MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab59


__ADS_3

Kini Alex tersenyum senang, menatap gelas di tangan nya yang sudah tandas tak tersisa.''Akhirnya habis jug'' Ucap Alex berbalik arah, melangkah menjauh dari ranjang yang diatas nya ada gadis remaja yang sedang menangis tersedu-sedu.


''Tudak perlu cemas, karena dosis nya tidak terlalu tinggi.'' Kata Alex yang melihat gadis remaja itu masih menangis.


''Apa maksud mu.?'' Tanya Chika yang masih tidak mau menatap laki-laki brengsek di depan nya itu.


Alex yang hendak keluar dari kamar ini, terpaksa balik arah lagi menatap lawan bicaranya.


''Oh, aku lupa memberi tahu mu, minuman yang kau minum tadi ada obat yang sangat mengairahkan. Kamu tau bukan, kalau bermain tapi lawan main nya tidak bisa mengimbangi ny cukup membosankan tidak bisa menikmati nya.


''Kamu tidak perlu khawatir, sebentar lagi lawan main mu akan segera datang, kamu tunggu saja, ok,'' Kata Alex lagi sambil mengerlingkan matanya dan melanjutkan kakinya melangkah keluar dari kamar yang sekarang dia berada.


''Sialan, brengsek.'' Teriak Chika penuh emosi.

__ADS_1


Chika turun dari ranjang, berlari ke arah pintu di mana laki-laki tadi keluar.


''Sialan,'' Umpat Chika karena pintunya sudah di kunci dari luar. ia harus cepat pergi dari sini, sebelum masa depan nya hancur oleh seseorang yang tidak dia kenal. Chika mengedarkan pandangnya seluruh kamar ini mencari celah untuk keluar dari sini. Mata nya tertuju pada jendela, di situ ada setitik harapan.


Klik, Jendela terbuka lebar membuat senyuman di bibir Chika ikut melebar. Tapi cuma beberapa detik saja. Ketika mendengar pintu akan di buka dari luar. Membuat Chika panik dan terkejut.oh, Tuhan tolonglah hambamu ini. aku mohon Tuhan, jangan sampai aku tertangkap sebelum pergi dari sini.


Chika segera melompat dari jendela secepat nya. Dia tidak punya banyak waktu lagi. Saat Chika melihat ke bawah ternyata ia sekarang berada di lantai dua. ''Tidak terlalu tinggi.'' Batin Chika namun tubuh nya merasa aneh. Yang sudah mulai gemeteran dan keringat dingin sudah mulai keluar dari pori-porinya. Dan sungguh menyulitkan Chika untuk berjalan normal.


''Tidak, i i ini tidak boleh terjadi, aku tidak mau tertangkap karena jatuh dari balkon kamar ini.'' apa lagi mendengar suara langkah kaki mendekat. membuat jantung Chika ingin keluar dari tempat nya. ''Tidak, tidak aku mohon,'' Chika dari dalam hati menjerit.


Dengan bebarengan pintu balkon itu terbuka, ''Kurang ajar, baraninya dia kabur duluan. Ayo kita segera mencari nya,! Sebelum dia pergi jauh dari sini. Kita ini bisa di bunuh sama bos.


Di saat kulit tubuh Chika bersentuhan dengan laki-laki di belakang nya. Membuat Chika mendesah ingin di sentuh lebih dari ini. Apa lagi posisi nya sekarang ini seperti seorang kekasih sedang berpelukan karena rindu.

__ADS_1


''Oh, god.'' Batin Chika ketika tubuh nya sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Chika berbalik badan langsung ******* bibir di depan nya. Karena mendapat balasan dari lawan main nya. Chika lebih menuntut lagi walau pun tidak bisa melihat jelas siapa yang sedang bersamanya. Dengan lampu yang di padamkan cuma dapat penerangan dari bulan purnama menambah gairah Chika memuncak.


''Aaahh,'' desah Chika ketika mendapatkan ciuman dan gigitan kecil di leher nya. Chika mulai menikmati nya.


Laki-laki yang bersama Chika, kembali ******* bibir manis milik Chika. Tidak lupa ke dua tangan nya bermain di area dada milik Chika. Dengan bibir yang masih menempel, nafas Chika sudah naik turun mencoba mencerna ciuman nya dengan lawan main nya.


''Ini ciuman pertamamu.?'' bisik laki-laki di depan nya ini.''


''Hmmm.'' Jawab Chika sangat pelan. gairah nya sudah di ubun-ubun.


''Aku, menginginkan lebih dari ini.'' Ucap Chika lalu kembali menciumnya yang lebih menuntut lagi, membuat laki-laki yang bersamanya tersenyum dan membalas nya dengan senang hati.


Aku akan membantu mu dari obat sialan ini, tapi aku masih tahu batasan nya. karena aku bukan pria brengsek yang mengambil ini dalam keadaan pengaruh dari obat.

__ADS_1


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHORNYA KAK. 🙏🙏🙏


__ADS_2