
PUKUL 17,30 SORE HARI
Kia mendongak ke atas, dimana pesawat yang di tumpangi oleh Kenzo sudah terbang tinggi meninggal tempat Kiana yang masih setia berdiri di situ.
Senyuman terukir dengan indah, meski dalam hati nya terasa sesak. Melepas kan kepergian seseorang yang berharga dan baru-baru dia jatuh cinta kepadanya.
Kia tahu semua ini sudah di gariskan oleh Tuhan maha Kuasa. Dalam jalan hidup seseorang, yang nanti nya akan membawa kebahagian di masa depan kelak.
''Kia sayang, yuk pulang!'' Mom Siska merangkul Kia yang berada di samping nya saat ini.
Kia menoleh, lalu mengangguk dengan senyuman manis nya.
''Iya, Mom,'' Jawab Kia melangkah menjauh dari tempat pemisah beberapa waktu yang lalu di bandara tersebut.
''Malam ini dan seterusnya tinggal sama Momm, ya.'' Pinta Mom Siska penuh harap. Dan melupakan seseorang yang telah membuat menantunya ada di dunia ini.
''Enak saja, emang nya dia putri mu sendiri apa.?'' Protes Pak Andre yang tidak terima. ''Aku ini orang tua kandung nya, seharusnya lebih banyak putri ku tinggal bersama ku.''
''Yak elah, becanda Pak Andre, gitu aja protes.'' Sungut Mom Siska.
__ADS_1
''Ya pasti nya, dia putri ku satu-satu nya dari keluarga Sanjaya, aku juga sebenarnya belum ikhlas di usia muda, putri ku sudah menikah. Masih banyak momen-momen yang tercipta bersama dengan keluarga nya sendiri. Sebelum dia fokus dengan keluarga baru nya ya.'' Dengan cepat perubahan raut wajah berubah sendu.
Kia menatap Mom Siska, dan di balas anggukan Mom Siska dengan cepat. Kia melangkah menjauh dari Mom Siska, lalu menghampiri sang Papa. nya.
''Papa dateng, kenapa tidak mengabari aku dulu? Kalau gitukan kita bisa mengantarkan Kak Kenzo bareng, Pa. Bukan nya kemarin Papa bilang ada meeting yang tidak bisa untuk ditinggal, lalu kok udah di sini aja.'' Papa Andre langsung merentangkan kedua tangan nya, supaya sang putri nya segera masuk ke dalam dekapan nya. ''Sudah terbang ya, maaf Papa telat. Soal tempat meeting nya cukup jauh, dari bandara ini.'' Sesal Pak Andre yang berniat memberi kejutan untuk putri nya menjadi gagal.
''No problem, Papa sudah dateng Kia sudah senang kok.'' membenamkan kepala nya di dada sang Papa.
''Apa kah putri Papa sedang menangis?'' Ledek nya.
''Ish siapa bilang?''
''Iih Papa, jangan menggoda ku terus-menerus.? Protes Kia memayunkan bibir ke depan. Menghapus air mata yang sempat menangis.
Papa Andre tersenyum, dengan mengacak rambut putri nya merasa gemas. ''Kalau kangen kan nanti bisa kesana, sekalian untuk bulan madu.''
''Bulan madu,'' Gumam nya, Pipi Kia memerah karena malu, ''Iish, sungguh menyebalkan.''
Kedua orang tua Kenzo tersenyum melihat interaksi anak dengan Papa nya yang saling menyanyangi.
__ADS_1
Kenzo tidak salah memilih calon istri.
🍃
🍃
🍃
Sepanjang perjalanan Kia terus diam seraya menatap ke arah jalanan.
''Ck, baru beberapa menit aja sudah kengen.'' Lirih nya.
Mom Siska dengan Daddy Bagas tersenyum lalu saling pandang.
''Wajar kok sayang, nama nya aja lagi jatuh cinta.''
''Eh, Mom, Dad.'' Kia menjadi salah tingkah. Ketahuan kangen yang baru di tinggal beberapa menit aja.
''Tiga tahun tanpa mu, semoga aja aku bisa. Makasih sudah memberi kenangan indah yang tidak terlupa, beberapa hari belakangan ini. Aku selalu menantimu untuk kembali Kak Kenzo.''
__ADS_1
CATATAN: Revisi ulang berjalan baru bab 70 an. Bagi yang baca ada bagian tanda petik salah tempat. Maklum ya belum revisi ulang. 🙏