
Selesai mengantar Papa Andre dengan Kakak ipar nya Aldo, Kenzo bergegas kembali ketempat istrinya berada yaitu di ruang tamu. Kenzo melarang Kia istri nya, untuk pergi ke kamar sendirian tanpa dirinya.
Sedangkan kedua orang tua nya, sudah memasuki kamarnya sendiri. Bersamaan saat dia mengantar mertua nya ke kamar tamu yang tidak terlalu jauh dari ruang tamu tersebut, beberapa menit yang lalu.
''Mau, aku gendong, sayang, Mau ya. '' Tawar Kenzo sangat antusias.
''Tidak perlu Ken, Aku masih sanggup untuk naik tangga. Sakit kepala ku, sudah mendingan kok, tidak seperti tadi, saat masih berada di dalam Jet pribadi.''
Kenzo mengulurkan kedua tangan nya untuk membantu istri nya berdiri. Kia dengan senang hati menerima bantuan dari suami nya itu.
''Pelan-pelan, ok. ''
''Iyaa, Ken''
🍃
🍃
'''Ini air nya, apa ada yang masih kamu perlu kan sebelum tidur. ?'' Dengan menyodorkan segelas air putih untuk meminum obat sakit kepala sebelum tidur.
''Tidak ada lagi, sayang.'' Membuat Kenzo bergegas mengambil handuk, yang berniat untuk membersihkan tubuh nya lebih dulu sebelum tidur. Sudah kebiasaan nya sedari dulu, sehabis dari luar rumah. Dan juga, Kenzo tidak pernah memandang pukul berapa untuk saat ini? Meskipun jam sudah menunjukan pukul tengah malam. Itu tidak masalah bagi Kenzo. Asalkan, nanti nya, dia bisa beristirahat dengan begitu nyaman.
Tidak membutuhkan waktu yang begitu lama, Kenzo keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang menggoda iman. Hanya sehelai handuk kecil yang di lilitkan bagian pinggang seksi nya.
Kia memalingkan wajah nya ke arah lain, sebelum suaminya menyadari kalau dia cukup tergoda. ''Ken,'' Panggil Kia. Membuat sang empu nya menoleh kearah istri nya yang masih setia bersandar di headboard kasur nya.
__ADS_1
''Kenapa belum tidur, ? Apa kamu ingin kita mela____''
''Jangan berpikiran mesum, sayang. Aku hanya ingin mau bertanya? Soal pil yang selalu, kau berikan itu kepada ku setelah melakukan hubungan suami istri.'' Tanya Kia yang masih kepikiran soal itu terus-menerus. Saat ada nya kata-kata yang ambigu, keluar dari mulut suaminya sendiri.
Kenzo masih fokus ke tangan nya yang bergerak membenahi kancing baju tidur nya.
''Jawab Ken, jangan berdiam saja.''
Selesai berganti baju tidur nya, Kenzo mulai naik ke atas ranjang. Menyusul istri nya yang masih setia bersandar.
''Kenapa belum tidur, ?'' Dengan lembut, jemari Kenzo mengusap sebelah pipi putih istri nya. Berlalu ke bibir istri nya yang masih terlihat pucat.
''Jangan mengalihkan nya Ken, tinggal menjawab aja, jangan di bikin ribet. '' Ngegas Kia.
''Ok, sayang, jangan ngegas kayak gitu. Kamu belum sembuh total loh.''
''Hmm, ''
''Berikan dulu aku alasan yang tepat, kenapa kamu belum ingin hamil anak aku.?'' Tanya Kenzo dengan menatap lekat manik mata Kia dengan begitu dalam.
Kia mulai menciut nyali nya, yang begitu besar tadi nya. Kini satu kata pun sulit untuk di keluarkan, setelah mendapati sorot mata Kenzo begitu dalam dan juga dingin.
''Aku, Aku bukan tidak mau Ken. Aku hanya takut, Aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak kita.''
''Sampai kapan.?'' Membuat Kia menggeleng dengan cepat.
__ADS_1
''Siap, tidak siap. Aku harap, ketika dia sudah hadir di dalam sini, kamu harus bisa menyayangi nya dengan sepenuh hati mu. Ini bukan pilihan, ini sudah kewajiban mu bagi seorang wanita. Yang di mana seorang wanita yang sudah di kodrat kan untuk mengandung, melahirkan keturunan kita, sayang. Kamu pasti nya sudah tau bukan, kodrat seorang istri itu ada tiga. Mengandung, melahirkan dan juga menyusui. Hal tiga itu tidak bisa di alihkan kepada kaum laki-laki, sayang. Apa kamu sudah paham, atau belum paham. ?''
Kia menganggukan kepala nya pelan, ''Aku sudah paham Ken, bagaimana dengan kuliah Aku. ?''
''Berhenti dulu setahun, nanti bisa di lanjutkan di tahun depan nya.''
''Lalu, ''
''Lalu apa, sayang ?''
''Bagaimana dengan pil yang kutanyakan tadi. ?'' Membuat Kenzo tersenyum tipis.
''Pil itu, untuk menyuburkan kandungan mu. '' Jawab Kenzo tanpa beban.
''Apa, kau membohongi ku,?''
''Berbohong demi kebaikan itu tidak berdosa, sayang, paling dosa nya hanya sedikit.'' Kenzo tersenyum pepsodent. ''Udah, yuk kita tidur, atau kamu mau bikin dia biar cepat jadi.'' Dengan mengedipkan sebelah mata nya untuk menggoda.
''Kamu tega, dengan kondisi ku seperti ini di ajak tempur. Pasti nya Aku yang kalah Kenzo.''
''Ya, ya, ya, ok kita langsung tidur.'' Pasrah Kenzo.
CATATAN :
Digo dengan Aurel, di putuskan akan di buat novel sendiri ya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga ya, nanti kalau sudah lulus review.
Dengan judul (Menanggung Luka) isi nya nanti konflik pernikahan. Antara Digo dengan Aurel. 😘😘😘😘😘