MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab108


__ADS_3

📱''Datang ke Rumah Sakit sekarang juga, sudah tahu, Papa belum sembuh total, kini kamu malah keluyuran yang tak jelas.'' Bentak Aldo dari seberang telefon.


📱''Kak, aku bukan keluyuran yang tidak jelas, aku hanya menemani suami aku mencari makan malam nya saja, tidak lebih kok.''


📱''Sama saja, Kiana Maulia Sanjaya. Aku tidak mau tahu, kamu kesini sekarang juga. Kalau tidak____ kamu tahu kan, apa yang Kakak mu ini lakukan. Aku akan bilang jujur ke pada Papa, kalau kamu sudah menikah tanpa minta restu ke pada Papa, sampai sekarang ini.''


📱''Iya, sekarang aku kesitu Kakak ku yang ganteng. Jangan bilang ke Papa dulu ya, aku belum siap Kak. Apa yang akan terjadi ke depan nya nanti.''


📱''Baiklah, sekarang cepat kesini.''


📱''Ki,''


📱''Iya Kak, ''


📱"Aku ingat kan lagi, apa pun yang terjadi nanti, lebih cepat kamu jujur ke pada Papa. Aku takut, kalau Papa kecawa lebih dalam lagi, kalau kamu tidak segera jujur soal pernikahan kamu itu.''


📱''Iya Kak, aku mengerti, apa yang Kak Al maksud.? Aku usaha in, secepatnya Kak.''


📱"Hati-hati di jalan Ya.''


📱''Iya, Kak Al.''


TUT, TUT


Panggilan sudah berakhir.

__ADS_1


''Kenapa, kok murung gitu.?''


''Apa kamu mau berkata jujur, kepada Papa ku perihal pernikahan kita ini.''


''Kenapa kamu bertanya seperti itu kepada ku.? Pasti kamu sudah tahu jawaban nya, sayang.''


''Apa jawaban mu, dahulu dengan sekarang ini masih sama.?''


''Tentu, sayang.''


''Dengan Aurel, bagaimana.?''


''Kenapa, kini kamu mikirin Aurel.? Aku kan sudah bilang, kalau aku dengan Aurel sudah tidak memiliki hubungan apa pun? Mungkin hanya sebuah saudara adik-kakak, tidak lebih dari itu. Aku putus dengan nya secara baik-baik sayang. Tidak perlu kamu khawatir soal itu, ok.'' Ucap Kenzo dengan nyakin, berbeda dengan isi hati nya yang di landa dengan gelisah. Daddy nya pernah bilang, tidak akan merestui hubungan nya dengan gadis lain, kalau tidak dengan Aurel Sanjaya. Bahkan Daddy nya sudah berpikir, ingin mengirim dia ke luar Negeri nanti setelah lulus sekolah.


Kenzo bergerak melangkah ke arah Kia istrinya, yang masih setia bersandar di badan mobil nya dengan kepala nya menunduk ke bawah.


Jari telunjuk milik Kenzo bergerak pelan, mengangkat dagu milik Kia yang menunduk kebawah.


DEG


''Dia menangis.'' Batin Kenzo.


Kedua ibu jari Kenzo bergerak selembut mungkin, menghapus air mata Kia yang mengalir ke bawah.


''Jangan menangis seperti ini, aku tidak suka. Aku akan berkata jujur dengan Papa kamu saat ini juga. Jangan terlalu kamu pikirkan, percayalah, sama aku, aku akan maju satu langkah dari kamu ketika Papa marah ke pada mu.''

__ADS_1


''Terima kasih.'' Ucap Kia, dengan memberanikan diri memeluk Kenzo lebih dulu.


''Untuk.'' bisik nya tepat di daun telinga milik istri nya.


''Segala nya.''


''Baiklah, lebih baik kita pulang ke Rumah sakit sekarang juga. Sebelum Kakak kamu yang galak itu, menghubungi kamu lagi, ok.'' Sesekali mengecup pelipis Kia dengan lembut.


''Iya, suamiku sayang.''


''Bisa di ulang lagi, sayang.''


''No, Cup.'' Dengan cepat Kia masuk kedalam mobil Kenzo, karena sudah sangat malu. dengan berani nya dirinya mengecup Kenzo duluan.


''Sayang, kenapa di pipi tidak di bibir saja.'' Protes nya.


🍃


🍃


🍃


RUMAH SAKIT


''Apa Papa tidak salah mendengar nya Al.'' Suara Papa Andre dengan sorot mata yang mengintimidasi Aldo.

__ADS_1


Ya, Papa Andre yang tidak sengaja mendengar semua yang di bicarakan Putra nya bersama Putrinya. di saat dia ingin pergi ke dalam kamar mandi membuang air kecil.


Jantung nya berdetak lebih cepat dari sebelum nya, untung nya dia bisa mengontrol emosinya dan terkejut nya. Dengan segera minum air putih yang banyak agar lebih tenang kembali. Supaya penyakit nya tidak kambuh kembali sebelum dia ke luar dari Rumah Sakit ini.


__ADS_2