
CATATAN : *Maaf ya, kalau up nya kurang pajang, sebenarnya bisa aku panjangin sih. Tetapi karya ini aku ikutin lomba up sampai dua bulan full tanpa putus up ny. Aguts sama septm. Nah dari perkiraan ku, kalau aku up nya panjang-panjang, tidak ada dua bulan udah end dong. Aku usaha ini setiap bab tidak datar aja🙏
LANJUT
INDONESIA 20,20 MALAM
Seorang wanita berlari memasuki Cafe dengan nafas naik turun.
Dengan ekor mata nya mencari sosok laki-laki yang lebih dulu datang sebelum diri nya. Badahal dirinya yang telah mengajak nya bertemu di Cafe malam ini. Dan sial nya kini diri nya yang lupa tentang janji itu.
Dengan perasaan yang tidak enak hati, Aurel tetap melangkah mendekati meja yang sudah ada Digo di sana. Kaki Aurel semakin berat, di saat kedua mata nya bertemu dengan kedua mata Digo. Ada rasa takut kehilangan dalam hati nya,
''Maaf, aku terlambat tadi aku____''
Belum selesai, sudah di potong oleh Digo.
__ADS_1
''Duduk lah, bukan nya ada hal yang lebih penting dari pada membahas keterlambatan kamu kesini.'' Ucap Digo datar, tidak seperti biasanya dengan sorot mata memuja.
''Kamu berubah,'' Batin Aurel yang sudah memiliki firasat yang akan terjadi sesuatu tidak diingginkan.
''Iya, itu benar. Aku mengakui salah, tentang beberapa hari yang lalu. Maaf sekali lagi aku ucapakan, mungkin benar kalau aku sudah egois. Dan aku akan berusaha lebih baik lagi dari sebelum nya.'' Ucap Aurel dengan serius.
''Dan untuk hubungan ini, aku, aku harap tidak berakhir di sini, Digo.''
''Apakah kamu yakin Aurel,? Apa kamu lupa ? Dari sebelum nya kamu sudah mengulang kata-kata mu ini kepada ku. Dulu kamu bilang juga begitu, tetapi kenyataan nya hasil nya masih sama.'' Digo menjeda.
Digo terdiam beberapa waktu, menatap lekat-lekat wanita yang sudah mengambil seluruh hati nya, di depan nya sekarang ini. Jujur, dari penilaian Digo, Aurel adalah wanita baik-baik. Mungkin dia memiliki sikap seperti ini karena keadaan nya, yang membuat nya seperti ini.
''Maaf Aurel, kita berdua butuh waktu lagi untuk melanjutkan hubungan ini.'' Ucap Digo tegas.
''Apa maksud mu Digo.?'' Menghapus air mata yang sempat menetes.
__ADS_1
''Jangan bilang____''
''Iya, kita berdua break dulu Aurel.''
''Tapi, aku, aku tidak mau Digo.? Mohon Aurel.
''Ini tidak soal, mau tidak mau Aurel, Ini keputusan yang tepat untuk hubungan kita. Kalau kita berdua berjodoh, tidak akan kemana Aurel, percaya itu.'' Ucap Digo meyakinkan.
''Dalam hubungan membutuhkan kepercayaan yang kuat Aurel. Kalau cemburu itu masih wajar dalam pasangan kita, tapi jangan sampai itu berlebihan. Pasangan kita akan merasa tidak nyaman kalau di cemburui berlebihan Aurel. Hanya itu pesan aku untuk mu, hubungan kita break dulu. Maafin aku Aurel, tidak bisa lama-lama menemani kamu di sini.'' Beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi.
Meskipun detik ini ada kata break dalam hubungan kita. Kamu tetap menjadi milik aku, sampai kapan pun itu, milik aku Aurel. Dengan kata break bukan berarti, aku lepasin kamu begitu aja Aurel. Aku hanya mengasih ruang lagi kepadamu. Kamu tetap menjadi milik aku. Batin Digo sepanjang dia melangkah keluar dari Cafe tersebut.
Aurel masih bergeming di tempat awal dia duduk. Tanpa izinnya, sudah mengalir begitu deras di kedua pipi putih nya.
''Hanya break Aurel, belum putus.'' Ujar Aurel menyemangati diri sendiri.
__ADS_1