskan. Tidak sia-sia kerja kerasnya selama ujian berlangsung membuahkan hasil yang hampir sempurna. Dan berucap bersyukur berkali-kali, di kala di nyatakan lulus semua bagi kelas tiga, tahun ini.


Setelah acara pembagian kelulusan sudah selesai, dengan menentukan nilai yang teratas sampai peringkat ke tiga. Kini tinggal membahas agenda perpisahan untuk kenang-kenang bagi kelas tiga. Dari semua murid yang sudah menyepakati untuk merayakan kelulusan jatuh pada sebuah Cafe yang lagi tren di kalangan anak muda.

__ADS_1


Cafe Bestie, tujuan mereka semua, yang sudah mulai berdatangan satu-persatu murid kelas tiga. Untuk mengikuti perayaan kelulusan kelas tiga.


JAGA JARAK


Acara sudah berlanjut sekitar satu jam yang lalu. Kini Kenzo tengah asyik bersama teman-teman nya, yang sesekali melirik istrinya berada.


Berbeda dengan mereka bertiga yang tidak ikut bergabung dengan yang lain nya. Kini mereka memilih duduk di pojokan seraya menikmati hidangan yang telah mereka pesan.


''Chik,,!'' Panggil Maya sambil menyenggol lengan Chika.


''Hmm, '' Jawab Chika, membuat Maya memutar kedua bola mata nya dengan malas.


''Gabung yuk. !'' Ajak Maya dengan sorot mata penuh harap.


Chika mendesah pelan, lalu menatap Maya sekilas beralih kearah Kia yang sedang asyik dengan ponsel nya sendiri.


''Ya udah, kita ke sana dulu.'' Pamit mereka berdua kepada Kia.


''Iya,'. Jawab nya tanpa berpindah dari layar ponsel nya.


Setelah kepergian kedua sahabat nya beberapa waktu, datanglah seseorang mendekat kearah Kia berada. Dengan berjalan santai lalu menjatuhkan pantat nya ke kursi yang berada disebelah Kia tanpa izin.


''Sedari tadi aku perhatikan dari sana, kamu sibuk terus dengan ponsel mu.''


''Oh, lagi sharing university untuk melanjutkan kuliah aku nanti.''


''Kalau kamu mau, bareng aku saja kuliah di luar Negeri. Di sana kita bisa tinggal bersama.''

__ADS_1


Kia menoleh ke arah samping, dan memastikan laki-laki yang duduk di sebelah nya ini siapa.?


''Kamu mau kuliah di luar Negeri ya,?''


''Mungkin, maka nya kamu ikut aku ke sana.!''


''Aku yang akan mengurus segala keperluan kamu di sana nanti. Tidak perlu juga, kamu memikirkan masalah biaya kuliah nya, semua itu aku yang bakal tanggung. Kamu kan istri aku dan seharusnya berjalan semestinya, bukan.'' Ucap Kenzo dengan nada serius, dan juga mengecilkan volume suaranya.


''Aku belum bisa menjawab nya, aku juga belum pernah berjauhan sama keluarga aku.'' Bisik Kia yang ikut mengecilkan suaranya.


''Aku tahu, coba di pikirkan kembali. Biar nanti aku ikut membujuk Papa mertua supaya di beri izin.'' Usul Kenzo.


''Namun, kalau Papa nanti tidak memberi izin itu kepadaku. Dengan begitu jangan memaksa aku ya, sayang.''


''Iya, sayang ku.'' Gemas Kenzo seraya mencubit hidung Kia pelan.


''Issh, sakit,'' Kesal nya sambil memanyunkan bibirnya ke depan.


''Apa minta di cium tuh bibir nya.?'' Goda Kenzo.


''Apaan sih,? jangan macam-macem ya.''


''Gak macam-macam kok, satu macam saja, kamu nurut sama aku untuk kuliah di luar Negeri.''


''Kan aku sudah bilang Kenzo sayang, itu tergantung sama Papa mertua kamu.''


''Iya, ya sayang.''

__ADS_1


__ADS_2