
Tak terasa waktu terus berputar, begitu cepat menjelang malam hari.sekitar jam enam lebih hampir jam tujuh malam,ruangan inap milik Pak Andre hanya terdengar jarum jam dinding yang berdetak memenuhi ruangan tersebut.
Tuan Kenzo dengan sang sekretaris nya,sudah berpamitan sekitar dua jam yang lalu.sedangkan Kiana saat ini sedang keluar mencari makan malam nya di luar. untuk diri nya dan kakak nya yang sebelum nya sudah mengabari nya. kalau malam ini mau menginap bersama diri nya sambil menjaga sang Papa.
Aldo juga berpikir, kalau keluarga nya saat ini jarang sekali berkumpul bersama seperti sebelum nya.di kala keluarga nya yang masih utuh.dan juga Adik nya masih tinggal satu rumah di kota A.
Sedangkan kesehatan Pak Andre saat ini mulai stabil.dari detak jantung yang mulai normal.lalu nyeri nya sudah tidak terasa lagi.dan juga sesak pernafasannya sudah membaik.tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi,hanya tinggal tunggu pemulihan nya saja.
Lima hari sudah dan besok Pak Andre sudah di perbolehkan untuk pulang. melanjutkan dengan obat jalan dan menjalani rutin untuk mengontrol kesehatan jantung nya untuk sementara waktu.karena belum sembuh dengan sempurna. karena semua orang tau kalau jantung bisa kambuh setiap saat dan waktu.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah seseorang memasuki ruang inap, yang ditempati oleh Andre Sanjaya.sesampai depan pintu langkah itu berhenti tanpa membuka pintu tersebut.
Butuh beberapa waktu untuk menyakin kan dirinya,untuk menemui seseorang yang selama ini dia rindukan.sudah beberapa bulan yang lalu dia bertemu dengan nya setelah sekian tahun berlalu.
Dua hari yang lalu, dia mendapati kabar dari seseorang yang di percaya untuk memantau putra nya tersebut. kalau putra nya sedang tidak sehat dan harus di larikan ke rumah sakit.
__ADS_1
Tok
Tok
Ceklek
Pintu sudah terbuka sempurna dan bisa di lihat sosok laki-kaki yang berbaring tidur nyenyak di atas hospital bed begitu nyaman.
''Ku pikir dia habis makan dan meminum obat lalu beristirahat.''lirih nya.
Berusaha melangkah dengan berhati-hati.dan juga dengan langkah tanpa bersuara. agar tidak menggangu kenyaman seseorang yang beristirahat.
DEG
Lalu dari atas hospital bed mulai ada pergerakan tubuh nya dengan kelopak mata secara perlahan terbuka dengan sempurna.
DEG
Dengan gerakan pelan,Pak Andre berusaha bangun untuk duduk dari posisi tidur nya.
Dengan satu tangan nya bergerak meraih satu gelas minum,yang tidak terlalu jauh dari tempat nya.
__ADS_1
''Biar ku ambilkan,Pa.''ujar Kia.
''Terimaksih sayang.''setelah sudah berada di tangan nya.
''Bagaimana kabar mu putra ku.?''ucap laki-laki yang masih tak bergeming dari tempat nya. karena ia merasa di abaikan saat ini. ini hal wajar bagi nya. cukup sekian lama ke salah paham yang terjadi hingga mengakibatkan sangat lah fatal.
''Kabar ku cukup baik saat ini,bisa di lihat bukan. ''dengan nada dingin dan datar.
Sudah cukup lama sekali Pak Andre memaafkan nya.di kala dia memutuskan untuk membuka lembaran baru bersama Alm istrinya.dia sudah menata hati dan pikiran nya waktu itu.
Hal yang wajar jika mengingat nya masih terasa sakit, dan bisa merubah sikap nya yang tak peduli lagi secara tiba-tiba.
Dan untuk hari ini, dia nyakin bisa memperbaiki lebih baik lagi. dengan cara berdamai dengan masa lalu.
''Bagaimana dengan kondisi Papa,? kupikir ini lebih sehat dari terakhir kita bertemu.''dengan suara tertahan namun masih terdengar begitu jelas di ruangan tersebut.karena hanya keheningan yang ada.
Memang betul, banyak perubahan yang cukup besar pada diri nya.yang awalnya duduk di kursi roda kini sudah bisa berjalan dengan sempurna.semangat nya naik tidak ada tara di saat bertemu dengan putra nya waktu itu.
Cukup terharu dan senang,ternyata putra nya masih menanyakan kabar nya saat ini.dengan mata yang sudah mengembun ia melangkah mendekat ke arah putra nya tersebut.
Kia yang tau dengan keadaan,saat mendengar kedua laki-laki tersebut saling melontarkan pertanyaan maaf. belum sepenuh nyakin sih, hanya menerka-nerka saja. kini ia memilih untuk keluar dari ruangan tersebut memberi waktu berdua untuk saling mengutarakan.
__ADS_1