
''Masa sih.'' Jawab Kenzo yang masih sesekali mencium leher jenjang putih mulus milik istri nya.
''Ish, itu kata-kata aku tadi Kenzo, stt sayang.'' Lirih nya menahan geli di bagian sensitif nya.
''Udah Ken, nanti ada yang melihat nya, a aku malu tahu.'' Rengek Kia ke pada suaminya. Tidak cuma di leher aja yang di bikin menegang, namun tangan nya juga yang mulai aktif kemana-mana.
''Tidak ada yang melihat nya, sayang di sini tidak ada tukang kebun. Tukang kebun datang nya seminggu sekali.'' Jawab nya dengan nafas memburu.
''Stop Kenzo.'' Menahan tangan Kenzo. Membuat Kenzo mendesah pelan, ''Ayo lah sayang hanya di luar, tidak sampai ke dalam. Coba kamu lihat, model bajumu seperti ini, susah banget untuk masuk nya. Apa kamu sengaja ya? Memakai dress modelnya hanya bagian atasan nya yang terbuka. Tidak ada kancing depan nya gitu.'' Gerutunya dengan muka di tekuk.
Kia menahan senyumam nya sebisa mungkin, melihat suaminya yang merajuk. Seperti anak kecil yang meminta di beliin permen di larang ibu nya.
__ADS_1
''Apaan sih,'' Melepaskan diri dari tangan kekar suaminya yang melingkar di pinggang nya. ''Kenapa dengan model baju nya sih Kenzo. Ini tuh keren, pas di tubuh ku kok.''
''Pas dari segi mana? Ini mah kekecilan. Lain kali kalau mau membeli dress yang bisa untuk menyusui sayang.'' Membuat Kia mendelik tajam menatap Kenzo suami nya.
''Kenapa menatap ku seperti itu.?'' Tanya Kenzo memicing kan sebelah mata nya tanpa dosa.
Kia menggeleng. ''Kata itu terlalu vulgar sayang.''
''Stop, jangan di ulang lagi Kenzo.''
A ha ha ha akhir nya Kenzo tertawa juga. Yang sedari tadi dia tahan. ''Kenapa bisa kamu masukin ke dalam kategori kata vulgar. Bukan nya menyusui itu hal yang wajar bagi seorang perempuan ya.? Yang pada akhir nya akan memiliki seorang anak yang imut gitu.'' Ucap Kenzo dengan mengedipkan sebelah mata nya. Untuk menggoda istri nya.
__ADS_1
''Eh, I iya.'' Kia mengangguk dengan tersenyum kaku.
Anak, menyusui, itu memang hal yang wajar bagi seorang perempuan. Tatapi pikiran Kia tadi tidak ke arah sana. ''Jangan bilang ini sebuah kode kalau Kenzo suaminya menginginkan itu dari nya.'' Batin Kia.
''Fiuh, Apa yang kau pikirkan? Jangan bilang kamu belum menginginkan anak dari aku nya.'' Tebak Kenzo, ''Atau kamu belum siap juga untuk__''
''Jangan menyimpulkan sesuatu dengan sendiri Ken.!''
''Maaf, dulu memeng aku belum siap. Tapi untuk saat, aku aku siap kok melakukan itu.'' Gugup Kia, memalingkan wajah nya ke arah lain. Dengan perubahan di wajah nya yang memerah karena masih malu, dengan membahas soal begituan. Meskipun sebelum nya Kenzo suaminya sudah melihat semua nya. Namun bagian bawahnya dia belum pernah menyentuh nya.
''Apa kamu serius dengan ucapan mu itu, sayang.'' Menarik dagu Kia ke arah nya. ''Tatap aku dan ulangi lagi apa yang kamu ucapkan tadi.? Aku ingin mendengar nya sekali lagi.'' Pinta Kenzo berharap lebih, rencana nya akan berhasil untuk membuat istrinya cepat hamil anak nya saat ini. Hanya itu yang bisa mengikat pernikahan nya dengan kuat. Hadir nya sebuah makhluk kecil di antara kita berdua. Dan beban nya akan lebih ringan, di saat kita berdua masih menjalani LDR antara negara.
__ADS_1