MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab61


__ADS_3

Terdengar suara langkah kaki dari anak tangga yang terlihat tergesa-gesa melangkah.


''Pagi semua nya,'' Sapa Aurel sesampai di meja makan, dengan cepat Aurel meminum segelas susu hangat sampai habis. Lalu tangan nya bergerak mengambil roti yang sudah di oles selai rasa stoberi.


''Pagi sayang, duduk dulu sayang kalau sedang makan. Ini masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah.''


''Tidak Pa, nanti kelamaan keburu Kak Kenzo berangkat lebih dulu.''


''Baiklah, hati-hati di jalan.'' Kata Alex sambil meminum secangkir kopi di tangan nya.


''Siap, Pa.'' Jawab Aurel seraya mencium pungung tangan ke dua laki-laki yang berbeda usia di depan nya.


''Apa rencanamu gagal semalam? Sampai-sampai semua barang mu di ruang kerja semua pecah.''


DEG


''Maksud Papa apa?'' Tanya Alex gugup.

__ADS_1


Bagaimana mungkin papanya mengetahui nya.? bukan nya ia pulang sudah larut malam.


''Ck, pura-pura bodoh di depan ku. Aku tau kau menemui wanita yang di tolong oleh calon mantu mu beberapa hari yang lalu. Cih, kamu masih Alex yang dulu. Yang selalu bertindak secara gegabah.'' Lanjut Abraham lagi.


Alex yang mendengar jawaban dari Papanya.berhenti seketika mengunyah makanan di dalam mulut nya.


''Oh, itu aku cuma memperingati dia tidak lebih.''' Jawab Alex santai tanpa beban. jika mengingat rencana nya tadi malam yang gagal, membuat nya marah besar. Tetapi kalau di pikir-pikir, siapa yang akan lolos dari Club dengan tubuh penuh gairah.?Alex yakin jika tidak dengan anak buah nya pasti dengan laki-laki lain. tercetak senyum tipis di bibir Alex.


''Aku sudah selesai,'' Sambil menghapus sisa makanan nya di sudut bibir nya. ''Aku berangkat dulu, oh, ya jangan lupa meminum obat secara teratur. Biar cepat sehat tubuh mu, untuk bertemu sama anak dan cucu mu itu. Dan ajak lah Kak Andre berdamai seperti dulu sebelum malam itu terjadi.'' Kata Alex beranjak dari kursi duduk nya.


''Hmm, kamu benar juga ya.'' Jawab Abraham dengan semangat.


Dengan berdebat an yang sangat panjang, akhirnya Aurel dan Kenzo berangkat ke sekolah satu Mobil juga.


''Huuf, Apa kamu tidak merasa bersalah dengan kejadian kemarin?'' Tanya Aurel sedari tadi menatap Kenzo yang fokus menyetir stang bunder nya.


''Apa kamu mempunyai rasa dengan Kia?'' Tanya Aurel lagi saat pertanyaan nya tak di respon oleh Kenzo sama sekali.

__ADS_1


''Apa gini rasanya kalau cinta hanya sepihak?'' Ucap urel dengan wajah suram nya. ''Aku tau, aku yang di sini yang selalu berjuang ingin memilikimu. Apa tidak ada kesempatan meskipun itu hanya sekali saja?'' Lanjut Aurel dengan deraian air mata di pipi nya.


Kenzo yang menyadari kalau Aurel sedang menangis, memberhentikan sejenak mobil nya di pinggir jalan. Dia juga tidak tega melihat Aurel menangis seperti ini saat bersama dengan nya.


''Kamu tau bukan, kalau aku tidak tega melihat seseorang menangis.'' Ucap Kenzo menarik Aurel ke dalam pelukan nya. Bagaimana pun juga, Kenzo sudah kenal betul siapa Aurel. Mungkin karena cinta nya ke padaku membuat nya seperti ini.


''Sorry Aurel, aku tidak bermaksud membuatmu menangis seperti ini.'' Bisik Kenzo di sela -sela masih memeluk Aurel. ''Aku akan jujur kepadamu, apa yang kamu katakan tadi itu benar? Kalau aku memiliki rasa terhadap Kia, entah kapan rasa itu ada didalam diriku ini.'' Sambung Kenzo lagi.


Aurel yang mendengar kejujuran dari Kenzo, membeku seketika, terasa di sambar petir di pagi hari. Tangisan nya semakin kencang di dalam pelukan Kenzo, sakit. Ya Aurel merasakan sakit berulang kali. ''Kenapa kamu tega sama aku kak??'' Tanya Aurel dengan suara parau nya. ''Aku yang mencintaimu sedari dulu, tak pernah sedikit pun kamu lirik. Sedangkan Kia yang baru-baru hadir, sudah mendapatkan sepenuh hatimu. Ini, ini tidak adil untuk ku Kak.'' Protes Aurel dengan memukul pelan dada Kenzo.


''Aku tau Aurel, tapi cinta ini hadir tanpa aku minta.'' Ucap Kenzo dengan lembut. ''Aku mohon, lupakan lah aku, kita masih bisa menjadi seorang teman. Sebelum nya aku juga sudah menganggap kamu sebagai adik ku. Bukan status calon suami mu. Belajar lah melupakan aku, aku yakin kamu bisa move on dari ku.''


''Apakah aku tidak sedang, salah melihat nya, Ki?'' Tanya Kak Aldo yang melihat mobil di pinggir jalan ia lewati. ''Bukanya itu mobil yang mengantar kamu ke rumah sakit waktu itu.'' Seraya melihat kembali spion mobilnya.


''Entah lah Kak.'' Jawab Kia males, karena ia tau kalau mobil itu milik suaminya.


''Apa perlu kita berhenti,? Mukin saja mobil nya itu sedang mogok butuh tumpangan kita. Itung-itung kita membalas budi, benar gak.''

__ADS_1


__ADS_2