MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab91


__ADS_3

Krek


Suara jendela ketika Kiana menutup jendela kamarnya, setelah selesai membersihkan diri nya di kamar mandi tadi. Kini dia sudah bersiap untuk menjemput mimpi indah nya.


Bergerak pelan, tangan Kia mematikan lampu nya, dan menghidupkan lampu tidur nya yang berada di sebelah ranjang nya. Sebelum dia menaikan ke dua kaki nya ke atas ranjang empuk nya.


Tiba-tiba Kiana teringat kembali, tentang obrolan nya bersama Chika tadi. Entah, kenapa perasaan nya jadi gelisah seperti ini. ?


Yang ada di otak nya sekarang ini, hanya ada satu nama yaitu Kenzo Mahesa. Iya benar, Kenzo Mahesa yang berstatus suami nya sekarang ini.


Ada apa dengan diri nya,? Biasa nya juga tidak seperti ini.


''Ck,'' Kia berdecak kesal. ''kamu sudah berhasil mencemari otak ku saja.''


Tok


Tok


Tok


Kia yang sudah siap memejam kan kedua mata nya. Kini terpaksa membuka kembali saat telinga nya mendengar ketukan dari luar jendela setelah dia tutup beberapa menit yang lalu.


Dengan ragu, Kia bergerak pelan dari tidur nya dan bersandar di headboard ranjang nya dengan mata kearah jendela tersebut.


Tok


Tok


Tok


''Siapa, ?'' Tanya Kia saat ketukan terulang kembali di tempat yang masih sama.


''Ini aku, suami kamu. '' Jawab Kenzo berbisik.


Kiana menoleh sekilas ke arah jam mini yang berada di atas nakas dekat lemari baju nya.


''Jam 22.17 menit.'' Gumam Kia.


''Siapa?'' Ulang Kia memastikan sekali lagi, Apa pendengaran nya tadi benar atau salah.?

__ADS_1


''Hais, aku ini suami kamu, Kiana maulia Sanjaya.'' Ulang Kenzo yang terdengar sedikit kesal.


''Ngapain kesini, ?''


''Aku akan menjawab nya tapi buka dulu sayang, jendelanya. Aku takut nanti ada yang melihat ku.''


''Iya, sebentar. ''


Krek


''Kamu tidak bisa masuk, kak. Uni ada besi nya di tengah-tengah jendela.'' Ucap Kia yang sudah membuka pintu nya dan ternyata ada besi di tengah-tengah mereka.


''Benar kah, ''


Hmm


''Adakah, jendela yang tidak ada besi nya. ?'' Tanya Kenzo penuh harap.


Kia terdiam sesaat, sebelum menjawab pertanyaan dari suami nya itu.


''Apa dia harus menjawab dengan jujur, kalau ada jendela yang lain tanpa ada besi di tengah -tengah seperti ini.'' Pikir Kia bingung.


Dengan mata berbinar Kenzo menatap Kia penuh semangat. dengan menanti jawaban yang akan Kia sampai kan.


''Di belok kan tembok situ, ada jendela yang tidak terlalu besar dari jendela ini. Dan juga tidak ada besinya di tengah-tengah seperti ini.'' Tunjuk Kia dengan jari telunjuk nya.


''Kak Kenzo, ngapain malam-malam kesini? Bukan nya, beberapa jam yang lalu sudah aku hubungi, ya.?'' Tanya Kia yang merasa heran.


Setelah membiarkan Kenzo masuk ke dalam kamar nya. Dengan gerakan kasar Kebzo membuka jas yang melekat di tubuh nya. Dan menyisakan kaos yang berwarna putih yang dia kenakan sekarang ini.


Tanpa ingin menjawab nya, Kenzo melemparkan jas nya dengan begitu asal. dan di susul melemparkan tubuh nya ke atas ranjang milik Kia istri nya.


Kia yang merasa ada yang berbeda dari sifat Kak Kenzo sebelum nya. Dia cukup mengambil nafas dalam- dalam, sebelum dia bertanya kembali.


Dengan sabar Kia mengambil jas milik suami nya Kenzo yang di lempar dengan asal tadi.


🌾


🌾

__ADS_1


🌾


''Malam-malam begini, kamu tadi mau pergi kemana?''


''Cari angin, '' Jawab Aurel singkat.


''Apa di rumah mu tidak ada angin, sampai -sampai kamu keluar cari angin.''


''Tidak baik seorang wanita pergi sendirian di jam segini.'' Lanjut Digo menoleh kearah Aurel yang fokus menyetir.


''Itu bukan urusan kamu.sekarang kasih tahu saja, di mana sekarang kamu tinggal.?''


''Apartemen, satu atap sama mantan tunangan mu Kenzo. Namun kita beda unit ya. ''


''Aku tidak tau itu, ''


''I don't believe it, ''


''Real'' jawab Aurel. '' Hubungan ku tidak sebaik itu.'' lanjut nya.


''Why, ''


''Don't cross the line Digo, ''


''Come on, Aurel. ''


''No, ''


''Okay, belok kanan sekarang, habis lampu merah itu kamu belokan ke kiri. Itu sudah sampai ke Apartemen milikku.'' Jawab Digo dingin.


Hmm


''Jangan lupa Aurel, tidak lama setelah hari kelulusan kita. Aku akan berbicara jujur dengan kedua orang tua mu. Apa yang terjadi di masa lalu tentang kita, karena aku tidak ingin menunda nya dan berniat segera menikahi mu, apa pun resiko nya.'' Ucap Digo the poin.


Tidak menunggu jawaban dari Aurel, Digo segera keluar dari dalam Mobil Aurel.


Sebelum melangkah menjauh, Digo kembali berucap. ''Pulanglah, tidak baik malam-malam keluar sendirian.''


''Menyebalkan,'' Umpat Aurel seraya memukul stang bunder nya.

__ADS_1


__ADS_2