
Di kamar, Kenzo selalu memikirkan Kiana dan Kiana. Tetapi Kenzo harus melakukan ini semua. Demi melindungi Kiana dari keluarganya untuk sementara.
Ia takut kalau keluarga nya mencium ke beradaan Kiana saat ini. Sebelum dia memilikinya secara utuh, hati dan juga raga nya.
DIa juga sudah terlanjur mengiyakan acara pertunangan ini. Tidak mungkin kan mendadak di batalkan tanpa sebab. Seorang laki-laki harus bisa di pegang dengan ucapan yang sudah keluar dari mulut nya.
''Maafin aku, Kiana.'' Lirih nya.
''Aku belum bisa menjadi laki-laki yang kamu ingin kan. Tapi percayalah Ki, ini yang terakhir kalinya, setelah ini aku akan berkata jujur ke pada keluargaku.''
''Kalau aku ini sudah menikah secara sah dengan Kiana Maulia Sanjaya. Dan berikan aku sedikit waktu lagi, Ki.''
Tok
Tok
Tok
''Ken, boleh aku masuk.?'' Suara mommy Siska terdengar dari balik pintu.
''Masuk lah Momy. !''
Mommy Siska membuka pintu dan berjalan ke arah anak laki-laki nya tersebut. Mommy Siska bisa membaca raut wajah Kenzo yang tidak bersemangat. Banyak guratan kekecewaan dan penyesalan di wajah anak nya satu-satunya ini.
''Apakah, kamu sudah siap sayang.?'' Ucap Mommy Siska sambil menggandeng tangan anak nya. Yang sudah rapi dengan stelan Blazer cream slimfit dan dalam nya kemeja putih tersebut.
__ADS_1
Kelihatan Kenzo sangatlah gagah, dan bahagia. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan kepikiran nya dan keadaan nya.
Kenzo tidak menjawab pertanyaan dari mommy nya. Dia hanya memandang mommy nya dengan muka datar nya. Lalu bergerak pelan, keluar dari kamar dengan Mommy nya.
Saat keluar dari kamar nya, Kenzo berjalan menuju ke arah kamar Aurel yang tadi nya dia sedang di make up.
Kenzo mencoba nenangin pikirnya dengan berpikiran semuanya akan baik-baik saja. Yang di tunjukan satu nama yaitu, Kiana dan Kiana.
Langkah nya, seakan ragu dengan semua ini. Tapi dia juga tidak bisa mundur begitu saja.
Sebelum Mommy nya membuka pintu kamar Aurel, Kenzo menghembus kan nafas berat nya.
Huff, haahh
Tok
Tok
Tok
''Ini Mommy Aurel , apakah sudah selesai nak.?'' Tanya Mommy Siska di balik pintu.
''Masuk lah Mommy, Aurel sudah selesai kok.?'' Jawab Aurel yang masih di depan kaca rias, untuk mempercantik lagi make up nya.
Setelah terbuka, pandangan Aurel langsung tertuju kepada sosok Kenzo. Mata Aurel memandang Kenzo dengan antusias calon tunangan nya itu.
__ADS_1
''Sayang, aku kangen sekali.'' Kata Aurel seraya menghamburkan diri nya, ke dalam pelukan Kenzo tak lupa sekali kecupan di pipinya.
Ini pertemuan mereka berdua , setelah kepulangan Aurel dari rumah Kenzo waktu itu. Sekitar satu minggu yang lalu, dan sebab nya Kenzo tidak mau tau soal persiapan acara pertunangan nya itu. Alhasil semua keperluan acara ini Aurel lah yang mengurus segalanya.
Kenzo tampak terdiam, ia tidak membalas pelukan, mau pun ciuman Aurel di pipi nya.
''Kita harus turun, karena semua tamu sudah menunggu kita.'' Ucap Kenzo singkat. Berniat balik arah menuju pintu, seketika terhenti gerakan nya. saat tangan nya di tarik oleh Aurel.
Kenzo, menoleh ke arah Aurel dengan sorot mata yang begitu tajam. Bila orang lain yang melihat, pastikan orang tersebut akan menciut seketika.
Berbeda lagi dengan Aurel, pemandangan seperti ini, tidak lagi membuat Aurel gentar mau pun takut. Sebab nya, Aurel yang sudah sering melihat di kehidupan sehari-hari nya. semenjak di jodohkan dengan Kenzo Mahesa.
''Sayang, jangan buru-buru sampai melupakan menggandeng calon tunangan mu yang cantik ini.'' Protes Aurel manja.
''Ehem..'' Kenzo berdehem.
sebelum menjawab Aurel.
''Lupa'' Jawab Kenzo cuek.
''Apa, kau sedang lupa Ken.? Batin Mommy Siska. Seraya menggeleng-geleng kepalanya pelan.
''Jaga sikap kamu Ken,'' Bisik Mommy Siska yang tidak jauh dari anak nya. ''Jangan bikin malu keluarga lagi Ken, Apa lagi sampai Daddy kamu tau. ? Kalau di sini itu banyak keluarga pihak Aurel.''
''Ck, kamu tega sekali sayang, melupakan calon tunangan mu ini.'' Kesal dengan nada merajuk.
__ADS_1