
''Kenapa, membawa ku kesini.? Tadi kan aku sudah bilang, kalau aku sudah makan di depan Rumah Sakit tadi Ka_ ets sayang.'' Tolak Kia yang hampir salah sebut nama panggilan.
''Apa ini, tanda nya kamu tidak mau makan dengan ku,? Apa ini, gara-gara tempat nya di pinggir jalan. Menaikan sebelah alis nya. ''Kalau kamu sudah makan, lalu. Bagaimana dengan aku, ini.? Yang belum makan dari tadi siang loh. Apa kamu tidak peduli dengan suami mu ini,? Atau kamu sangat senang, kalau aku ini sakit karena kelaparan.'' Membuat Kia cepat menggeleng kan kepala nya pelan. Apa yang di bilang suaminya itu salah semua. ''Itu tidak benar, sayang.'' Bela nya.
''Iya, udah kalau gitu, kita, masuk saja. Perut ku sudah mulai demo ini.'' tunjuk Kenzo ke arah perut nya.
''Bang, sate nya lima puluh tusuk.'' Pesan Kenzo.
''Siap, Mas, di tunggu saja. ini pakai nasi atau pakai lontong, Mas.?'' Tawar yang penjual sate.
Kenzo menoleh ke arah Kia,''Mau nasi atau lontong sayang.''
''Aku pakai nasi, sedikit saja. perut ku masih terasa kenyang.''
''Pakai nasi satu sama lontong satu, ya Bang.''
''Siap, Mas, minuman nya apa.? es teh, es jeruk atau es susu.-'
''Jeruk hangat tidak terlalu manis, aku tidak suka yang dingin-dingin.'' Ujar Kia sebelum di tawari oleh suami nya.
''Minuman nya pesan dua, jeruk dingin sama hangat Bang.''
''Ok,''
''Sayang,?'' Panggil Kia.
''Ada apa.? Hmm. ''
''Lontong itu makanan seperti apa sih.?''
Kenzo menautkan kedua alis nya. dia merasa tidak percaya kalau istrinya belum pernah melihat dan merasakan makanan lontong.
''Apa kamu belum pernah merasakan lontong. Beras yang di masak lama, yang baru jadi lontong.'' Jelas Kenzo, membuat Kia Menautkan kedua alisnya menunggu lanjutan nya.
''Belum, emang rasanya seperti apa.?''
__ADS_1
Ide jail Kenzo sudah menari-nari di kepalanya sekarang ini. Istrinya benar-benar masih polos, belum tercemar dengan masakan di pinggir jalan, yang ternyata sangat enak.
Sambil menunggu sate yang masih di bolak-balik di atas arang, yang mulai berubah warna ke coklatan karena hawa panas dari arang tersebut. Rasanya ia ingin menggoda istri yang belum tau banyak dunia luar.
''Lontong ada dua macam, rasa nya sama-sama nikmat.'' Kenzo mulai berpikiran mesum, dia tau banyak tentang begituan, dulu ia sering datang ke Club sampai sekarang. Tapi ingat ya, Kenzo masih perjaka.
''Berbeda an nya apa? Dari kedua lontong itu.''
''Cepat habis, Dan tidak pernah habis.''
''Kok bisa, aneh.''
''Bisa dong, karena tempat nya juga berbeda.'' Kenzo menahan tawa nya.
''Yang satu di atas piring dan satu nya di atas ranjang nikmat nya luar biasa.'' Lanjut nya.
''Ini Mas, pesan an nya, ini lontong nya, ini nasi nya. Dan ini minuman nya.''
''Terima kasih, dari aroma nya saja sudah mengoda lidah ini.''
''Mau mencoba makan lontong memakai sate,tidak. Buka dulu mulut mu a aaam. Bagaimana rasa nya,? nikmat kah'' Tanya Kenzo ketika melihat Istri nya sudah mengunyah beberapa waktu.
''Bagaimana,?'' Ulang Kenzo.
''Rasa nya enak, aku suka. Kak Kenzo bisa kenal masakan ini dari mana.?'' Di sela menyuapkan kembali lontong milik suaminya ke dalam mulut nya. tanpa di sadari, Kenzo memperhatikan gerakan Kia mengambil lagi dari piring nya.
''Tunggu, Ka__sayang, kenapa menyuap dari bekas sendok aku.'' Lirih nya pelan, Kenzo menatap nya begitu tajam.
''Aku perhatikan sedari tadi, sebutan Kakak sudah mendarah daging untuk ku. Sudah tiga kali, hampir salah sebut terus.'' Kesal nya. ''Aku ini, bukan Kakak mu ya, Aku ini suami mu. Jelas, tidak.''
''Sayang, jangan marah, ok. Kalau panggilan Kak Kenzo tidak mau, bagaimana dengan Kenzo saja.''
''Kok, Kenzo doang.'' Protes nya.
''Ok, Kenzo sayang, Bagaimana?''
__ADS_1
''Baik lah, ku pikir itu lebih bagus dari sebelum nya. Tapi ingat, sayang nya jangan di tinggal ya.''
'''Siap, sayang.''
🍁
🍁
🍁
SELESAI MAKAN YA🍁
''Sayang, boleh di jelaskan sekarang apa yang di maksud dari perkata an Kak Aldo tadi.?''
''Yang mana, istri ku ini ingin di ketahui dari aku.?''
''Nama mantan, eh, kok mantan. Sejak kapan kamu putus sama Aurel.?'' Ucap Kia dengan aura yang mengintimidasi.
Kenzo yang dapat tatapan seperti itu, dari istri nya. Tidak merasa takut sama sekali.
''Oh itu, dua hari, tiga hari yang lalu.?'' Jawab Kenzo santai dengan sesekali meminum es jeruk nya.
''Kenapa tidak jujur sama aku.?'' Cemberut Kia.
''Maaf sayang, bukan tidak ingin jujur. Namun, belum sempat saja, waktu yang luang untuk kita berdua seperti ini.''
''Jangan marah ya,'' mengusap pelan punggung tangan Kia sekilas.
''Lalu, apa yang di maksud dengan nama mantan mu itu.?'' Kia mulai tidak sabar, apa arti nama belakang dari mantan nya Kenzo. Kenapa Kak Aldo membahas nama panjang nya tersebut.
''Nama panjang nya itu, adalah Aurel Sanjaya.''
''Sanjaya, ada apa dengan nama Sanjaya, sayang.?''
''Mungkin saja, nama belakang nya yang sama.'' Jujur Kenzo apa ada nya.
__ADS_1
DEG