
''Apa ini Ken,? Sikap teman-teman kamu terhadap Daddy mu ini. Yang boleh di bilang seperti orang tua kalian. Sedari tadi aku bertanya, memperkenalkan diri sampai bertanya lagi. Tidak satu pun dari mereka ingin menjawab nya.'' Sinis Daddy Bagas.
''Tidak begitu juga kali Dadd.'' Jawab Kenzo santai. ''Daddy sudah tahu bukan, kalau Daddy datangnya sangat mendadak. Jadi semua teman-teman aku ini masih terkejut atas kedatangan Daddy Bagaskara. Pengusaha yang tidak memiliki waktu yang senggang. Dan sekarang Daddy tiba-tiba muncul di Rumah makan Suka-Suka.'' Ucap Kenzo penuh nada sindiran.
Memang betul, Daddy nya ini sungguh super super sibuk. Makan siang saja Daddy nya sering telat, apa lagi sekarang ini,? Memiliki waktu untuk makan siang di luar. Belum juga kalau sedang ada proyek yang baru, dan di haruskan dia yang memantaunya sendiri. Dan pasti nya, pekerjaan kantor akan di bawa pulang untuk lembur di rumah.
''Hmm, kalau gitu biar aku yang memperkenalkan pada Daddy. Siapa nama teman-tenan ku yang berada di sini? Dan untuk acara apa kita makan di sini juga.? Ini hanya sekedar buat nongkrong-nongkrong biasa Dadd, sehabis otak nya di olah untuk mata pelajaran. Giliran kini di olah untuk hiburan sejenak.''
''Oh, apa hiburan nya di haruskan untuk membawa seorang perempuan?'' Ungkap Daddy Bagas sambil memicingkan sebelah matanya.
''Kelihatan nya tidak seperti itu. Ini tidak semacam untuk nongkrong-nongkrong seorang anak laki-laki yang sedang berkumpul bersama teman -teman nya.''
''Daddy berlebihan ku rasa. Lebih baik Daddy minum dulu deh. Sebelum minuman nya tidak segar lagi, karena es nya sudah mencair.'' Sebisa mungkin Kenzo mengalihkan perhatian Daddy nya yang selalu mengarah ke Kia yang berada disebelah nya.
''Dengan begitu, biar teman-teman ku ini bisa memperkenalkan diri nya masing-masing. Itu lebih baik dari pada aku yang memperkenalkan nya kepada Daddy.''
''Jangan mencoba mengalihkan topik Ken!'' Kini beralih menatap Kenzo.
''Situasi macam apa ini?'' Batin Kia.
''Ini pada kenapa sih?'' Heran Chika.
''Apa mungkin? Hubungan antara anak dengan Daddy nya lagi tidak akur ya.'' Tebak Dito dalam hati.
''Dit,''panggil Kenzo.
''Ya, ''
__ADS_1
''Kenalkan dirimu, lalu kau.'' Tunjuk jari Kenzo ke arah Chika.
''Ya, ''
''Hai om, namaku Dito Santoso. Aku satu kelas sama anak om, Kenzo."
"Lalu aku Chika om, satu kelas juga sama Kenzo." Sambar Chika dengan cepat.
"Salam kenal Om, saya Kiana." Kata Kia sambil mengulurkan tangan nya di depan Om Bagas.'' Dengan perasaan was-was. Kia takut uluran tangan nya tidak di sambut baik oleh Om Bagas. Dan ketakutan nya salah besar. Om Bagas telah menyambutnya dengan senyuman.
''Salam kenal juga, cantik dan manis.'' Puji Daddy Bagas tiba-tiba.
''Terimakasih pujian nya OM.'' Jawab Kia seraya melepas jabatan tangan dengan Daddy Bagas.
''Iya, emang itu kenyataan nya. Tetapi aku saran kan lahi, jangan menggunakan kecantikan mu itu untuk memikat laki-laki yang sudah memiliki perempuan lain.''
Sedangkan Daddy Bagas merasa bingung sendiri. Seharus nya perempuan di depan nya ini merasa disudutkan atau tersindir. Tapi yang ku lihat perempuan ini tidak merasa tersindir sedikit pun dari ucapan ku.
''Apa dia hanya pura-pura bodoh saja atau lagi___?''
''Om, apa Om baik-baik saja?'' Kia membuat gerakan tangan di depan wajah nya.
''Iya, aku baik-baik saja?''
''Maksud Om tadi aaa___
''Udahlah Ki,'' Cegah Kenzo menarik tangan Kia kembali seperti semula.
__ADS_1
''Kita lanjutin saja sesi makan siang ini, nanti keburu dingin!''
''Dengan Om nya bagaimana, Ken dia belum___?''
''Om tidak apa-apa? Benar apa yang diucapkan Kenzo nanti keburu dingin.''
''Baiklah,''
SKIP 20 MENIT
''Aku sudah selesai dan seperti nya aku harus pulang duluan,'' Kata Chika sambil membersihkan mulut nya dengan tisu.
'' Maaf Ki, sudah menyuruh mu tadi kesini.'' Ujar Chik yang merasa tidak enak. niat nya tadi ingin curhat sama Kia. Eh, tidak jadi karena ramai begini.
''Tidak masalah Chik, sendirian kah pulang nya?''
''Iya, kau pikir dengan siapa?'' Jawab Chika dengan berdiri dari kursi nya.
''Tunggu, kita bisa pulang bareng!" Ucap Kia yang ikut berdiri.
"No, kau kesini sama aku, seharusnya pulang nya juga sama aku.'' Cegah Kenzo yang ikut berdiri juga. ''Dan untukmu, '' Tunjuk Kenzo ke arah Chika. ''Bukan nya kamu kesini bersama Dito. Kenapa pulang nya tidak bersama Dito saja?"
"Betul Chik, apa yang di bilang Kenzo? Biar aku yang anterin kamu pulang, ok.'' Beranjak dari posisi dia duduki sedari tadi.
"Oh, iya hampir lupa om, Rel, Ki dan kamu Ken. aku pulang duluan ya, bye.'' Berlalu Dito menarik tangan Chika berjalan keluar.
Sedangkan Kia sama Kenzo ingin ikut berjalan keluar juga. Namun tiba-tiba Daddy bersuara kembali.
__ADS_1
''Tunangan kamu pulang bersama dengan siapa Ken?'' Daddy Bagas menatap Kenzo putra nya begitu dingin.